
" memang gak seharusnya nenek ada disini nenek itu jahat gak punya hati nenek tega usir umi dari rumah milik umi sendiri yang Abi belikan khusus untuk kado hadiah ulangtahun umi kami " * Ainun
nenek terdiam seribu bahasa ia benar benar merasa bersalah kali ini ia disadarkan oleh cucu nya yang terus menyalahkan dirinya , atas apa yang ia lakukan pada cucu nya.
" Diam kamu Ainun ! Sudah pintar melawan kamu y, masih kecil sudah pandai adu argumen siapa yang mengajarimu ibu kalian yang mengajari kalian untuk melawan sama nenek , iya ibu kalian yang sudah racuni otak kalian dia sudah cuci otak kalian"
" Cukup nek , umi gak pernah hasut dan cuci otak kami , justru nenek lah yang slalu menghasut dan menjelekkan umi "
Ainun benar benar marah pada neneknya .
" dek udah jangan di terusin lagi kasihan umi "
Ainun menghela nafasnya untuk meredam amarahnya yang memuncak ia menoleh ka arah umi yang sedang menangis sambil menundukkan kepala nya ke kasur
" Baiklah kalau memang di mata kalian saya yang salah saya yang berdosa saya minta maaf ,ini semua terjadi karena ulah ibu kalian sendiri paham "
Kembali menyalahkan gadis, ibu mertua pergi begitu saja setelah mengucapkan kata kata itu .
Melihat ibunya menangis adam menghampiri ny dan berkata
" Umi baik baik saja kan "
Gadis mengangguk kan kepalanya memberi tanda ia baik baik saja .
Kondisi Ibrahim pun semakin membaik, besok harinya dokter sudah memberi izin ibrahim untuk pulang.
" umi , Ibrahim pengen pulang "
" Sabar ya nak bentar lagi dokter masuk cek kondisi kamu kalu sudah baik habis itu kita pulang "
" horeee....."
Ibrahim bersorak gembira di atas ranjang.
Tak berapa lama dokter pun masuk satu persatu ibrahim di cek dan beliau bekata
" Kondisi ibrahim sudah baik, dan sudah bisa pulang bu"
" masyaallah Alhamdulillah trimakasih dok "
" sama sama ingat ya nak jaga kondisi nya "
__ADS_1
" siap pak dokter "
Dokterpun pergi , gadis mulai bergegas menyusun pakaian Ibrahim didalam lemari kecil di dekat ranjang .
" Kita pulang kerumah lama kan umi ?"
gadis terdiam ia menghampiri Ibrahim dan memeluknya
" Ibrahim rindu kerumah kita nak ?"
"iya umi, ibrahim pengen tidur dirumah kita dulu "
" sabar ya nak semoga suatu hari nanti kita bisa tinggal di rumah itu lagi "
gadis memeluk ibrahim dengan rasa haru, sebelum pulang kerumah kontrkan, gadis menawarkan Ibrahim tawaran yang mengurangi rasa keinginan Ibrahim untuk pulang kerumah .
" gimana kalau kita habis dari rumah sakit kita kerumah Abi , Ibrahim mau ?"
" mau umi mau Ibrahim pengen cerita sama Abi mau ngadu sama Abi kalau nenek jahat sama kita "
Gadis kembali tertekun dengan kepintaran putranya .
"kasihan sih umi, ya udah deh Ibrahim gak jadi cerita sama Abi biar Abi tidurnya tenang di sana sama Allah gak banyak pikiran lagi "
" masyallah anak pintar umi "
Gadis memeluk putranya dengan rasa haru untuk ikut merasakan apa yang di rasakan oleh putranya .
Mereka bergegas menuju pemakaman , saat akan meninggalkan rumah sakit tiba tiba ketiga anaknya datang bersama mantan suaminya yang terus ikut berjaga di rumah sakit meskipun riki tidur di luar ruangan .
" mau kemana dek ?"
" ini mau ajak Ibrahim kepemakaman Abi mereka "
" apa gak sebaiknya besok aja kasihan kan ibrahim masih lemas kamu juga apa gak kecapean begadang beberapa malam ini jagain Ibrahim "
" gak papa aku kuat kok "
" jangan bandel deh , dengerin apa kata orang demi kebaikan kamu juga kan "
" Bener kata papa, umi istirahat dulu besok baru kita ke makam Abi" * Ainun
__ADS_1
" ya udah , umi pulang aja Adam mau ikut umi atau bagaimana ?"
" ikut umi "
kata adam yang sedang menggendong Maryam
" Ainun juga ikut umi , boleh kan pa Ainun nginap dirumah umi malam ini "
" boleh boleh aja sih papa gak ngelarang kok nak "l
" makasih pa"
"seandainya kedua orangtua ku ini rujuk kembali mungkin aku adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini "(suara hati Ainun )
" jujur aku senang lihat umi sama papa baikan seandainya mereka bisa bersama lagi seperti dulu mungkin aku adalah orang paling bahagia di dunia " (suara hati Adam )
Berharap keajaiban bisa menyatukan kedua orangtuanya ini kembali .
Kedekatan mereka pun terdengar di telinga mami, mami yang mengkhawatirkan keadaan menentang dan melarang Riki untuk dekat dengan gadis .
sesampainya dirumah setelah pulang mengantar gadis dan anak anaknya ke rumah kontrakan, tiba tiba saja mami memanggil riki.
" Baru pulang nak ?"
" iya omah " Sambil berjabat tangan dengan nenek nya
" Ainun masuk kekamar dulu y omah mau bicara sama papa sebentar ya "
" iya omah "
" ada apa mi ?"
" dari mana saja kamu sudah 3 hari ini kamu gak pulang kemana kamu ?"
"maaf mi Riki lupa kasih kabar mami kalau anak ny gadis masuk rumah sakit beberapa hari ini maaf ya mi , Riki ke kamar dulu ya mi capek mau istirahat "
" tunggu sebentar Riki mami blm selesai bicara"
" ada apa lagi mi ?"
" Jauhi gadis "
__ADS_1