Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
keinginan terakhir abi


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, Adam bertemu dengan ibunya , meminta ibunya untuk pulang saja soal adik nya biar Adam yang mengurusnya kebetulan tantenya Khalifah bekerja di rumah sakit dimana Ibrahim di rawat, gadispun akhirnya pulang kerumah.


Besoknya kondisi Ibrahim mulai membaik, gadis dan Ainun datang kerumah sakit untuk menjenguk Ibrahim.


" Assalamualaikum anak Soleh umi "


" horeeee umi datang "


Ibrahim bersorak gembira begitu melihat ibunya masuk kedalam kamar nya


" udah gimana kondisi Ibrahim nak ?"


" kepala Ibrahim udah enak umi"


" Alhamdulillah, Ibrahim pengen apa nak ?"


" Ibrahim gak pengen apa apa umi, Ibrahim cuma pengen ketemu Abi "


Gadis terdiam ia tidak mungkin mengabulkan permohonan anaknya Ibrahim kali ini.


" Bisakan umi ?"


gadis tersenyum " bisa dong sayang, tapi janji sehat dulu habis itu kita ketemu Abi ya "


"Apa Abi udah pulang umi ?"


" Hmmm... nanti ya kita lanjutin lagi ceritanya soal Abi ya nak "


" kenapa umi ? Ibrahim rindu sama Abi"


" Ibrahim mau dengar apa yang umi bilang ?"


" mau umi "


" ayo nak angkat tangan Ibrahim minta tolong sama Allah semoga Abi bahagia disana dan suatu saat nanti kita bisa berkumpul kembali bersama Abi "


Seakan ingin menangis di dalam hatinya, tapi di luar ia harus tetap tersenyum untuk anak anaknya .


Ainun dan Adam yang melihat perjuangan ibunya untuk menutupi kesedihan nya , memeluk ibunya dari belakang .

__ADS_1


Kondisi Ibrahim pun mulai membaik, dan dokter sudah menginzinkan nya untuk pulang.


selama di perjalanan, Ibrahim terus bertanya


" Jadi kan kita ketemu Abi umi ?"


" jadi nak, Sabar ya kita pulang dulu besok kita baru jumpain Abi ya "


" kenapa gak sekarang aja umi ?"


" sayang, tadikan Ibrahim dengar dokter bilang apa katanya Ibrahim harus banyak istirahat dulu gak boleh kemana mana kan kalau kita tetap nekat pergi temui Abi yang ada nanti Ibrahim masuk rumah sakit lagi di suntik lagi emangnya Ibrahim mau ?"


Ibrahim dengan wajah polosnya menuruti perkataan ibunya ,


" ya udahlah umi, kita pulang aja besok kita baru temui Abi "


" iya sayang "


Mereka pun pulang bersama sama ,


Siang hari ,


" kami dari pihak penerbangan **** datang untuk mengantarkan santunan kepada ibu selaku istri dari almarhum Bapak anhar yang menjadi korban dalam kecelakaan di pesawat maskapai kami Bu, kami turut berdukacita yang sedalam dalamnya, kami harap ibu mau menerima uang santunan dari kami "


ujar pria berdasi itu sambil menggeser amplop kuning berisi uang kehadapan gadis , gadis hanya diam yang ia inginkan bukanlah uang itu yang ia inginkan suami yang ia sayangi pulang dalam keadaan baik baik saja .


" Sebelum trimakasih untuk bapak bapak yang sudah datang jauh jauh kerumah saya, saya mohon maaf, sejujurnya saya tidak membutuhkan uang itu karena nyawa suami saya jauh lebih berharga dari pada uang yang bapak bawa itu"


" tapi Bu ini sudah kewajiban maskapai kami kalau terjadi kecelakaan dalam penerbangan itu sudah tanggung jawab kami untuk memberikan santunan kepada pihak keluarga korban "


Melihat mental ibunya semakin tertekan, Adam mengambil alih pembicaraan, ia berkata " mohon maaf pak, saya minta izin membawa ibu saya masuk dulu kedalam kamar "


" oh baik silahkan "


" Adam, ibu gak mau mereka gantikan nyawa Abi dengan uang mereka itu "


" umi, iya umi Adam tau tapi cara umi salah "


" jadi umi harus gimana ?"

__ADS_1


" biar Adam yang bicara ya umi, umi di kamar aja "


"ya sudah umi kekamar aja "


" iya umi "


Adam kembali duduk bersama bapak maskapai itu,


" mohon maaf pak, saya ahli waris dari almarhum bapak anhar itu ayah saya "


" oh iya bagaimana tadi bisa kita lanjut kan"


" bisa pak"


" kami hanya mengantar uang santunan untuk keluarga para korban dek "


" baik pak saya terima uang santunan ini trimakasih ya pak "


" kalau begitu kami permisi masih banyak yang harus kami lakukan "


" baik pak "


bapak maskapai itupun pergi, Adam menangis melihat amplop berisi uang itu, apa yang umi rasakan di rasakan olehnya.


rasanya ingin marah dan menyalahi takdir tapi lagi lagi Adam teringat pesan Ami yang belum terkabul


" Abi, abikan udah sukses udah punya semuanya, masih ada gak bi yang Abi inginkan tapi blm terkabul Abi ?"


" mmmmm... apa ya Adam, oh ia Abi pengen sekali bangun masjid pakai nama Abi "


" masyaallah, kenapa Abi gak bangun aja bi kan Abi punya banyak uang "


" nanti insyaallah suatu saat nanti Abi bangun masjid setelah Abi sudah tiada "


" loh kenapa gitu Abi , kalau Abi bangun sekarang kan Abi bisa sholat juga di dalamnya "


" Mmm... iya juga yah , tapi Abi maunya nanti aja kalau Abi sudah tiada, Adam bangun masjid untuk Abi dan nama Abi ya, agar pahala orang yang sholat di dalamnya terus mengalir sampai ke Abi "


" masyaallah Abi"

__ADS_1


" mungkin memang ini jalan dari Allah agar aku bisa bangun masjid seperti apa yang Abi inginkan dulu, Abi maafkan Adam, Adam sejujurnya gak sanggup pegang uang ini, tapi Adam akan kabulkan janji Abi untuk bangun masjid dengan nama Abi , bismillahirrahmanirrahim"


__ADS_2