
Teringat perkataan almarhum abinya yang mengatakan bahwa mereka mempunyai ayah biologis yang bernama Riki membuat Arum bertanya tanya, ia ingin sekali bertemu dengan sang ayah mengenali wajahnya walaupun cuma sebentar, tapi rasa keingintahuan nya di tepis oleh Adam yang melarang adiknya arum mencari ayah mereka.
" Arum akan cari tau soal papa "
" buat apa dek, kita kan udah tau siapa papa kita apalagi "
"tapi Ainun gak tau wajah papa itu gimana kak"
" ada saat nya kita tau gimana wajah papa "
"kakak kenapa sih bukannya almarhum abi udah pernah ngomong kita gak boleh dendam sama papa "
" iya dek kakak tau tapikan cara papa melupakan kita itu yang buat kakak gak habis pikir sama papa"
"papa gak pernah lupa kak buktinya dia slalu penuhi tanggung jawab nya sebagai papa , Ainun akan tetap cari papa dimana pun papa berada "
Tak menghiraukan larangan saudara kembarnya , rasa penasaran Ainun membuat ia ingin tau keberadaan ayahnya dimana.
mencari ke sumber informasi yang ia dapatkan tapi tetap hasilnya nol ia tetap tidak menemukan papa nya, informasi yang dia dapat dari orang orang
papa nya seorang pengusaha muda kaya raya ia sudah menikah dua kali, pernikahan pertama nya gagal dengan wanita bercadar "ya itu ibu ku " ucap Ainun dengan wajah polosnya
saat itu wanita bercadar itu sedang mengandung sehabis melahirkan ibunya pun di talak oleh suaminya, hanya karena faktor orang ketiga, setelah mencerai kan istri pertama nya ia kemudian menikah dengan istri keduanya yaitu perusak rumah tangga nya dengan istri pertama dengan tuduhan istri kedua dihamilinya, setelah itu lahirlah anak ketiga papanya yang ternyata bukan anak kandung papanya tapi itu anak selingkuh istri kedua dengan seorang dokter, mereka berselingkuh di depan mata papa dan akhirnya papa ceraikan lagi, begitulah kira kira sepenggal cerita yang di dapat oleh Ainun dari seorang pekerja rumah tangga di rumah neneknya ibu dari ayahnya.
Alamat rumah nenek sudah di kantongi nya selepas pulang sekolah Arum singgah kerumah neneknya
__ADS_1
ia mengetuk pintu rumah yang begitu besar seperti istana .
" Permisi assalamualaikum"
seseorang dari dalam membuka kan pintu yang ternyata si asisten rumah tangga yang bercerita padanya tadi.
tak lama kemudian setelah si asisten rumah tangga masuk kedalam rumah keluar seorang nenek berpakaian rapi dan berjilbab dari dalam rumah .
" mau cari siapa ya ?"
" maaf nek, saya mau cari papa Riki , apa benar ini rumah papa Riki ?"
Nenek itu terdiam sambil melihat Ainun dari ujung kaki sampai kepalanya
" Ini Ainun ? " ucapnya dengan mata berkaca-kaca
" masyaallah, ini Ainun cucu nenek"
nenek seketika memeluk Ainun begitu mendengar pengakuan Ainun, keduanya saling berpelukan dengan mata berkaca-kaca Ainun berkata " Papa dimana nek ?"
" papa Riki udah gak tinggal di Indonesia lagi sayang "
"yaaa.... jadi Ainun gak akan bisa ketemu sama papa dong nek "
" jangan panggil nenek sayang panggil omah ya biar gak kedengarannya tua sekali "
__ADS_1
" hihi iya nek eh maaf omah "
" ayo masuk sayang ini rumah kamu juga loh"
" lain kali aja omah, Ainun masih harus ke pemakaman "
" loh ada apa kok ke pemakaman siapa yang meninggal "
" omah gak tau, Abi kami sudah meninggal dunia "
" Astaga, anhar maksud nya ?"
" iya omah "
" ya tuhan, kenapa omah sampai gak tau ya , ya udah ntar omah datang kerumah ibu mu "
" iya omah, Ainun pamit ya omah assalamualaikum "
" walaikumussalam, Ainun di antarin sama supir omah ya?"
" gak usah omah Ainun naik taksi aja "
" ya udah hati hati di jalan ya "
" iy omah "
__ADS_1
Ainun pulang dalam keadaan sedih, ia mengira papanya menetap di Indonesia ternyata salah papa tidak lagi menetap di Indonesia.