Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Doa suami yang terkabul


__ADS_3

Di sepinya malam, setelah menemani anak anak nya untuk tidur dan selesai menyusui si kecil, gadis teringat tentang masa masa indahnya bersama suaminya, semenjak ia hamil Ibrahim dulu saat rumah tangga mereka di uji oleh Allah dengan hilang nya ingatan nya membuat gadis menyadari besarnya cinta dan kasih sayang suaminya untuk nya,


ia yang slalu merasa bersalah blm bisa menjadi istri yang baik dan Sholeha untuk suaminya tapi suami yang slalu menerima kekurangan istirnya baik di fisik dan perilaku yang salah setiap kali gadis lakukan slalu di maafkan dan tak bosan bosan sang suami mengingatkan .


Ada suatu kejadian, di waktu dulu ia sedang sakit saat mengidam di kehamilan ke empatnya ini ia sempat bolak balik rumah sakit karna kondisinya semakin menurun tapi suami nya slalu setia menemani nya sampai benar benar pulih.


Teringat kenangan manis sewaktu suaminya masih ada membuat hati gadis semakin teriris ia semakin merasa sakit


" kamu dimana mas aku merindukan mu, kasih kami petunjuk keberadaan mu mas kami merindukan mu, anak kita keempat sudah lahir mas Allah kabulkan doamu mas "


palsback ke saat pertama kali gadis di nyatakan hamil.


Saat sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak anak nya tiba tiba saja gadis terjatuh


" ada apa sayang kenapa wajahmu pucat sekali ?"


" aku gak tau mas , akhir akhir ini badan ku terasa berat sekali mual pusing kayak masuk angin "


" astaghfirullah, sayang udah makan ?"


" gak enak makan sayang "


" jangan jangan umi hamil Abi " sambung Ainun sambil menikmati makanan yang tersedia di meja makan


" huusst,! adek gak sopan ikut campur urusan orangtua "


" maaf bang tapikan dulu waktu mau hamil Ibrahim umi juga gitu dulu iya kan umi "

__ADS_1


" iya juga sih , umi juga merasa beda aja "


" gimana kalau kita ke dokter sekarang umi?"


saran dari Adam di setujui oleh kedua orang tua nya, yang segera menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi umi yang sebenarnya.


benar saja perkiraan Ainun , kalau uminya memang benar hamil.


kebahagiaan terpancar dari wajah keluarga ini akan kedatangan anggota keluarga baru .


seluruh orang didalam keluarga ini memberikan perhatian yang luar biasa untuk umi bahkan Abi yang slalu mengistimewakan istrinya di kehamilan ini, yang ternyata terakhir kalinya ia menemani istrinya saat saat hamil. sewaktu janin sudah bisa di ketahui jenis kelamin nya oleh dokter, papa semakin bersemangat karena papa mengigikan anak perempuan untuk melengkapi keluarga kecil mereka.


"Kalau papa boleh di kasih pilihan papa pengen si kecil laki laki apa perempuan ?"


" kalau papa boleh minta sama Allah papa pengen anak perempuan umi, biar papa bahagia nantinya di akhirat kalau bisa sih 3 anak perempuan umi "


" aamiin "


"Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya dan menanggungnya maka dia pasti mendapatkan syurga". (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata; ada yang bertanya. Wahai Rasulullah, jika hanya dua? (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) menjawab, "Walau hanya dua". (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata; maka sebagian kaum berpendapat: jika ada yang bertanya dengan hanya satu, maka beliau akan menjawabnya.


Ketiga, perlindungan api neraka".


" masyaallah aamiin semoga doa Abi selalu di kabulkan oleh Allah "


Gadis menyeka air mata nya memandang langit seolah memberi tahu kan betapa sakitnya hatinya harus kehilangan orang yang dia cintai .


" aku harus kuat ,aku harus kuat demi anak anak, seandainya aku tau ini akan terjadi aku gak akan kasih izin kamu mas buat pergi, astaghfirullah apa yang aku ucapkan ya Allah ampuni hamba sudah menyalahi takdir mu ya Allah, hamba tau ini yang terbaik untuk hamba anak anak hamba "

__ADS_1


Melihat putrinya bersedih, umi menghampiri nya dan berkata " Gadis "


Gadis berbalik badan melempar senyuman pada ibunya untuk menutupi kesedihan nya


" umi belum tidur ?"


" blm , umi gak bisa tidur, umi masih nunggu kabar dari Adam "


" Adam belum ada kasih kabar umi ?"


" belum nak, cuma umi lihat mertua kamu sudah pulang dari rumah sakit "


" o ya, berarti cuma Adam yang nunggu di rumah sakit Bu ?"


" iya nak, kamu kok blm tidur gak bagus busui ( ibu menyusui) tidurnya larut malam terus kasihan si kecil nanti produksi asimu gak bagus nak "


" gadis gak bisa tidur Bu , rasanya setiap kali gadis memejamkan mata gadis teringat wajah mas anhar "


Ibu mendekap tubuh putrinya memberikan kekuatan untuk nya


" sayang, umi tau apa yang kamu rasakan nak, tapi pikirkan anak anakmu juga mereka butuh kamu, kalau kamu terus menerus larut dlam kesedihan kasihan bayimu "


Gadis mengangkat dagunya, untuk menahan agar air matanya tidak mengalir


" umi benar , gadis harus kuat demi anak anak, tapi gadis blm siap kehilangan suami gadis umi untuk kedua kalinya "


Tak dapat membendung air matanya gadis menangis dipelukan ibunya

__ADS_1


" menangis lah nak keluarkan air matamu, lepaskan kesedihan mu nak , umi akan slalu ada untuk mu "


Adam yang masih menahan kantuknya untuk mendapat kan informasi lebih lanjut bahkan ia memilih tidur di koridor rumah sakit bersama para keluarga korban yang masih menunggu informasi sampai pagi .


__ADS_2