
Mereka pun menuju kediaman Agnes, setibanya di rumah.
Riki memerintahkan suster untuk sigap dalam mengurus putrinya,di depan mertuanya
"sus ingat ya yang gaji kamu saya, jadi tolong dengarkan apa kata saya saja "
"baik pak"
"kamu tinggal disini tolong awasi anak saya,.waktu kamu tidur cuma pas anak saya tidur ya "
"baik pak "
"ingat tugas kamu cuma mengurus anak saya"
"baik pak "
"Maaf nak Riki, menurut ibu gak usah pakai suster buat ngurus Airin Yang ada nanti Airin jauh dari ibunya "
"Bagus dong, bukannya ibunya mau Airin gak nyusahin dia dan dia bisa ke salon jalan jalan shopping shopping tanpa tangisan dan bayikan "
" kok nak Riki sampai mikir seperti itu "
"nyonya, saya tau apa yang dilakukan putri anda di luar rumah jadi saya gak mau kejadian ini terulang lagi tolong ya jangan bantah apa yang saya mau dan yang saya bilang , udah jelas sus ?"
"sudah pak "
"kalau butuh apa apa telpon saya "
"baik pak "
"saya tinggal dulu , nyonya tuan saya pamit dulu permisi "
...****************...
Di rumah sakit, gadis sudah siuman dan kondisinya pun sudah membaik.
Tapi ia tak henti hentinya menangis
"sayang, udah jangan nangis lagi ya pikirin kondisi kamu kesehatan kamu "
" Aku gak mau kehilangan anak ku lagi untuk yang kedua kalinya " gadis menangis tersedu-sedu , melihat kesedihan sang istri yang begitu mendalam suami mencoba menenangkan nya dengan cara memeluk nya memberikan keluaran untuk sang istri.
" tenangkan dirimu sayang, tadi dia datang kesini dia bilang dia gak akan pisah kan si kembar dari kita "
" kamu serius ?"
"iya aku serius dia bilang persidangan tadi anggap saja sedang melakon "
Gadis tersenyum gembira ia memeluk suaminya kembali dan berkata
" Alhamdulillah sayang "
"iya sayang, udah yah jangan nangis lagi jangan sedih lagi aku janji gak akan biarin siapapun mengambil anak anak kita "
"makasih ya sayang, kamu udah slalu ada nemenin aku saat aku saat kamu benar-benar berkorban banyak makasih ya " kata gadis sambil memeluk suaminya
__ADS_1
Suasana kembali hangat, setelah merasakan ketenangan dan damai gadispun akhirnya bahagia mendengar keputusan Riki untuk tetap memberikan hak asuh si kembar padanya, ia terbayang dengan wajah Riki masa masa yang mereka lewati saat ia sedang sakit, Riki kala itu berperan sebagai suaminya merawatnya penuh cinta mereka lewati penuh canda tawa.
"astaghfirullah" gadis mencubit tangan nya untuk menyadarkannya dari angan-angan nya.
"apa yang aku lakuin ya Allah, aku sudah punya suami gak seharusnya aku mikirin lelaki lain, astaghfirullah kalau suamiku tau bagaimana ini, tapi aku jujur aku kangen sama bang Riki, kenapa aku bisa kepikiran terus sama dia yah ? apa aku telpon aja ? tapi kan gak mungkin yang ada nanti malah jatuhnya fitnah tapi aku gak tenang ya udah deh aku telpon aja "
ia masuk ke dalam kamar meraih handphone nya di atas ranjang dan menghubungi nomor Riki.
"Hallo, hallo "
"ha,llo"
"ada apa dek ?"
"assalamualaikum "
"walaikumussalam, ada apa dek si kembar baik baik aja kan ?"
"baik,"
" suami kamu ?"
"suami, aku lagi ke butik "
"oh, ada apa dek ? ada yang mau adek bicara kan ?"
"gak udah dulu ya assalamualaikum "
Terburu-buru gadis menutup telpon dengan jantung yang berdetak kencang
Dari depan pintu kamar, anhar menyaksikan dan mendengarkan perkataan istrinya yang merindukan mantan suaminya, hatinya benar benar hancur ia kecewa, ia menyeka air matanya berjalan menghampiri istrinya yang berdiri di balkon kamar mereka
"assalamualaikum sayang"
" walaikumussalam syang udah pulang ?"
"udah sayang"
"udah lama sayang berdiri disitu ?"
"gak, baru aja emangnya ada apa sayang ?"
"Gak, kok sayang gak ada apa apa "
Mengurangi rasa kecewanya, anhar berjalan ingin memeluk istrinya tapi tiba-tiba saja gadis mendorong tubuh anhar agar menjauh dari nya
"Maaf sayang , gadis blm siap "
"kenapa sayang , apa sayang udah gak cinta sama aku ?"
"cinta , aku cinta tapi saat ini aku blm siap , maaf "
Anhar menghela nafasnya melempar senyuman terpaksa di wajahnya
"Ya udah gak papa mungkin sayang capek juga kan ya udah sayang tidur aja aku mau ke ruang kerja dulu "
__ADS_1
"Iya sayang "
"jangan tidur malam malam, bobo ya "
"iya sayang , sayang juga ya "
"iya sayang " ucap anhar mengecup kening istrinya yang diam mematung begitu di kecup oleh suaminya .
Anhar keluar kamar, air matanya perlahan lahan jatuh
"Ya tuhan... hamba mohon kembalikan rumah tangga hamba dahulu "
ucapnya
Ternyata kegelisahan anhar di rasakan oleh sang ibunya, melihat kesedihan yang mendalam di wajah putra semata wayangnya ibu menghampiri nya dan berkata
"Apa yang terjadi nak ?"
"ibu, gak ada apa apa Bu"
"kenapa jam segini masih duduk di teras ?"
"Gak bisa tidur Bu"
"(sambil menepuk pundak anaknya) Anhar ibu tau kamu, ibu kenal siapa anak ibu, setiap ada masalah kamu slalu gak bisa tidur sejak kecil kebiasaan itu slalu ibu perhatikan, jawab jujur masalah apa ?"
Anhar menunduk kan kepalanya dan berkata
"Gak ada masalah kok Bu "
" anhar, kamu anak ibu satu satunya ibu gak mau kamu menanggung beban itu seorang diri nak , ayo cerita ibu siap dengarkan ada masalah aapa ?"
"mungkin karena anhar harus pergi ke luar kota untuk dua Minggu kedepan baru anhar pulang Bu, dan kalau proyek nya cepat selesai anhar cepat pulang tapi kalau lama bisa jadi 1 bulan, anhar titip istri dan anak anak anhar Bu"
"Iya sayang, jaga dirimu jaga pola makan mu disana "
"iya Bu "
Anhar memutuskan untuk pergi berlibur alasan kerja untuk 2 Minggu kedepan baru pulang.
ibu sangat berat Melepas kepergian putranya, ia berkali kali melarang putranya untuk pergi tapi anhar Ngotot untuk pergi.
" aku nyakin pasti ada sesuatu dalam rumah tangga mereka anhar gak bisa bohong sama aku "
kata ibu saat mengantar anhar menuju ke bandara
"kamu nyakin berangkat hari ini nak ?"
"iya Bu, anhar titip gadis sama si kembar ya Bu"
"iya pasti ibu jagain nak, apa gak sebaiknya undur dulu rencana untuk keluar kota ini nak perasaan ibu gak enak "
"maaf Bu, anhar harus tetap berangkat Bu"
"ya udah gak papa hati hati ya nak jaga dirimu disana "
__ADS_1