
"kok dipakai lagi de?"
Tak menjawab gadis malah ingin tidur di kasur dan di ikuti oleh suaminya, melihat Riki ikut tidur gadis langsung berdiri.
"ada apa de ?"
"Abang mau ngapain?"
"mau tidur dong de, ada apa sih de ?"
"tidur dimana bang"
"di sini dong jadi dmn lagi de "
gadis terdiam lalu menarik selimut dan sabuah bantal lalu jalan menuju sofa di pojok kamar
" adek mau ngapain lagi ?"
"gadis tidur di sofa aja bang"
"loh kok di sofa, tempat tidur Abang lebar gini adek malah mau tidur di sofa"
"gak papa bang gadis d sofa aja"
Riki terdiam sejenak dan iapun mulai paham maksd dari istrinya
"yaudah adek tidur di kasur Abang yang tidur d sofa, udah sana tidur udah malam Abang juga ngantuk bsk Abang mau meeting, selamat malam sayang" ucapnya mendekati istrinya dan ingin mengecup keningnya namun di tahan oleh gadis.
"maaf bang, gadis blm siap"
"ok, gak papa de Abang tunggu adek sampai siap"
"makasih bang"
"hmmm.. ya udah adek tidur Abang juga mau tidur"
__ADS_1
"iya bang"
Jelas terlihat di raut wajahnya rasa kecewa, benar saja perkiraan nya gadis belum siap melayani dia seperti layaknya suami istri.
ternyata malam itu kebetulan Erika lewat dari depan pintu kamarnya, gorden kamar Riki sedikit tersingkap sehingga terlihat jelas dari luar, ia kaget melihat adik nya berbeda ranjang.
" ya Tuhan.. bukannya malam pertama malah tidur satu di kasur satu di sofa gimana ceritanya, apa jangan jangan gadis gak mau layani suami nya ya? ahh.. udah ah, akukan mau buat susu buat anak aku malah ngintip orang mau malam pertama, aduuh ampuni aku Tuhan". ucapnya lalu melanjutkan tujuannya semula.
jam menunjukkan pukul 05.00 dini hari, suara azan pun tak terdengar dirumah ini sedikit kesulitan untuk mengetahui waktu sholat.
"astaghfirullah, kok aku gak dengar suara azan ya,pa gak ada azan disini?" kata gadis beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi
langkahnya terhenti ketika melewati suaminya
"maaf kan aku bang, aku blm siap melayani Abang" bisiknya dan melanjutkan langkahnya.
semua perlengkapan suaminya sudah ia sedia kan di atas tempat tidur, ia pun turun ke bawah tak sengaja berpapasan dengan salah seorang pekerja di rumah itu.
" pagi mbak" sapa gadis
"sudah mbak, mbak mau kemana mbak?"
"mau masak non, non tidur aja lagi"
"kalo udah jam segini aku udah gak bisa tidur mbak"
"jangan panggil mbak non, saya udah tua panggil bibi saja non"
"oh ia maaf bi, bibi mau ngapain bi"
"seperti biasa non , kalo jam segini bibi masak non buat makan pagi non "
"oh.. boleh gak bi gadis ikut bantu masak?"
"aduuh jangan jangan non, non istirahat aja lagi non"
__ADS_1
"gak papa kok bi, boleh ya gadis udah gak bisa tidur bi kalo jam segini"
"aduh gimana ya non, ya udah deh non kalo non maksa tapi hati hati masak nya ya non"
"makasih ya bi udah izinin "
"mari non dapurnya sini"
setelah berada di dapur satu persatu bahan masakan ia taklukkan sampai membuat bibi kagum ia mengira gadis tak bisa memasak ternyata malah sebaliknya ia lebih lihai dan pintar memasak di banding kan dirinya.
",waaah ... hebat non pintar sekali memasak gak sampai 1 jam semua masakan non libaas dengan mudah"
"trimakasih bi , boleh kok bibi cicipin kalo bibi mau?"
"aduuuh saya takut non, kami gak prnh masak satu lauk sama nyonya"
"loh kenapa bi?"
"takut non"
tanpa menjawab gadis mengambil sendok dan piring memberikannya pada si bibi
"ini gadis yang ambil kalo bibi takut anggap saja ini bagian makanan gadis coba bibi cicip"
"aduh non , jangan non"
"kalo bibi gak trima gadis pasti sedih baget"
si bibi pun menuruti permintaan gadis lalu mengambil salah satu makanan dan memakan nya ia sejenak terdiam blm pernah ia mencicipi makanan seenak ini tanpa berkata kata mata nya melotot begitu masakan masuk ke dalam mulutnya.
"kenapa bi asin ya, apa yang salah bi"
"enak non eeeenak baget baru kali ini bibi makan makanan seenak ini"
"mmmm... makasih bi"
__ADS_1