
1 tahun telah berlalu...
Hari ini tepat dimana suaminya dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan yang merenggut banyak korban
dan tepat hari ini ulangtahun pertama Maryam .
Gadis mengadakan syukuran dirumahnya sekalian acara kirim doa untuk suaminya nanti malam.
Segala persiapan telah dilakukan, Adam yang bertanggung jawab dalam acara ini.
Diam diam Adam mengundang papanya tanpa sepengetahuan ibunya .
keluarga besar papa pun datang menghadiri acara sambil mengucapkan selamat untuk gadis .
kedatangan keluarga ini membuat gadis kaget begitu juga ibu mertuanya yang ikut kaget dan marah .
" Loh , kenapa keluarga mantan suamimu bisa hadir di acara ini gadis ?"
" gadis gak tau Bu "
" gak tau gimana bisa bisanya mereka hadir di acara keluarga seperti ini , kamu sengaja undang ya ?"
" demi apapun Bu , gadis gak tau gadis ada undang keluarga bang Riki "
" atau jangan jangan kamu memang blm bisa melupakan Riki ?"
" Bu,,, gadis mohon gadis mohon percaya saya gadis kali ini "
" gimana saya mau percaya , udah. kelas kelas keluarga mereka ada di sini "
Melihat ibu dan neneknya bertengkar di belakang Adam menghampiri nya dan berkata
" adam yang undang nek "
Nenek terdiam begitu mendengar pengakuan cucunya
" adam yang undang bukan umi, Adam sengaja undang papa kenapa nek ? nenek keberatan ?"
Nenek memalingkan wajah dan tidak bisa berkata apa-apa lagi
__ADS_1
" bukan umi yang undang tapi Adam bahkan umi pun gak tau kalau Adam undang papa "
" seharusnya kamu tanya dulu nenek , bukan main undang undang aja "
"loh kenapa nek, kan gak ada yang salah, papa itu papa kandung kami, papa dan umi yang bisa jadi mantan tapi Adam dan Ainun gak akan bisa jadi mantan anak papa , jadi tolong nek jangan pernah coba coba pisahkan kami dari papa "
Nenek terdiam seribu bahasa dengan wajah penuh amarah , melihat wajah mertuanya gadis membawa Adam ke depan dan berkata
" sudah nak jangan ngelawan sama nenek gak boleh gak baik bagaimanapun juga dia ibu dari Abi kalian "
" cukup umi ! Adam gak mau umi terus gak di salahin sama nenek "
" umi gak papa kalau pun harus di salahin sama nenek "
"tapikan apa yang nenek tuduhkan itu gak pernah benar umi "
" udahlah nak , sebaiknya kita kembali ke pesta "
" ayo umi "
Gadis bersama ke empat anaknya berdiri di depan menyambut para tamu undangan yang datang silih berganti.
begitu melihat kedua cucunya mami dan papi memeluknya dan berkali kali menciumnya , dan begitu melihat gadis mami menangis
"Apa kabar nak ?"
" Alhamdulillah baik mi "
" mami gak nyangka kamu masih mau manggil saya dengan sebutan mami "
" bagaimana pun juga mami tetap ibu saya dan nenek untuk anak anak saya "
" kamu wanita baik wanita hebat, kamu pasti bisa melewati semua ini "
" makasih mi "
mamipun bergeser dan di sambung oleh Erika kakak ipar gadis , begitu melihat gadis Erika juga ikut menangis ia seketika memeluk gadis dan berkata " kamu yang kuat ya "
" makasih kak "
__ADS_1
Kemudian di sambung adik iparnya
" Kak gadis , kakak gak lupakan sama aku?"
" gak dong kamukan adik kakak yang paling cantik "
" makasih Kaka "
Kemudian di sambung oleh papip , begitu berhadapan dengan gadis papip menangis.
Dulu papip yang menentang keras Riki untuk menceraikan gadis.
melihat perjuangan gadis dan garis hidupnya gadis papip sedih .
"Apa kabar nak ?"
" Alhamdulillah baik pa "
" Alhamdulillah , yang Kuat ya nak "
" iya pa trimakasih "
Mami menghampiri ibu mertua gadis berniat ingin memberi ucapan tapi yang ia dapatkan malah
" Selamat ya jeng, sudah nambah cucunya "
Ibu mertua membuang wajahnya dan tidak memperdulikan mami
" Jeng siapa nama cucunya ?"
" saya tau maksud kalian datang ke acara ini mau mengambil hati menantu saya kan biar Anak kamu dan menantu saya bersama lagi"
" astaghfirullah, jeng kami disini di undang kami gak ada niat lain lain "
" alah .. omong kosong, iyakan aja kenapa sih, keluarga kalian kan sudah bangkrut dan butuh suntikan dana , tau kalau menantu saya yang mewarisi harta anak saya makanya kalian mencoba mengambil hati menantu saya, saya tidak akan biarkan hal itu terjadi "
" ibu kenapa sih , kami datang kesini karena cucu saya karena kami menganggap nak gadis itu seperti anak kami sendiri , lagi pula Adam dan Ainun kan cucu saya juga kenapa kami tidak boleh mengunjungi anak anak kami, Bu tolong lah jangan buat cucu dan menantu ibu pelampiasan kekesalan itu setelah kehilangan putra anda "
" apa maksud anda ngomong seperti itu"
__ADS_1
" saya sudah tau semua nya , selama ini anda melarang anak saya Riki bertemu dengan anak anaknya karena ibu takut gadis jatuh cinta lagi sama anak saya kan, dan ibu melarang cucu saya bertemu bapaknya , ibu sadar gak sih bagaimana kalau seandainya cucu ibu itu di posisi cucu saya apa ibu terima ? "