Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
pernikahan gagal


__ADS_3

Selama 3 malam berturut-turut, gadis terus di datangi oleh almarhum suaminya begitu juga dengan Riki, mendekati hari pernikahan putri keduanya.


Ainun tiba tiba bertukar pikiran untuk membatalkan pernikahan nya.


Malam itu, saat keluarga besar Arya datang kerumah Riki untuk membicarakan soal persiapan pernikahan mereka yang akan di selenggarakan lusa depan .


Di hadapan semua keluarga besar nya dan calon mertuanya tiba tiba saja Ainun melepas cincin pertunangan nya dari jari manis ny dan meletakkan nya di atas meja di hadapan keluarga .


" kenapa di lepas cincin mu Ainun?" tanya papa yang ikut shok melihat Ainun melepas cincinnya .


Ainun mengangkat dagunya menahan tangis, berkata " maaf papa , maaf umi maaf Arya aku gak bisa lagi nerusin pernikahan kita ini aku minta maaf aku gak bisa " ucap Ainun kemudian berlari pergi masuk kedalam kamar , keputusan Ainun saat itu membuat kedua belah pihak kaget terutama Arya yang sebelumnya mereka baik baik saja tidak ada pertengkaran apa apa, begitu mendengar keputusan Ainun membuat Arya down dan lemas .


" Ada apa ini Arya kenapa adik ku Ainun tiba tiba minta batalkan semua pernikahan kalian ada apa ? Apa kalian sedang bertengkar ?"


" seingat Arya gak bang, kita baik baik saja , aku juga bingung kenapa tiba tiba saja Ainun minta di bubarkan begini "


" Adam, coba kamu ajak bicara adikmu ada apa ? Apa masalahnya "


" baik pa , Adam coba ajak Ainun ngobrol empat mata gimana untuk sementara pertemuan ini kita sudahi dulu ya gimana menurut papa ?"


" ok gak masalah, mohon maaf atas ketidak nyamannya seperti yang kita lihat kami butuh waktu untuk bicarakan hal ini sama Ainun "


" baik pak Riki, kami harap keputusan Arum itu yang terbaik untuk kita, kalau sampai pernikahan ini batal bapak tau sendiri konsekuensinya kan ?" ucap Tante Arya dengan nada mengecam


" baik Bu"


Keluarga aryapun meninggal kediaman, Adam bergegas ke atas menuju kamar adiknya .


" tok tok tok, dek bukain pintunya kakak mau ngobrol sebentar aja "


" Mau ngomongin apa lagi bang, tolonglah hargai keputusan Ainun "


" buka dek Abang mohon kita bicara baik baik"


Luluh dengan bujukan abangnya , Ainun perlahan membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan sang Abang masuk


" Abang disini aja , kita bisa ngobrol sebentar"


" Ainun gak mau di rumah ini "


" ya udah kita ke taman belakang ya "


" iya bang "


Mereka bersama sama menuju taman belakang rumah omah , disana Ainun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya


" Ada apa dek , apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu tiba tiba batalin semua nya ada apa coba cerita ke Abang "


Ainun tetap mengetup kedua bibirnya , dengan mata berkaca-kaca.


Ainun mulai menetes kan air matanya, seketika Adam memeluk adiknya untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi adik kembarnya itu .


"Apa gunanya aku lanjutin pernikahan ku bang, kalau melihat kedua orang tua ku Yang sudah mengandung dan melahirkan ku seperti orang yang tidak saling mengenal "


Adam menghela nafasnya menggenggam tangan adiknya dan berkata


" dek, itu sudah jalan takdir dari Allah kalau kita anak anak yang terpilih siap menerima cobaan punya orangtua yang pisah seperti ini ayolah kapan kamu dewasa dek kalau kamu terus bahas menuntut nasib mu harus sama dengan nasib orang lain, bisa ajakan orang orang yang punya kedua orang tua lengkap dan tidak menjadi anak broken home itu tidak seberuntung kamu dalam menerima kasih sayang bisa saya kedua orang tua mereka pergi bekerja pulang ketika malam hari setelah anak anak nya tidur , berbeda Sam kamu dek , kamu udah termaksud beruntung punya kedua orang tua yang lengkap meskipun harus ada jarak di antara keduanya mendapat kasih sayang dan keadilan sama seperti kamu "


" keputusan aku udah bulan bang, aku akan mundur dari pernikahan ini "


" ayolah dek, bagaimana nanti perasaan umi sama papa kalau ini Sampai terjadi "


" pikir kan kembali dek, ini juga demi kebaikan mu dan keluarga kita "


" bang, ku cuma pengen umi sama papa bareng lagi apa aku salah "


" Abang tau tapi dengan cara kamu memaksakan kehendak mu seperti itu sama saja kau menyakiti hati mereka berdua "


" tok tok " suara ketukan pintu


Adam menoleh ke arah suara dan melihat keberadaan ibunya .


