
Ia menarik nafas dan berkata " saya mau bicara saya tunggu diluar " katanya lalu keluar ruangan .
ia benar benar tak tau harus berbuat apa, setelah menenangkan gadis rikipun keluar menemui anhar, tak sempat bicara lagi lagi kera baju yang ia pakai yang jadi sasaran ya tuhan Sabar ya kera, ia benar benar tersulut emosi dengan keras ia menarik tubuh Riki dan menekannya ke dinding
"ini yang lu maukan "
"Sabar bro sabar "
"ini yang lu mau ini semua gara gara lu, lu lihat istri gue sampai lupa siapa suaminya dan anak gue jadi korban nya "
"sabar bro gue minta maaf "
Tak mampu menahan emosinya anhar mengepal tangannya untuk melayangkan pukulan nya ke wajah Riki namun tiba tiba
"Abi mohon hentikan! jangan ribut ribut di sini ini rumah sakit kasihan pasien yang lain, kalau ada masalah jangan di turuti kemauan setan ayo di bicarakan dengan baik dan pelan temui dokter apa solusi untuk gadis agar cepat kembali ingattannya ".
Mendengar petunjuk dari sang mertua anhar sedikit legah ia sebelumnya tak sempat terpikir untuk menemui dokter.
"ya Allah, apa.yang Abi bilang benar anhar harus temui dokter " ucapnya berlari menemui dokter yang menangani istrinya .
Si dokter baru keluar dari ruangan, anhar menghentikan nya
" siang dok "
"siang pak ada apa pak ? "
"dokter saya bisa ngobrol sebentar ini soal istri saya "
"saya baru saja mau cek keadaan Bu gadis, saya terima info dari suster Bu gadis sudah siuman ?"
"Alhamdulillah sudah dok, itu dia permasalah nya kenapa setelah Sadar dari koma istri saya lupa semua ingatannya kenapa bisa itu terjadi dok ?"
" seperti nya itu di sebabkan benturan keras di otak bagian belakang istri bapak sebelum keguguran, dan itu juga di sebabkan karena kekurangan oksigen didalam otak nya "
"astaghfirullah kenapa itu bisa terjadi dok "
"jangan khawatir pak, kita sama sama mengembalikan ingatan ibu gadis ya tapi sebaiknya jangan terlalu di paksa juga untuk mengingat kannya, saya juga rekomendasi untuk melakukan terapi begitu pendarahan Bu gadis selesai "
__ADS_1
"baik dok trimakasih lakukan yang terbaik untuk istri saya agar dia bisa sadar kan kembalikan ingatan istri saya "
"kita sama sama berjuang pak "
Tak ada pilihan lain anhar terpaksa menuruti perkataan dokter, termasuk membiarkan gadis yang hanya ingat masa lalu nya dulu bersama Riki meskipun berat dan sakit demi kesembuhan sang istri ia korbankan perasaannya.
Ia benar benar rapuh, saat melihat Riki memberi makan gadis di dalam kamar melalui kaca jendela kamar dimana gadis di rawat tak banyak yang harus ia lakukan ia takut kalau pun ia bertindak semakin memperburuk keadaan istrinya.
Selesai memberi makan gadis, rikipun berpamitan pulang dengan alasan ingin memastikan kondisi anak anaknya.
"sayang" (sambil meletakkan mangkok di atas meja )
"Abang pamit pulang dulu ya sebentar, Abang mau pastikan kondisi anak anak dulu ya "
"iya bang "
"sementara adek di jagain umi dulu ya "
"iya bang hati hati di jalan " (sambil mengulurkan tangannya ke arah Riki berniat berjabat tangan)
sementara Riki hanya diam dan tidak menanggapi jabatan tangan gadis
"ya udah, Abang hati hati ya jangan ngebut² di jalan "
"iya Abang pergi dulu assalamualaikum "
"walaikumussalam "
Setelah berada diluar, Riki melihat anhar yang masih menunggu di depan kamar
"bro ,(sambil menepuk pundak anhar )"
"ini di luar kemampuan ku bro, ini demi kesembuhan gadis, aku janji gak akan menyentuh gadis sedikitpun "
Anhar menoleh melihatnya
"Jangan khawatir aku masih tau batasan ku!"
__ADS_1
ucap Riki lalu pamit pergi.
Sementara gadis semalaman di jaga anhar dan umi, saat gadis tertidur pulas anhar menjaganya bergantian dengan umi selama semalaman anhar begadang demi menjaga tidur nya sang istri,
Esok paginya, gadis terbangun karena mendengar suara adzan subuh
melihat anhar yang tidur di sofa gadis heran dan penuh tanya
"itukan pria yang tadi pagi dia siapa kok lancang sekali masuk kamar aku "
Gadis duduk memanggil nama ibunya dengan nada pelan
" udah bangun sayang ?"
",sudah Bu, Bu siapa pria itu kenapa dia ada didalam kamar gadis Bu, suruh dia pergi Bu"
"nak, tenangkan dirimu nak, dia itu "
belum selesai berbicara, anhar terbangun ia pun tersenyum ke gadis dan berkata
"maaf saya ketiduran, maaf saya permisi mau ke masjid "
"tunggu !"
langkah anhar terhenti
"kamu siapa sebenarnya kenapa lancang bisa ada di kamar ku"
"aku bukan siapa siapa "
"aku kenal ibuku dia tidak akan izinkan orang lain yang bukan mahram berada dalam satu ruangan apalagi sampai tidur seperti mu tadi"
"aku bukan siapa siapa " kata anhar kemudian keluar dari dalam ruangan.
"sudahlah nak, dia sudah bilang dia bukan siapa siapa kenapa masih marah marah "
"umi, gadis tau bagaimana umi "
__ADS_1
"iya sayang sudahlah pulihkan kondisimu dulu ya "
Umi menenangkan gadis yang tersulut emosi