Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
tidak dendam hanya kecwwa


__ADS_3

Ainun yang berdiri di balik kaca melihat reaksi abangnya yang dingin saat bertemu papa, membuat Ainun marah.


" kenapa Abang usir papa ! kenapa, Abang benci sama papa bukannya dulu Abi udah pernah bilang kalau kita gak boleh nyimpan dendam , tapi nyatanya Abang yang nyimpan dendam "


" Abang gak dendam"


" Abang gak dendam tapi Abang perlukan papa seperti itu , ainun kecewa sama abang"


" Ainun tunggu, tunggu ainun dengar penjelasan Abang dulu "


Mendengar keributan kedua saudara ini, menarik perhatian gadis, ia menghampiri putranya


" Ada apa kenapa ainun ngambek gitu ?"


" umi, gak ada apa apa umi "


" Adam, tadi umi lihat kamu dingin sekali perlakukan papa kalian, kenapa nak, coba cerita sama umi "


"Adam gak kenapa-napa kok umi"


" Adam punya dendam sama papa Riki?"


sambil menggelengkan kepalanya " gak umi"


" trus ?"


" Adam blm siap ketemu papa"


" loh kenapa ?"


" Adam blm siap ketemu papa, Adam masih kecewa sama apa yang papa lakukan "


Gadis meraih tangan Adam putranya seraya berkata " Nak, papa punya alasan sendiri kenapa papa lakuin itu, itu sama aja Adam dendam sama papa, jangan ya, papa ada niat buat lihat kalian Alhamdulillah, kalian bisa belajar mencintai papa kalian "

__ADS_1


" Tapi umi, di hati Adam itu cuma ada Abi, Abi nomor satu "


" iya sayang, umi tau , jangan pernah durhaka pada orangtua mu ya "


" iya umi, besok Adam temui papa "


" Alhamdulillah, iya sayang minta maaf ya "


" iya umi "


" ya udah bobo sana, soal Ainun biar umi aja yang ngurus sana "


" iya umi "


Sedikit legah, gadis berhasil membujuk putranya untuk tidak memiliki rasa kecewa dan dendam di dalam dirinya.


ia menghampiri kamar Ainun


" assalamualaikum tok tok tok "


" lagi apa sayang?"


" Ainun lagi , Ainun lagi "


"lagi apa ? Ainun sembunyikan apa dari umi?"


" gak ada apa apa kok umi "


", Ainun , Ainun dosa untuk orang yang berbohong "


Ainun pelan pelan mengeluarkan sebuah kotak dari bawah tempat tidurnya yang ia sembunyikan begitu mendengar ibunya masuk kedalam kamar.


" itukan kotak handphone, punya siapa ?"

__ADS_1


"pupupunya Ainun umi "


" punya Ainun, sejak kapan Ainun punya handphone?"


" tadi papa yang beliin buat Ainun umi, katanya biar bisa hubungi papa "


Gadis menundukkan wajahny, merasa tidak terima dengan kebijakan yang di buat oleh mantan suaminya .


sejak awal ia dan anhar sepakat untuk tidak memberi fasilitas handphone kepada kedua anak nya sebelum anaknya masuk universitas.


tapi kehadiran Riki merubah kesepakatan yang di buat, diam diam ia membelikan handphone untuk Ainun .


" ya ampun kenapa bang Riki belikan handphone sama anak anak , padahal aku dan almarhum melarang anak anak pakai handphone sbelum masuk kuliah "


kata gadis di dalam Hati nya.


" maafin Ainun umi, Ainun di belikan sama papa Ainun mohon jangan di sita ya umi"


"Ainun sayang, mama gak marah cuma ingat waktu ya "


" jadi umi gak marah ?"


" gak kok "


" makasih umi "


" iya sayang "


" ya tuhan... kenapa dia balik lagi kenapa dia harus hadir lagi di kehidupan ku dan anak anak , padahal aku sudah lupa bahkan tidak mengingat dia lagi , kenapa dia muncul lagi di saat suamiku sudah tiada "


ucap gadis di dalam hati , mencemaskan kedatangan Riki.


" ya udah umi mau ke kamar dulu, kamu jangan lupa makan ya sayang "

__ADS_1


" iya umi "


__ADS_2