Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Apa boleh Ibrahim panggil papa ?


__ADS_3

Dengan perasaan bersalah , Ainun menghampiri ibunya di dalam ruang kerja Abi di butik .


begitu masuk ke dalam ia sedih melihat ibunya menangis sambil menggendong Maryam di tangannya .


" Assalamualaikum umi "


" walaikumussalam nak"


" boleh Ainun ngobrol sebentar umi"


" boleh nak "


" Maryam biar Ainun aja yang gendong umi"


" udah gak papa Maryam sama umi aja "


Ainun menarik nafasnya ia benar benar merasa bersalah dengan ucapannya tadi


" Umi marah ya sama Ainun ?"


" kenapa umi marah ?"


Ainun memejamkan matanya karena merasa tidak enak untuk meminta maaf


" maafin Ainun umi, soal ucapan Ainun tadi, Ainun gak ada bermaksud apa apa umi maafin Ainun , perkataan Ainun tadi udah buat hati umi sakit "


Umi menunduk kan kepalanya, sejujurnya umi masih sakit hati dengan perkataan putrinya bagaimana pun hati seorang ibu meskipun sudah di sakiti anaknya berulang kali ia akan tetap memaafkannya .


" Umi udah lupakan itu nak, umi sudah maafkan sayang "


Mendapat maaf dari ibunya Ainun langsung memeluk ibunya dan menciumnya .


" Ainun janji kedepannya Ainun bakal lebih hati hati lagi "


Setelah suasana kedua ibu dan anak ini membaik, papa yang masih bermain dengan Ibrahim di depan toko sambil bercerita dan makan eskrim kesukaan Ibrahim sewaktu Abi masih hidup .


"om siapa ? kok baru ini Ibrahim lihat ?"

__ADS_1


" kenalin nama om Riki, om ini papa nya mas Adam "


" ooh, kok mas Adam gak pernah cerita punya papa "


" o ya , mungkin mas Adam lupa nak "


" tunggu deh om, om ini papanya mas Adam trus Abi gimana ?"


Riki tersenyum ia tidak mungkin menjelaskan sedetail mungkin pada anak sekecil Ibrahim ini.


" Abi ya, abinya mas Adam juga sama seperti kamu nak , kalau boleh om Riki tau siapa nama kamu nak ?"


"nama aku Ibrahim om, aku pengen jadi tentara om "


" waaah... aamiin semoga terkabul ya nak nanti kalau udah besar jadi tentara kalau boleh om tau kenapa Ibrahim pengen jadi tentara ?"


" karena Ibrahim mau jagain umi om , oiya om boleh gak Ibrahim panggil oom juga papa ?"


Wah wah wah... ini bocil nambah lagi deh , mungkin dia pengen sama seperti saudaranya yang lain tanpa dia tau apa yang terjadi gimana nih Riki ? mau gak ya kira kira dia di panggil papa juga sama Ibrahim


Riki terdiam sambil tersenyum


"boleh "


" yeeee.... makasih ya om ganteng "


" iya sayang "


" jadi mulai hari ini Ibrahim panggil oom papa ya ?"


" iya "


" Ibrahim , Ibrahim "


gadis melambaikan tangannya untuk memanggil Ibrahim masuk ke dalam butik


" pa , umi manggil Ibrahim , Ibrahim kesana dulu ya pa "

__ADS_1


" iya jangan lari ya "


" iya pa "


Ibrahim lari menemui gadis yang berdiri di depan toko


" Ada apa umi ?"


" Ibrahim masuk yuk main nya didalam aja "


" gak mau Ibrahim mau main sama papa"


Seketika gadis kaget mendengar putra nya Ibrahim memanggil Riki dengan sebutan papa


" boleh umi dengar sekali lagi Ibrahim ngomong apa nak ?"


" Ibrahim masih mau main sama papa "


Gadis menutup matanya


" sayang, kenapa Ibrahim panggil oom itu papa ?"


" emangnya kenapa umi ? mas Adam sama mbak Ainun panggil oom itu papa kenapa Ibrahim gak boleh ?"


" sayang, oom tadi itu memang papanya mas sama mbak, kalau Ibrahim papa nya Abi "


"jadi Ibrahim gak boleh manggil oom itu papa?"


" kalau Ibrahim gak keberatan gak boleh sayang panggil oom aja ya "


" gak mau Ibrahim mau panggil papa, oom itu baik umi kenapa umi gak suka ?"


" sayang, iya umi tau baik cuma kan ada batasan nya yah boleh ya ?"


" ya udah umi"


" makasih nak udah mau nurut apa yang umi bilang "

__ADS_1


" iya umi "


__ADS_2