
Tidak sampai di situ saja, diam diam ibu menemui Riki di rumahnya .
Menekan bel rumah Riki berberpa kali tak berapa lama mami keluar
" Ada apa jeng, nekan bel rumah saya sampai berkali kali gitu, silahkan masuk dulu jeng"
" gak perlu, saya kesini mau peringatkan anak jeng Riki tolong nasehati anak nya jaga jarak dari menantu saya "
" maksud nya gimana jeng ?"
" jaga jarak dari menantu saya "
" baik saya akan kasih tau anak saya "
Setelah puas menyampaikan isi hatinya, ibu pergi begitu saja .
Mami yang mendapat teguran itu merasa terganggu dan langsung menghubungi Riki soal kedatangan ibu mertua gadis kerumah mereka .
" Lagi sibuk nak ?"
" gak mi lagi kasih makan ikan , ada apa mi ?"
" barusan mertua gadis datang kesini"
" ada apa mi ?"
" dia marah sekali nak , apa benar kamu temui gadis ?"
__ADS_1
" iya mami tadi pagi Riki ke butik mereka, Riki gak ada niat apa apa mi, Riki cuma pengen ketemu anak anak aja "
" mami tau nak niat kamu itu apa, tapi sebaiknya jaga jarak dengan gadis bagaimana pun juga dia seorang janda dan mertuanya tidak suka kalau kamu dekat dengan nya "
" bagaimana mungkin Riki tidak bertemu dengan gadis sementara anak kami bersama gadis , kenapa jadi begini ya mi , kasihan gadis kalau mertua nya bersikap seperti itu"
" entahlah nak, kasihan nak gadis tapi sikap mertuanya juga tidak bisa di benarkan kalau seperti itu "
"apa sebaiknya anak anak ikut aku aja mi?"
" semua keputusan ada di tangan kamu nak "
" Aku gak bisa mecahin ini sendirian, aku harus minta pendapat gadis tapi kalau aku bertemu dengannya yang ada mertuanya akan marah " katanya di dalam hati
Berbagai resiko harus ia pertimbangkan, sejak mendapat teguran dari mertua gadis .
Ternyata saat akan bertemu ayahnya Adam dan ainun tidak memberitahu ibunya alasan kenapa ayahnya tidak menemui anak anaknya di depan rumah seperti biasanya .
mereka sepakat menyembunyikan dari ibu mereka.
Beban yang semakin berat , membuat gadis memutuskan untuk ke rumah orang tuanya membawa keempat anaknya .
Sesampainya di rumah kedua orang tua nya ,mereka di sambut dengan hangat .
Tak nampak keceriaan di wajah gadis begitu sampai rumah ibunya ia hanya terdiam merenung, sebagai seorang ibu umi paham betul putrinya sedang banyak beban jika kebanyakan diam seperti itu , umi menghampiri gadis yang sedang menimang Maryam untuk tidur .
"Gadis "
__ADS_1
" umi , ada apa umi ?"
", seharusnya umi yang tanyakan ada apa ? kenapa dari tadi umi perhatikan wajah kamu murung trus ada apa nak ?"
" gak ada apa apa umi "
" nak, ibu tau betul kalau kamu lagi banyak pikiran itu seperti apa "
Gadis mulai Melo, dia mulai tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya dengan mat berkaca kaca ia berkata " ternyata jadi janda itu gak enak ya umi "
", Astaghfirullah, kenapa nak, kenapa kamu bisa ngomong seperti itu "
", Semua serba salah apa yang kita lakukan benar belum tentu benar di mata orang ya Bu"
"sabar nak, itulah sebabnya Allah mengangkat tinggi derajat seorang janda nak "
" Gadis gak kuat umi , gadis gak juga mau jadi janda, gadis gak mau berpisah dari mas anhar, tapi itu sudah takdir Allah gadis bisa bilang apa "
" astaghfirullah nak, Allah maha tau mana yang terbaik untuk hambanya jangan suuzan sama allah nak , banyak banyak istighfar , umi nyakin kamu kuat nak demi anak anak mu "
" iya umi , umi benar gadis pasti kuat makanya Allah kasih ujian ini makasih umi "
" iya nak "
" tapi kenapa sakit sekali, mertua sendiri saja berpikiran buruk tentang ku, bahkan sudah jauh berubah semenjak suamiku meninggal, kapergian suamiku tidak pernah aku inginkan"
katanya di dalam hati
__ADS_1