" boleh umi yang bicara ke adikmu dulu ?"


" boleh umi , Adam tunggu di luar saja "


" iya nak "


Gadis menghela nafas nya melangkah menghampiri putrinya, perlahan memeluk tubuh putrinya dari belakang seketika air mata Ainun pecah di pelukan ibunya ia menangis sejadi jadinya .


" menangis lah nak, luapkan semua kekecewaan mu "


meluapkan kekesalannya di dalam pelukan ibunya seiringan dengan tetesan air matanya yang mengalir, Ainun menghela nafas nya stelah puas meluapkan kesedihan nya

__ADS_1


" sudah ?" ucap gadis sambil mengusap sisa air mata yang masih menetes di pipi putrinya


Ainun menunduk


" apa keputusan Ainun sudah bulat nak ingin mengakhiri hubungan kalian begitu saja ?"


Tak menjawab Ainun hanya menunduk kan kepalanya


" ayo jawab nak ? Apa alasan Ainun mengakhiri semuanya , apa karena umi dan papa berpisah ? Atau karena hal yang lain "


Perasaan bersalah yang besar dalam diri Ainun di selimuti oleh ego nya yang tinggi .


" Bicaralah sayang,, umi ingin tau alasan apa yang membuat Ainun sampai memutuskan untuk mengakhiri semua nya, apa rasa cinta untuk nak Arya sudah tidak ada lagi , jawab jujur apa Ainun masih cinta sama nak Arya ?"


" iya umi Ainun masih cinta "


" lalu kenapa Ainun memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian ?"


" apa Ainun rela ikhlas nak Arya menikah dengan wanita lain ?"


" gak umi "


Gadis mengangkat dagu putrinya dengan jari nya , berusaha tersenyum di balik cadar nya dan menahan tangisannya agar tidak terlihat oleh anak anaknya


" temui nak Arya nak, katakan maaf untuk nya dan keluarga nya kasihan dia , ayo kita keluar dan temui dia "


" iya umi "


Ainun langsung memeluk ibunya kembali dan kembali menangis .


" maafin Ainun umi, Ainun selalu memaksakan keinginan Ainun supaya umi dan papa bisa bersama lagi maafin Ainun "


" iya nak gak papa , kita temui nak Arya yok "


" iya umi "


Mereka bergegas ke luar menemui Arya yang sedang menangis karena mendengar keputusan Ainun.


Begitu melihat kedatangan Ainun bersama ibunya seketika Arya berdiri dari kursinya dengan senyuman penuh harapan


" Arya , aku minta maaf soal tadi dan buat Tante buat papa buat yang lain maafin Ainun tadi Ainun khilaf maaf Ainun jujur Ainun gak bisa hidup tanpa kamu Arya "


Arya tersenyum lebar, berniat ingin menghampiri Ainun dan memeluknya tapi di tahan oleh Adam yang melihat niatan Arya yang ingin memeluk adiknya karena rasa senang.


" yaa.... Abang tau aja hehee "


" sabar tunggu halal dulu baru peluk peluk blm halal udah mau peluk peluk "


" iya ya deh bang maaf bang "


" jangan macem macem lu "


" iya bang maaf bang "


Kebahagiaan kembali menghampiri Keluarga ini, tidak sampai di situ keluarga ini kembali di uji, keluarga kecil Adam dan frisly kembali di hampiri oleh ujian .


Saat kedua orangtuanya frisly terutama papanya memaksa frisly untuk kembali tinggal dan menetap dirumah mereka .


Rencana papa itu di tentang oleh adam karena Adam merasa ia mampu menanggung jawabi kehidupan frisly tapi keputusan Adam yang di nilai sombong oleh papa frisly menimbulkan rasa tidak suka kembali pada Adam .


Papa merasa Adam berniat ingin memisahkan dirinya dengan putrinya .


Kenyataannya Adam hanya ingin memerankan peran nya sebagai suami dengan baik saja tapi di nilai salah oleh mertuanya .


Siang hari, saat frisly jatuh sakit karena kelelahan, tiba tiba kedua orangtua nya datang membesuk putrinya .


Membawakan banyak makanan dan bekal sembako untuk putrinya .


" frisly " ucap papa memanggil nama frisly di depan rumah yang sederhana itu .


