
"maaf dek bukannya Abang membela Oma atau mendukung apa yang omah bilang cuma Abang gak mau trus terusan ada keributan di meja makan adek gak bisa nurut aja apa yang omah mau, adek buka cadar adek kalau ada pertemuan keluarga kita biar omah bisa lihat wajah adek sama keluarga yang lain dek"
Gadis terdiam hatinya sedikit terenyuh mendengar permintaan suaminya ia tidak bisa berkata kata sebab kalau ia melawan sama saja ia durhaka pada suaminya
ia menarik nafasnya lalu berkata " ia bang"
"maaf ya dek Abang capek dengerin ocehan omah yang slalu permasalahan in cadar kamu terus, kalau gitu Abang ke kantor dulu ya assalamualaikum"
"walaikumsalam bang hati hati di jalan bang"
"iya sayang"
🪐 setelah berada di kantor Riki memarkirkan mobilnya tiba tiba
"selamat pagi sayang ku"
"Agnes , aku pikir kamu siapa"
agnes langsung memeluk Riki dari belakang "lepasin agnes nanti kalo ada yang liat gimana?"
"bagus dong jadi aku gak harus sembunyi sembunyi lagi kan"
"tapi Agnes"
"Aku akan tanggung apapun resikonya" ucapnya dengan mata berkaca-kaca, akhirnya donipun kemakan omongan nya dan mengiyakan hubungan terlarang mereka itu benar benar terjadi.
Mereka kerap jalan berdua tanpa sepengetahuan gadis dan keluarga mereka yang tau hanya teman teman satu raunian mereka waktu itu .
"kamu gila nes , kamu tua sendirikan Doni udah punya istri masa lu masih mau deketin dia"
"dia milik ku sejak awal dia punya ku dan di rebut wanita itu akan aku rebut kembali apa yg sudah jadi milikku"
"wah ... gila lu nes"
"hahaha gak masalah salah dia kenapa rebut milikku"
Mereka sering melarang nya tapi agnes semakin menggila bahkan ia terus membuat doni merasa nyaman di sampingnya dan membuat jarak antara kedua suami istri ini.
__ADS_1
"Besok kita gak bisa ketemu ya"
"kenapa sayang"
"aku rencana mau ngajak keluarga aku ke puncak"
"gak mau aku ikut"
"jangan dong nanti gadis tau"
"gak mau pokok nya aku ikut titik, kalau kamu gak ngajakin aku, lihat aja aku samperin ke puncak"
"sayang... jangan gitu aku tetap ngabarin kamu"
"gak mau nanti kamu d puncak hanimoon lagi gak mau"
"ya gak lah sayang, aku mau bawa keluargaku juga jalan jalan karena ada omah juga kan"
"ya udah deh terserah kamu aja , jangan lama lama"
"gak cuma 4 hari di sana "
Saat asyik ngobrol di cafe tempat kesukaan mereka dulu sewaktu pacaran, kebetulan Khalifah lewat bersama teman nya melihat sang kakak ipar sedang bermesraan dengan wanita lain Khalifah terdiam dari kejauhan
"itu bukan nya Abang ipar kamu fah"
"yang mana Din"
"itu loh dipojokan sana"
"iya yah kok sama cewek lain itu siapa ya?"
"itu kakak kamu fah kok gak pake cadar ?"
"bukan deh aku gak kenal siapa cewek itu"
"samperin geh fah aku takut jangan jangan Abang kamu macem macem lagi"
__ADS_1
"kayak nya gak usah deh biarin aja mana tau teman kerja dia kan"
"iya sih fah cuma teman kerja kok mesra mesraan gitu sih fah"
"husnuzan aja deh Din "
Ternyata bukan cuma Khalifah yang melihat Riki sebaliknya Riki juga melihat Khalifah yang sedang memperhatikan nya.
"haduhh gawat"
"gawat kenapa sayang?"
"itu adik ipar aku sayang"
"adik ipar siapa ?
"adik ipar aku adik kandung nya gadis dia udah lihatin aku trus lagi haduhh tukan dia nyamperin kita"
"assalamualaikum kak"
"eh Khalifah walaikumsalam dek sama siapa kesini?"
"sama teman kak kakak sama siapa?"
"emmm... sama teman juga dek rekan bisnis kakak"
"oh..."
"plin plan baget tadi teman sekarang rekan bisnis yang mana sih yang betul"ucap Dinda yang sangat mencurigai gelagat Abang ipar teman nya.
"hussst , kalau gitu Khalifah pamit pulang ya kak takut nanti lama lama ibu kostnya nyariin kita"
"iya iya dek " Riki merogok kantongnya dan mengambil sebuah dompet lalu menarik beberapa lembar uang dari dalamnya
"nih buat beli jajan kamu"
"makasih kak salam buat kak gadis "
__ADS_1
"iya dek nanti kakak salamin sama gadis "