Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Apa masih ada perasaan di antara keduanya?


__ADS_3

Malam harinya , setelah selesai menyiapkan hidangan di meja makan untuk anak anak nya.


" ayo makan nak "


Satu persatu mereka berlari ke meja makan


" waah... enak baget umi lauk kita makan hari ini"


" iya sayang umi masak khusus untuk anak anak umi "


"maaf umi , bukannya Adam gak suka masakan umi tapi apa umi punya uang ?"


Gadis tersenyum " sayang, umi punya uang kok besok umi akan mulai jualan lagi "


" Ainun ikut ya umi "


" jangan dong masa Ainun ikut jangan, Ainun sekolah aja Adam juga gitu bukannya kalian 6 bulan lagi mau berangkat kan "


" Adam pikir pikir Adam gak jadi pergi umi "


" kenapa sayang "


" Adam gak usah kuliah Adam bantu umi jualan aja "


" gak gak gak umi gak setuju , kamu harus kuliah ya, jangan gak kuliah umi aja dulu pengen sekali kuliah tapi rezeki orangtua umi, kelak kamu bisa membantu adik adikmu nak"


" iya umi"


...****************...


Siang harinya, pulang dari menjual donat, gadis pergi berziarah ke makam suaminya .


sesampainya disana,


berulang kali ia menarik nafas dan menghelanya rasa sesak di dadanya ingin ia ceritakan semua pada suami yang sekarang hanya tinggal di alam yang berbeda.


Gadis berusaha tegar ia berusaha untuk tidak menetes kan air matanya.


" Assalamualaikum mas , gadis datang, maaf baru bisa jenguk mas disini , gadis baru pulang jualan mas, apa kabar nya disana semoga mas di lapangkan kuburnya di ampuni dosa dosanya, aku janji mas aku janji akan kuat dan gak boleh nangis seperti pesan mas dulu, tapi kali ini aku udah coba untuk tersenyum untuk kuat tapi aku gak bisa mas aku gak bisa sulit sekali"


Gadis menangis di atas pusara suaminya, ia benar benar rapuh kali ini .


" Astaghfirullah, ampuni hamba ya Allah bukannya aku menyalahi takdir mu tapi aku blm siap berada di posisi ini "


dia terus terisak di atas makam, Tiba tiba sebuah sapu tangan di depan wajahnya . Seketika gadis beranjak dan berdiri betapa kagetnya dia pria yang berdiri di belakang nya itu ternyata Riki .


" Bang, kok bisa ada disini "


" Abang tadi ke kontrakan, kata anak anak adek jualan keliling makanya Abang cari keliling adek gak ada makanya Abang datang kesini, Abang nyakin adek pasti disini "

__ADS_1


Gadis melangkah mundur ia benar benar menjaga marwahnya sebagai seorang janda .


" Hapus air mu dek, kasihan almarhum kalau melihat kamu harus menangis seperti tadi"


gadis memalingkan wajahnya, menolak untuk mengambil sapu tangan di tangan Riki ia malah pergi meninggalkan Riki di pemakaman.


beralih ke sekolah Adam dan Ainun, selesai pelajaran sekolah merekapun pulang bersama sama. di perjalanan Adam berpikir ingin menyatukan kembali kedua orangtuanya.


" Dek "


" apa bang "


" menurut kamu gimana kalau kita buat umi sama papa rujuk kembali "


" ahhh... gak mungkin kak umikan gak mau sama papa "


" ya itu dia tugas kita gimana caranya biar umi sama papa bisa baikan lagi "


" gak mau ah kak, ainun tau umi sayang baget sama almarhum abi "


" iya kakak tau tapi kan kita maksud nya baik demi kebaikan kita juga , kakak nyakin jauh di dalam hati umi sama papa masih saling mencintai "


" Hmmm... gimana yah pak, Ainun takut "


" jangan takut kita coba aja dulu mana tau masih jodohkan "


" ya udah deh terserah kakak aja "


" kenapa umi menangis ?"


gadis tersenyum" siapa bilang umi menangis gak! umi gak nangis "


" umi kangen ya sama Abi ?"


Gadis tersenyum kembali


" Sayang, siapapun perempuan yang di tinggal meninggal suaminya pasti akan merindukan nya "


Adam meraih tangan ibunya dan berkata


" umi Adam boleh tanya satu hal ?"


" boleh nak "


" umi kenapa pisah dulu sama papa ?"


Gadis memalingkan wajahnya


" kenapa Adam nanya itu sama umi ?"

__ADS_1


" adam pengen tau umi , Adam sudah dewasa Adam mau tau kenapa umi sama papa bisa pisah "


" ceritanya panjang sekali tapi intinya umi sama papa gak berjodoh sayang "


" Kalau tuhan bilang umi sama papa berjodoh lagi apa umi mau ?"


Gadis terdiam ia tidak tau harus memberi jawaban apa .


" hmm... sepertinya umi harus buat adonan lagi deh ya maaf ya sayang mumpung Maryam juga tidur ya maaf ya umi tinggal dulu "


" kenapa umi menghindar buat jawab pertanyaan aku ya ? apa umi udah gak ada perasaan apa apa lagi sama papa "


Tak puas dengan jawaban ibunya, besok paginya Adam menemui ayah nya untuk menanyakan hal yang sama .


" uang jajan Adam sudah papa teransfer ke rekening umi ya "


" pa, Adam gak minta uang papa, Adam cuma mau tanya satu hal tapi jawab jujur "


" waduh mau tanya apa nak kok papa deg-degan "


" ayolah pa serius "


" ok ok papa serius "


" Pa, apa papa masih ada perasaan sama umi ?"


Riki kaget dan tiba tiba batuk


" huhukhukhuk huk huk "


" papa minum dulu pa "


Riki tersenyum lebar


" Sayang pasti Karena umi ibu dari anak anak papa yang ganteng dan cantik "


" ayolah pa seriussss"


" papa sudah serius nak "


" kalau di pilihkan apa papa mau balikan lagi sama umi ?"


" Gimana yah nanti papa bilang mau tapi umi kalian gak mau gimana dong kan kasihan juga kalau di paksa "


" jadi intinya papa mau ?"


Riki tersenyum menandakan ia bersedia kalaupun harus rujuk kembali dengan mantan istriny.


" Yeesss......"

__ADS_1


Adam bersorak gembira ia memeluk papanya berulang kali .


__ADS_2