"papa gak habis pikir bisa bisa nya Adam kasih tinggal anak perempuan kita di rumah kumuh dan sederhana seperti ini "


" biarin aja sih pa, namanya anak ank Kitakan masih memulai hidup dari nol "


" ini yang papa takutkan sejak dulu kalau frisly menikah sama dia pasti hidup frisly berantakan seperti ini "


" Husst ! Gak enak juga kalau frisly dengar papa ngomong begitu "


Tiba tiba frisly muncul dari balik pintu


" papa mama " sambil mencium tangan kedua orangtua nya


" Silahkan masuk ma pa "

__ADS_1


" iya nak " mama bergegas masuk kedalam rumah tapi tidak dengan papa yang menolak untuk masuk kedalam


" ayo masuk pa " bisik mama menarik tangan suaminya


" gak ! papa gak mau papa disini aja "


" ayo masuk iiih... Kasihan frisly "


" papa gak mau !"


" ada apa ma pa ? Kok papa gak mau masuk ?"


" ohh . itu nak papa lagi cari angin "


" oooh... Bukan karena rumah frisly kecil dan sempit pa ?"


" yaa... Bisa bisanya kalian tinggal dirumah sempit dan kumuh seperti ini , bagaimana nanti kalau kamu sakit , jangan jangan ini penyebab kamu sakit gini , papa gak mau tau kamu dan suamimu harus pindah dari rumah ini dan tinggal lagi dirumah papa "


" gak bisa gitu pa, frisly harus tanya suami frisly dulu "


" lagian rumah kamu besar frisly, ngapain musti disini ngontrak "


" Alhamdulillah walaupun rumah ini kecil kumuh dan jauh dari kata mewah bahkan gak sebanding sama rumah papa , tapi frisly bahagia tinggal disini ma pa "


" eleh... Pikirin kesehatan kamu frisly kalau papa bilangin jangan ngeyel "


" sudah sudah kita kedalam saja ayo pa "


mama menarik tangan papa memaksanya untuk masuk kedalam rumah .


Kondisi rumah sempit dan blm ada perabotan membuat papa semakin naik darah .


" kita mau duduk dimana ma"


" ini keterlaluan anak ku di ajak susah sama dia "


Papa terus mengomel dan kembali ke luar rumah , kemudian di susul mama


" papa apa apaan sih papa pikirin perasaan anak kita kita ke sini mau jenguk dia karena sakit papa malah seenaknya ngomong sama dia rumah ini kumuh rumah ini sempit papa lupa kita dulu bagaimana ? Kita dulu tinggal di bawah kolong jembatan apa yang harus papa banggakan , kita bisa punya rumah bisa makan karena bantuan orangtuamu , tolonglah pa , jangan begini kasihan frisly "


Adam pun pulang bekerja, dengan baik frisly menghampiri suaminya ke dekat mobil dan menyambut nya dengan senyuman manis.


begitu melihat mertuanya berdiri di teras. Rumah Adam berkata " ada mama ada papa kok gak disuruh masuk "


" kita kesana aja dulu mas , sini aku bawain tasnya "


" gak usah sayang biar aku aja "


Adam menghampiri mertuanya, dengan mata merah menahan emosi papa terus menatap mata Adam .


" Sudah pulang kamu adam "


" sudah pa , papa sama mama sudah lama sampai ? Kok di luar kok gak masuk "


" masuk kamu bilang, bisa bisanya kamu menikahi putriku hanya untuk menyakiti dia membuat dia sengsara "


" maksud nya pa ? Adam gak ngerti "


" kalau kamu gak mampu sewa apartemen biar kalian tinggal dirumah papa saja "


Adam menoleh ke arah istrinya yang menahan air mata


" pa, nanti aja kita bicara in ini kasihan nak Adam baru pulang kerja "


" ma, papa gak mau putri satu satu kita kenapa kenapa karena pria ini "


" mohon maaf pa, bukannya Adam gak punya uang buat nyewa apartemen atau kontrakan yang mewah tapi kondisinya kami masih harus memulai semuanya dari nol"


" pikirin kesehatan istrimu Adam !"


Adam meraih tangan istrinya keduanya saling bertatapan


" apa benar adek gak nyaman tinggal disini ?"


frisly seketika menangis ia tak tega melihat raut wajah suaminya , ia menggeleng kan kepalanya


" gak mas aku nyaman disini aku bahagia "


" sudahlah bereskan barang barang kalian ikut papa pulang kerumah sekarang "


" gak pa! frisly gak mau frisly tetap akan tinggal sama suami frisly "


" adam mohon pa jangan pisahkan kami "

__ADS_1


__ADS_2