Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
keputusan Ainun


__ADS_3

Gadis memeluk Adam dengan penuh haru, Ainun yang kecewa dengan jawaban saudara laki lakinya itu hanya diam .


" kamu sudah nyakin nak untuk ikut dengan papa ?" * Riki


Ainun melihat wajah umi nya dan saudara laki-laki nya ia meneteskan air matanya dan berkata " Sudah papa, Ainun akan ikut papa "


" bagaimana denganmu Adam ?"


" maaf pa Adam akan tetap bersama umi, karena Adam sudah janji sama Abi kalau Adam yang akan menjaga umi "


" ya sudahlah... kalau itu menjadi keputusan Adam papa cuma bisa mendukung yang terbaik dan jaga umimu "


" iya pa "


" Bagaimana dek , Ainun lebih memilih ikut dengan ku ?"


Gadis berjalan menghampiri Ainun mengiba pada putri nya untuk merubah keputusan nya


" Ainun sayang, putri umi, apa Ainun sudah nyakin akan ikut dengan papa ?"


Ainun menundukkan kepalanya dan langsung memeluk ibunya


" maafkan Ainun umi, Ainun sayang sama umi sayang juga sama papa, Ainun pengen hidup dan merasakan kasih sayang seorang ayah itu seperti apa sebelum Ainun keluar negeri umi "


" ya sudah gak papa umi izinkan, tapi ingat jangan tinggalkan sholat ya jaga dirimu "

__ADS_1


Menerima pesan dari sang ibu membuat Ainun semakin menagis ia memeluk erat tubuh ibunya, berat rasanya meninggalkan ibunya tapi ia juga ingin hidup bersama ayahnya dan merasa kasih sayang seorang ayah itu seperti apa sama seperti anak anak yang lainnya .


Keputusan sudah bulat, Ainun di bantu bibi membereskan beberapa pakaian nya untuk di bawa kerumah papanya.


Seluruh saudaranya menangis termasuk bibi yang ikut merasa kan kesedihan perpisahan ibu dan anak ini padahal jarak tidak seberapa tapi rasanya seperti akan di tinggalkan jauh oleh anaknya .


di depan rumah, sebelum berangkat , Riki mempersilahkan Ainun memeluk ibunya , melihat ibunya yang terus menangis di balik cadarnya Ainun berlari seketika memeluk ibunya dengan erat ia bersujud di kaki ibunya mencium kaki ibunya berkali kali .


" Ainun pamit ya umi "


Kesedihan tak dapat gadis sembunyikan lagi ia benar benar terpuruk kali ini, ia benar benar lemah kali ini.


" bangunlah nak, hapus air mata mu sayang, jangan nangis lagi ya, jaga dirimu disana, jangan tinggalkan sholat mu, ingat terus jenguk umi dan saudaramu yang lain "


" iya umi , Ainun akan terus kesini buat jenguk umi bang adam Ibrahim dan Maryam "


Ainun memeluk Ibrahim yang tiba tiba muncul dari belakang ibunya


" Ibrahim sayang , kakak boleh minta tolong ?"


" tolong apa kak ?"


" tolong jangan ngompol di kamar kakak ya"


" iya kak, Ibrahim gak ngompol kak Ainun kan paling gak suka kalau kamar nya bau Pesing"

__ADS_1


" pinter " sambil menyentuh hidung adiknya


Ainun menoleh ke arah Adam yang menangis segugukan di sebelah ibunya, seketika Ainun berlari memeluk abangnya dan ikut menangis


" Maafin Ainun bang "


" kamu gak salah kok dek kamu adikku paling hebat "


" Abang juga Abang kami yang paling hebat dan bertanggung jawab "


" jaga dirimu ya disana , jangan terlena dengan dunia ya , tetap jaga sholat mu"


" iya bang "


" Ainun titip umi jaga umi sebaik mungkin jangan biarkan umi menangis "


" siiiiiap tuan putri "


* memberi hormat


" sudah selesai Ainun, kita sudah bisa pergi ?"


" sudah pa"


" Ainun pamit ya umi, abang, hallo Ibrahim jaga umi ya dek "

__ADS_1


" iya kak siap Ibrahim akan jaga umi "


Ainun melangkah masuk kedalam mobil dengan berat hati ia pun membulatkan tekad nya untuk tetap memilih tinggal bersama ayahnya ikut bersama ayahnya .


__ADS_2