Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Di tolak


__ADS_3

Riki diam ia benar benar tidak bisa melakukan apa yang ibu nya katakan barusan.


Riki mengangkat dagunya sambil memejamkan mata .


" maaf mami, kalau mami minta Riki untuk pergi sejauh jauhnya dari sini Riki bisa tapi kalau minta Riki buat jauhi gadis itu sama saja mami minta riki buat jauh dari anak anak riki, riki gak bisa mi, Riki sudah buat hancur hidup mereka riki sudah banyak kesalahan sama mereka riki gak mau kesalahan itu terulang kedua kalinya Riki harap mami mengerti tentang ini "


Mungkin maksud ibunya baik karena khawatir si ibu mertua gadis yang licik itu menghalalkan segala cara untuk menyakiti putranya.


Semua berjalan lancar, Ibrahim sudah kembali sehat seperti semula .


Sementara Riki masih terus kepikiran tentang kehidupan gadis dan anak anaknya .


" ya tuhan... jujur aku kasihan melihat gadis dan perjuangan nya.


Aku gak tega dia harus di salah kan seperti itu, sejak dulu dia slalu menderita .


Apa aku minta dia rujuk saja bersama ku lagi lagipula masa Iddah nya kan sudah habis, tapi gak mungkin dia juga mau, aku tau dia sangat mencintai suaminya "


menaruh harapan untuk bisa rujuk kembali dengan mantan istrinya, setiap malam riki meluapkan harapan nya ke pada sang pencipta untuk menyatukan kembali dirinya dengan gadis tapi seperti nya harapannya akan di tentang keras oleh orangtuanya .


Mami tidak tinggal diam, mami mencari cara agar putranya menjauhi gadis, segala macam cara mami lakukan tapi Riki malah semakin dekat dengan anak Anak gadis dan semakin menyukai gadis .


Pagi harinya, Ainun meminta papa nya untuk mengantarkan nya kerumah kontrakan ibunya rikipun mengabulkan keinginan putrinya sesampainya di depan kontrakan langkah kaki Riki terhenti ia benar benar tidak tega melihat kondisi kontrakan gadis dan anak anaknya .


" Ada apa pa kok papa berhenti ?"


"(*mengangkat dagunya) gak papa sayang masuk aja papa tunggu di sini "


"Ya udah Ainun ke dalam ya pa "


" iya sayang "


blm masuk tiba tiba ibrahim datang berlari menghampiri mereka .

__ADS_1


" kakak "* teriakan Ibrahim


" Adikku ibrahim "


" kakak dari mana ?"


" kakak dari rumah mau jenguk adik kakak yang saleh "


" kakak kapan nginap disini kak ?"


" malam ini kakak nginap disini "


" kakak serius kak ?"


" iya Kaka serius kakak nginap disini "


" horeeeeeee..... asyik " *sambil loncat loncat


Begitu melihat sosok Riki yang berdiri di sebelah mobilnya, ibrahim semakin bahagia ia berlari menghampiri Riki lalu memeluknya erat .


Keduanya saling berpelukan , tiba tiba ibrahim berkata yang membuat Riki kaget


" Papa juga ikut nginapkan di sini ?"


Riki terkejut dengan mata melotot ia tersenyum manis pada balita itu


" Sayang, papa gak boleh tidur di sini yang ada nanti orang orang kampung marah sama papa sama umi juga kan kasihan umi di jahatin terus sama orang "


Ibrahim tertekun ia kecewa karena perkiraan nya salah


" yaaa....h padahal Ibrahim pengen papa tidur disini juga "


" gak mungkin nak "

__ADS_1


Mendengar keributan di luar rumah gadis keluar dari dalam rumah menghampiri mereka , begitu melihat ibunya Ainun memeluknya dan menciumnya berkali kali


" assalamualaikum umi "


", walaikumussalam nak "


" umi sehat kan ?"


" sehat sayang "


" umi.bolehkan Ainun nginap disini ?"


" MMM... boleh dong sayang masa gak boleh"


" Alhamdulillah kalau gitu Ainun ke dalam dulu deh yuk ibrahim kita ke dalam "


" ayok kak."


Ainun masuk kedalam rumah bersam Ibrahim hanya tersedia gadis dan Riki , gadis menundukkan kepalanya lalu berbalik badan berniat akan pergi tapi tiba tiba saja Riki memanggil namanya


" gadis "


langkah gadis terhenti


" pulanglah bang trimakasih sudah antar Ainun "


" iya sama sama , Abang boleh ngomong sebentar saja ?"


Gadis mengangguk kan kepalanya seraya memberi tanda ia mengizinkan Riki untuk bicada.


" Maaf sebelumnya, bukannya Abang merendahkan adek Abang tau kamu wanita yang kuat dan gak akan biarkan orang yang kamu sayang tersakiti, tapi dek apa gak sebaiknya adek pindah ke apartemen abang kasihan Adam Ibrahim sama Maryam harus tinggal dirumah kontrakan sempit seperti ini"


" trimakasih bang niatan baiknya tapi maaf gadis jauh lebih nyaman tinggal disini meskipun kecil dan sempet setidaknya ini jauh lebih nyaman trimakasih niatan baik Abang "

__ADS_1


" aku sudah tau jawaban kamu dek , pasti kamu akan terus menolak dan mencoba menjauhi Abang " * ucapnya di dalam hati


__ADS_2