Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Siapa yang mau jadi janda ?


__ADS_3

Tidak sampai di situ saja, diam diam ibu menemui Riki di rumahnya .


Menekan bel rumah Riki berberpa kali tak berapa lama mami keluar


" Ada apa jeng, nekan bel rumah saya sampai berkali kali gitu, silahkan masuk dulu jeng"


" gak perlu, saya kesini mau peringatkan anak jeng Riki tolong nasehati anak nya jaga jarak dari menantu saya "


" maksud nya gimana jeng ?"


" jaga jarak dari menantu saya "


" baik saya akan kasih tau anak saya "


Setelah puas menyampaikan isi hatinya, ibu pergi begitu saja .


Mami yang mendapat teguran itu merasa terganggu dan langsung menghubungi Riki soal kedatangan ibu mertua gadis kerumah mereka .


" Lagi sibuk nak ?"


" gak mi lagi kasih makan ikan , ada apa mi ?"


" barusan mertua gadis datang kesini"


" ada apa mi ?"


" dia marah sekali nak , apa benar kamu temui gadis ?"

__ADS_1


" iya mami tadi pagi Riki ke butik mereka, Riki gak ada niat apa apa mi, Riki cuma pengen ketemu anak anak aja "


" mami tau nak niat kamu itu apa, tapi sebaiknya jaga jarak dengan gadis bagaimana pun juga dia seorang janda dan mertuanya tidak suka kalau kamu dekat dengan nya "


" bagaimana mungkin Riki tidak bertemu dengan gadis sementara anak kami bersama gadis , kenapa jadi begini ya mi , kasihan gadis kalau mertua nya bersikap seperti itu"


" entahlah nak, kasihan nak gadis tapi sikap mertuanya juga tidak bisa di benarkan kalau seperti itu "


"apa sebaiknya anak anak ikut aku aja mi?"


" semua keputusan ada di tangan kamu nak "


" Aku gak bisa mecahin ini sendirian, aku harus minta pendapat gadis tapi kalau aku bertemu dengannya yang ada mertuanya akan marah " katanya di dalam hati


Berbagai resiko harus ia pertimbangkan, sejak mendapat teguran dari mertua gadis .


Ternyata saat akan bertemu ayahnya Adam dan ainun tidak memberitahu ibunya alasan kenapa ayahnya tidak menemui anak anaknya di depan rumah seperti biasanya .


mereka sepakat menyembunyikan dari ibu mereka.


Beban yang semakin berat , membuat gadis memutuskan untuk ke rumah orang tuanya membawa keempat anaknya .


Sesampainya di rumah kedua orang tua nya ,mereka di sambut dengan hangat .


Tak nampak keceriaan di wajah gadis begitu sampai rumah ibunya ia hanya terdiam merenung, sebagai seorang ibu umi paham betul putrinya sedang banyak beban jika kebanyakan diam seperti itu , umi menghampiri gadis yang sedang menimang Maryam untuk tidur .


"Gadis "

__ADS_1


" umi , ada apa umi ?"


", seharusnya umi yang tanyakan ada apa ? kenapa dari tadi umi perhatikan wajah kamu murung trus ada apa nak ?"


" gak ada apa apa umi "


" nak, ibu tau betul kalau kamu lagi banyak pikiran itu seperti apa "


Gadis mulai Melo, dia mulai tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya dengan mat berkaca kaca ia berkata " ternyata jadi janda itu gak enak ya umi "


", Astaghfirullah, kenapa nak, kenapa kamu bisa ngomong seperti itu "


", Semua serba salah apa yang kita lakukan benar belum tentu benar di mata orang ya Bu"


"sabar nak, itulah sebabnya Allah mengangkat tinggi derajat seorang janda nak "


" Gadis gak kuat umi , gadis gak juga mau jadi janda, gadis gak mau berpisah dari mas anhar, tapi itu sudah takdir Allah gadis bisa bilang apa "


" astaghfirullah nak, Allah maha tau mana yang terbaik untuk hambanya jangan suuzan sama allah nak , banyak banyak istighfar , umi nyakin kamu kuat nak demi anak anak mu "


" iya umi , umi benar gadis pasti kuat makanya Allah kasih ujian ini makasih umi "


" iya nak "


" tapi kenapa sakit sekali, mertua sendiri saja berpikiran buruk tentang ku, bahkan sudah jauh berubah semenjak suamiku meninggal, kapergian suamiku tidak pernah aku inginkan"


katanya di dalam hati

__ADS_1


__ADS_2