
Merekapun pulang dengan membawa hasil yang memuaskan.
sejak saat itu donat hasil buatan gadis habis terjual hasil dari donat yang membiayai hidup mereka.
Allah kembali menguji gadis, di tengah keberhasilan nya dalam berdagang tiba tiba Ibrahim jatuh sakit badannya panas, sementara gadis sedang berada di luar berjualan donat .
" Ya Allah Ibrahim panas sekali "(* panik)
" Abang, kepala Ibrahim sakit sekali "
" ya Allah, ia dek sabar ya dek kita kerumah sakit sekarang "(* menggendong belakang Ibrahim dan menggendong depan Maryam)
Adam menggendong kedua adiknya berlari mencari kendaraan mereka menuju rumah sakit .
Peluh yang menetes dari wajah Adam tak ia perdulikan lagi ia benar benar khawatir dan panik melihat kondisi adik nya
" Bertahan ya dek "
kondisi Ibrahim semakin lemah, jauh berjalan akhirnya mereka menemukan kendaraan
" Pak pak tolong kami, adik saya demam tinggi pak tolong antar kami kerumah sakit "
" bayar ongkos nya "
" berapa pak kalau boleh saya tau "
" 200rb "
"(* tertekun) mahal sekali pak saya gak bawa uang sebanyak itu "
" ya sudah kalau gak sanggup bayar"
Si bapak pergi begitu saja tanpa rasa iba didalam hatinya melihat seorang pemuda menggendong kedua bayi dan balita yang sedang sekarat
" yaa Allah kok tega sekali bapak itu, ya Allah kemana lagi aku cari kendaraan buat kami kerumah sakit "
Air mata Adam menetes ia benar benar khawatir dengan kondisi adiknya.
Di tengah keputusasaan nya tiba tiba sebuah mobil berhenti di depannya,
" bang Adam "
Ya... itu Ainun dan papa, mereka yang terus mencari keberadaan Adam dan ibunya akhirnya menemukan Adam di pinggir jalan .
" Ainun "
__ADS_1
Ayam menyeka air matanya
" Adam ,apa yang terjadi dengan adik adikmu ?"(* turun dari dalam mobil )
" Tolong pa, tolong kami, Ibrahim panas tinggi Adam takut terjadi apa apa sama Ibrahim tolong pa, bawa Ibrahim kerumah sakit "
" ya sudah ayo masuk masuk masuk "
" trimakasih pa "
Mereka menuju rumah sakit kondisi Ibrahim semakin buruk kesadaran nya mulai berkurang.
Sesampainya dirumah sakit Ibrahim di bawa ke ruang ICU sembari menunggu dokter memeriks kondisi adiknya mereka menunggu di luar .
"Apa umi sudah tau Ibrahim sakit bang?"
" gak, umi lagi di luar jualan donat "
" apa!! umi jualan donat ?"
"(* mengangguk) " * Adam
" Ainun sama papa udah lama cari Abang sama umi tapi gak pernah ketemu, Ainun juga udah berulang kali datang kerumah kita tapi tetap saja yang Ainun temukan pagar yang di gembok sebenar nya apa yang terjadi bang"
"(* menelan ludah ) nenek yang minta kami untuk pergi pa "
" kenapa ?, bukannya itu rumah peninggalan abi kalian kenapa di kuasai oleh nenek kalian?"
" dia slalu berpikir umi akan balik lagi sama papa dan papa akan menguasai harta Abi "
" astaghfirullah , sama sekali papa gak ada niat Nurul seperti itu , ya sudah papa cari umi kalian dulu, Ainun apa Ainun mau ikut sama papa ?"
"gak pa, Ainun disini aja sama Ibrahim lagian Ainun juga lagi gendong Maryam kasihan Maryam tidurnya terganggu pa "
" ya sudah, Adam saja ayo bantu papa cari umi"
" iya pa "
Merekapun pergi mencari umi, menyisiri kampung demi kampung mencari umi
Tiba tiba mereka melihat umi sedang di ganggu preman ,donat dagangan umi sudah berhamburan.
" itu umi pa, berhenti pa umi di ganggu preman "
Adam dengan panik turun dari dalam mobil untuk membantu ibunya, karena tubuh Adam dan ilmu bela diri Adam blm memadai diapun kalah oleh salah satu preman.
__ADS_1
" Hentikan!!!"
Gadis berteriak untuk menghentikan preman agar tidak memukuli putranya.
Gadis seketika memeluk Adam yang sudah terluka
" Adam gak papa umi "
" ya Allah anakku "
Tak tahan melihat putrinya di perlakukan brutal akhirnya , papa turun tangan menghajar satu persatu preman hingga tumbang dan kabur .
" Kamu gak papa Adam ?"
" gak papa pa cuma luka sedikit "
" ya sudah ayo kita masuk kedalam mobil "
gadis membopong tubuh Adam untuk masuk kedalam mobil, langkah nya terhenti tepat di dekat mobil
Adam menarik tangan uminya tapi di tahan oleh umi
" ayo masuk umi "
umi terdiam beliau masih terdiri di depan pintu mobil
" ayo masuk dek "
Gadis melangkah mundur
"kenapa umi mundur ? ayo masuk umi "
Gadis menggelengkan kepalanya.
" Ayo umi kita kerumah sakit, Ibrahim lagi sakit dirumah sakit "
" apa Ibrahim sakit ?"
" iya umi badannya panas ayo umi "
" ayolah gadis naik tidak apa apa "
dengan terpaksa gadis masuk kedalam mobil , ternyata tidak di sengaja masuknya gadis kedalam mobil di lihat oleh ibu mertua nya .
" itukan gadis, itu bukannya mobil mantan suaminya ? berani beraninya dia sudah mulai terang terangan dia berzinahnya , perempuan gatel "
__ADS_1