Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Adam sakit


__ADS_3

Seketika gadis menangis "jadi ini kenapa kamu tiba tiba ajak anak anak mu kerumah orangtua mu bro cuma mau renggut hak asuh mereka?"


"gak bro ini cuma salah paham aja "


"aku mohon bang jangan pisahkan aku sama anak anak aku gak hidup tanpa mereka aku mohon bang "


"Abang sama sekali gak ada niat pisahin kalian dek demi Allah ini cuma salah paham"


"gak ada unsur salah paham Riki , mami serius hak asuh Adam akan jatuh ke tangan kita "


"mi udah dong, jangan rusak kebahagiaan mereka "


"siapa yang ngerusak kebahagiaan mereka mami kan cuma ambil hak asuh yang seharusnya jatuh ke tangan kita dong lagian kalau ibunya sudah menikah perhatian untuk Adam dan Ainun akan berkurang dari pada anak anak tersakiti lebih baik Adam ikut kita kan "


"tapi mi..."


"cukup Riki , hargai keputusan mami " kata mami Yang sedang menggendong Adam ikut menangis di gendongan omahnya, kemudian mami pergi masuk ke kamar meninggalkan mereka di ruang tamu .


"tolong bang pulangin Adam bang"


"sabar ya dek Abang usahain bicara baik baik sama mami sebaiknya kalian pulang dulu nanti kalau keadaan sudah membaik Adam Abang antar pulang"


seminggu setelah hari itu, Adam tak kunjung di antar oleh Adam telpon dan WhatsApp dari gadis tak pernah di balas sementara gadis terus menerus menangis anak nya.


Malam harinya setelah seminggu Adam bersama ayahnya


tiba tiba badannya panas tinggi, dokter menyarankan untuk di bawa kerumah sakit

__ADS_1


"gimana keadaan cucu saya dok"


"sebaiknya di bawa kerumah sakit Bu, soalnya panas badan Adam tinggi sekali apa Adam masih asi ?"


mami terdiam saling bertatapan satu sama lain dengan Riki.


"masih dok " sahut Riki


"Adam dehidrasi pak, sebaiknya berikan asi asi lebih baik dari segala obat kalau boleh tau ibunya dimana ?"


"kita sudah pisah dok, baru seminggu ini Adam saya bawa bersama saya "


"aduuuh sebaiknya bapak hubungi mantan istri bapak minta datang menemui nak Adam"


"tidak saya tidak izinkan "


"tapi ..."


"mami sayangkan sama Adam ?"


"sayang "


Riki meraih kedua tangan ibunya lalu berkata dengan nada memohon


"tolong mi tolong anak Riki mi"


"ya udah kamu telpon gadis suruh datang kesini"

__ADS_1


"sebaiknya langsung kerumah sakit saja Bu biar Adam kita bawa kerumah sakit aja sekarang"


"baik dok"


mereka segera mungkin menuju kerumah sakit, setelah sampai dirumah sakit Adam sudah di tangani dokter, tapi panas nya blm juga turun, segera mungkin Riki menghubungi gadis , sementara gadis sedang menenangkan Ainun yang seharian trus menangis dan rewel.


"assalamualaikum bang"


"walaikumussalam dek"(mendengar suara tangisan Ainun


"kenapa Ainun nangis dek ?"


"gak tau bang seharian ini nangis terus gadis juga gak tau kenapa "


"ya Allah, maafkan Abang dek maafkan mami juga "


"ada apa bang apa yang terjadi sama Adam ?"


"Adam.."


"Adam kenapa bang ? seharian ini gadis perasaan nya gak enak ada apa bang"


"Adam demam dek ini lagi di rumah sakit panas nya tinggi banget adek bisa datang kesini mana tau panas Adam turun kalau ketemu adek "


"astaghfirullah iya bang gadis segera kesana "


Gadispun bergegas kerumah sakit bersama kedua orangtuanya dan di susul oleh anhar calon suaminya .

__ADS_1


__ADS_2