
Pagi harinya
Keluarga yang menunggu kabar sampai tertidur di koridor rumah sakit terbangun begitu mendengar sirene ambulance yang membawa kantong jenazah korban yang baru di temukan berupa potongan tangan berukuran dari lengan ke jari tangan yang masih utuh bahkan cincin yang di kenakan masih terpasang di jari manis tangan itu.
Para petugas sudah bisa mengindentifikasi identitas jenazah yang mereka temukan .
" selamat pagi , Anggota keluarga para korban bisa berkumpul di depan kami sudah dapat informasi mengenai identitas korban dan potongan tubuh siapa yang kami temukan "
Keluarga yang menunggu kabar berhamburan berkumpul untuk mendengar kabar berita mengenai keluarga mereka , besar harapan di dalam diri mereka untuk mendengar kabar kalau keluarga mereka yang bilang di temukan dalam kondisi baik baik saja dan masih hidup tapi melihat puing puing pesawat yang di temukan memberikan pernyataan bahwa tidak akan mungkin ada korban yang berhasil selamat dari kecelakaan sedasyat itu, melihat potongan tubuh manusia di dalam kantong jenazah membuat lutut siapa yang melihat nya lemas dan tidak bertenaga .
Adam yang berdiri paling depan paling berharap kabar dari abinya
" Baik, kami sudah dapat informasi 5 orang korban dan potongan tubuh yang kami dapat kemarin dan pagi ini kami baru mendapatkan potongan tangan yang masih menempel sebuah cincin di jari manisnya "
petugas itu membuka kantong jenazah yang berisi tangan yang petugas maksud kan
Betapa terkejutnya Adam melihat tangan yang baru saja di temukan itu persis seperti lengan tangan ayah yang sudah membesar kannya
Air matanya mengalir begitu melihat potongan tangan itu, tangannya bergetar
" pak tunggu pak tunggu jangan di tutup dulu saya mau foto dan kiriman ke ibu saya apa di izinkan pak ?"
" tentu saja boleh silahkan "
" trimakasih pak "
Tangan yang bergetar , Adam memotret tangan itu dari segala sisi untuk mempermudah ibunya mengenali tangan itu air matanya mengalir begitu mengirim kan foto itu untuk ibunya
" maafkan Adam umi, Adam gak bermaksud membuat umi terluka tapi kali ini Adam nyakin itu tangan Abi karena Adam tau bekas luka di telapak tangan itu persis bekas luka Abi sewaktu bermain sepada bersama Adam dulu "
kata Adam di dalam hati, dia lama terdiam memandangi tangan itu
"bagaimana dek Sudah di foto ?"
" sudah pak trimakasih ya pak "
" ya sama sama "
Adam meninggalkan kerumunan menjauh dan meluapkan kesedihannya menangis di pojokan sambil melipat kedua kakinya , seseorang datang menghampiri nya dan berkata
" kamu cegeng, kamu itu cowok masa kamu cegeng "
__ADS_1
Seketika Adam berhenti menangis ia mengangkat dagunya dan melihat orang yang berani mengejeknya dalam situasi seperti ini.
Orang itu ternyata seorang wanita yang seumuran dengannya .
" kamu siapa ?"
" kenalin aku salsa , maaf bukannya aku mengejek kamu cuma aku perhatikan kamu begitu melihat tangan itu langsung lari dan nangis itu tangan ayah kamu ya ?"
" kamu gak tau apa yang aku rasain makanya kamu bisa bilang aku cegeng "
" kata siapa aku gak ngerasain, aku juga ngerasain apa yang kamu rasakan, kamu enak masih punya saudara punya ibu punya nenek punya keluarga yang kasih kamu kekuatan aku cuma punya ayah tapi ayah ku ikut jadi korban kecelakaan pesawat ini"
" kok kamu bisa nyakin ayah kamu jadi korban apa sudah dapat informasi dari petugas ?"
" sudah, nama ayah ku pertama keluar di temukan nya sampel gigi yang menyatakan itu gigi ayah ku, kok aku gak nangis kok aku gak sedih ? aku sedih aku menangis air mataku rasanya habis , ingin menangis pun susah untuk keluar, kamu masih enak setelah ini bisa pulang kemana ? aku gak tau mau pulang kemana ? ibuku sudah meninggal keluarga aku gak punya yang aku punya cuma ayah tapi ayahku di ambil sama tuhan "
setelah selesai mengucapkan kata kata itu iapun pergi meninggalkan Adam, seakan di tampar oleh kata kata wanita yang baru ia temui, Adam bangkit dan menelpon ibunya
" Assalamualaikum umi "
" walaikumussalam ada apa nak? sudah dapat informasi ?"
" umi cek wa umi ya Adam sudah kirim foto dari wa umi "
Tak berapa lama umi kembali menelpon
" hallo umi ?"
" hallo nak, foto nya gak bisa di buka "
" gini aja umi, umi datang ya kerumah sakit kita cek sama sama "
" oh gitu ya udah umi langsung kesana ya umi pompa asi dulu buat adek "
" iya umi "
Gadis bergegas memproduksi ASI nya untuk persediaan si kecil agar aman saat di tinggalkan oleh nya .
" ya ampun kak , produksi asi kakak jadi menurun gini kak ?" ucap Khadijah adik gadis yang bertugas menjaga si bayi saat gadis berada di luar rumah .
" iya dek kayaknya efek stres juga ya ?"
__ADS_1
" ya Allah kak, iya Khadijah tau kakak banyak pikiran tapi plies pikirin si kecil "
" iya dek kakak coba ya, saat ini Khadijah dulu yang jaga si kecil kakak mau kerumah sakit "
" iya kak "
selesai pompa asi, gadis bergegas kerumah sakit ..
sesampainya dirumah sakit gadis bertemu dengan Adam
" gimana nak ? dimana umi bisa melihat tangan itu "
" ayo umi Adam tunjukin "
Mereka bersama sama ke posko penyelidikan ante mortem dan benar saja begitu melihat tangan itu, tubuh gadis bergetar
" Maaf pak boleh kami melihat lagi tangan yang baru di temukan tadi ?"
" tentu saja boleh "
Adam menggenggam tangan ibunya, gadis memejamkan mata nya dan perlahan lahan membuka mata bak tersambar petir tubunya lemas dan ia berteriak begitu melihat cincin pernikahan mereka yang masih melingkar di jari manis tangan di hadapannya .
" ya Allah "
" kuat umi kuat, Adam mohon umi harus kuat "
" Adam ,,, Adam itu tangan Abi Adam "
Adam pun ikut menangis ,
" dari mana ibu nyakin itu tangan suami ibu?"
" boleh saya lihat cincin di jari manis itu pak?"
" boleh Bu sebentar saya lepas kan "
Ucap petugas membantu membuka cincin di jari tangan itu
Gadis menarik nafas nya dalam dalam, melihat isi di dalam cincin itu di setiap masing masing cincin mereka tertulis nama yang tertukar .
misalnya cincin yang melingkar di jari suaminya terukir nama gadis di sana dan di cincin milik gadis terukir nama suaminya bukan cuma itu di bagian sisi samping kanan nya bisa menyatu dengan cincin milik gadis .
__ADS_1
Gadis membalik cincin dan betapa terkejutnya dia melihat namanya benar terukir di dalam cincin
Dan tiba tiba saja ia terjatuh dan pingsan .