
Dengan perasaan bersalah , Ainun menghampiri ibunya di dalam ruang kerja Abi di butik .
begitu masuk ke dalam ia sedih melihat ibunya menangis sambil menggendong Maryam di tangannya .
" Assalamualaikum umi "
" walaikumussalam nak"
" boleh Ainun ngobrol sebentar umi"
" boleh nak "
" Maryam biar Ainun aja yang gendong umi"
" udah gak papa Maryam sama umi aja "
Ainun menarik nafasnya ia benar benar merasa bersalah dengan ucapannya tadi
" Umi marah ya sama Ainun ?"
" kenapa umi marah ?"
Ainun memejamkan matanya karena merasa tidak enak untuk meminta maaf
" maafin Ainun umi, soal ucapan Ainun tadi, Ainun gak ada bermaksud apa apa umi maafin Ainun , perkataan Ainun tadi udah buat hati umi sakit "
Umi menunduk kan kepalanya, sejujurnya umi masih sakit hati dengan perkataan putrinya bagaimana pun hati seorang ibu meskipun sudah di sakiti anaknya berulang kali ia akan tetap memaafkannya .
" Umi udah lupakan itu nak, umi sudah maafkan sayang "
Mendapat maaf dari ibunya Ainun langsung memeluk ibunya dan menciumnya .
" Ainun janji kedepannya Ainun bakal lebih hati hati lagi "
Setelah suasana kedua ibu dan anak ini membaik, papa yang masih bermain dengan Ibrahim di depan toko sambil bercerita dan makan eskrim kesukaan Ibrahim sewaktu Abi masih hidup .
"om siapa ? kok baru ini Ibrahim lihat ?"
__ADS_1
" kenalin nama om Riki, om ini papa nya mas Adam "
" ooh, kok mas Adam gak pernah cerita punya papa "
" o ya , mungkin mas Adam lupa nak "
" tunggu deh om, om ini papanya mas Adam trus Abi gimana ?"
Riki tersenyum ia tidak mungkin menjelaskan sedetail mungkin pada anak sekecil Ibrahim ini.
" Abi ya, abinya mas Adam juga sama seperti kamu nak , kalau boleh om Riki tau siapa nama kamu nak ?"
"nama aku Ibrahim om, aku pengen jadi tentara om "
" waaah... aamiin semoga terkabul ya nak nanti kalau udah besar jadi tentara kalau boleh om tau kenapa Ibrahim pengen jadi tentara ?"
" karena Ibrahim mau jagain umi om , oiya om boleh gak Ibrahim panggil oom juga papa ?"
Wah wah wah... ini bocil nambah lagi deh , mungkin dia pengen sama seperti saudaranya yang lain tanpa dia tau apa yang terjadi gimana nih Riki ? mau gak ya kira kira dia di panggil papa juga sama Ibrahim
Riki terdiam sambil tersenyum
"boleh "
" yeeee.... makasih ya om ganteng "
" iya sayang "
" jadi mulai hari ini Ibrahim panggil oom papa ya ?"
" iya "
" Ibrahim , Ibrahim "
gadis melambaikan tangannya untuk memanggil Ibrahim masuk ke dalam butik
" pa , umi manggil Ibrahim , Ibrahim kesana dulu ya pa "
__ADS_1
" iya jangan lari ya "
" iya pa "
Ibrahim lari menemui gadis yang berdiri di depan toko
" Ada apa umi ?"
" Ibrahim masuk yuk main nya didalam aja "
" gak mau Ibrahim mau main sama papa"
Seketika gadis kaget mendengar putra nya Ibrahim memanggil Riki dengan sebutan papa
" boleh umi dengar sekali lagi Ibrahim ngomong apa nak ?"
" Ibrahim masih mau main sama papa "
Gadis menutup matanya
" sayang, kenapa Ibrahim panggil oom itu papa ?"
" emangnya kenapa umi ? mas Adam sama mbak Ainun panggil oom itu papa kenapa Ibrahim gak boleh ?"
" sayang, oom tadi itu memang papanya mas sama mbak, kalau Ibrahim papa nya Abi "
"jadi Ibrahim gak boleh manggil oom itu papa?"
" kalau Ibrahim gak keberatan gak boleh sayang panggil oom aja ya "
" gak mau Ibrahim mau panggil papa, oom itu baik umi kenapa umi gak suka ?"
" sayang, iya umi tau baik cuma kan ada batasan nya yah boleh ya ?"
" ya udah umi"
" makasih nak udah mau nurut apa yang umi bilang "
__ADS_1
" iya umi "