
Hari mulai gelap, Ainun menunggu kedatangan keluarga Arya dan melihat keseriusan Arya .
Benar saja Arya tidak main main ia memboyong keluarga besarnya , teman sahabat datang kerumah Ainun.
Mereka datang membawa beberapa seserahan untuk lamaran ainun.
" Mohon maaf tuan, ada tamu di depan mau ketemu sama tuan sama non Ainun "
" suruh masuk bi "
" baik tuan "
Papa menyambut dengan hangat keluarga Arya mempersilahkan mereka untuk duduk
" Bi siapkan hidangan untuk tamu kita "
" baik tuan "
" Saya orangtua Ainun "
Arya memaju dan menghampiri papa berjabat tangan dengan nya.
" Arya om , temannya ainun "
" yaa.. Ainun sudah cerita tadi "
" iya om, berhubung kedua orang tua saya sudah tiada jadi saya ke sini bawa Tante om dan teman teman saya om "
" iya gak papa , kalau boleh om tau apa pekerjaan nak Arya ?"
" Saya sama seperti Ainun om dokter "
" ooh... Ya sudah tunggu sebentar om panggil Ainun dulu ya "
" iya om "
papa naik ke atas menuju kamar Ainun , didalam kamar Ainun sedang di rias oleh Tante nya .
Seluruh anggota keluarga mempersiapkan semuanya untuk Ainun .
Di depan kaca Ainun yang sudah cantik tiba tiba menangis
" Ada apa sayang kok Ainun nangis ?"
" Ainun sedih Tante seharusnya di hari bahagia ini, orangtua Ainun gak kayak gini bersatu "
"(mendekap Ainun ) sayang . . itu sudah jalan tuhan yang membuat orangtua Ainun seperti itu , Karena Allah tau Ainun anak yang kuat makanya Allah uji Ainun melalui orangtua Ainun "
" iya Tante, (.menghela nafas ) Tante umi datang kan ?"
" insyaallah datang tadi Tante telpn sudah menuju ke sini "
" ( menghela nafas) haaaa... syukurlah "
__ADS_1
" udah jangan nangis lagi , nanti makeup nya luntur , udah cantik malah nangis "
" makasih ya Tante , Tante besar sama Tante kecil slalu ada buat Ainun "
" iya sayang sama sama "
Riki yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamar putrinya yang ikut mendengarkan keluhan putrinya menetes kan air mata ia merasa dia bukan orangtua yang baik untuk putrinya .
Menyadari keberadaan papa yang berdiri di depan pintu sambil bengong.
" Pa ,papa ngapain pa ?"
" ( menyeka air matanya ) eh putri papa sudah siap riasannya ?"
" udah pa , papa nangis ? papa nangis kenapa ?"
" papa gak nangis papa sedih bercampur bahagia ternyata putri papa sudah dewasa dan waktu terasa cepat sekali "
" papa (memeluk papanya ) jangan ngomong gitu dong Ainun jadi sedih "
" ya ampun, jangan sedih nak Ainun harus happy ya , yuk kita turun calon tunangan kamu sudah menunggu "
" iya pa "
Tante Tante nya ikut mengantar Ainun ke bawah menemui calon tunangan.
Terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka, begitu melihat ainun turun dari kamar melewati anak anak tangga, Arya terpesona melihat kecantikan Ainun .
" Cantik baget calon istri gue "
" apaan sih lu, itu calon istri gue "
" oh iya lupa, calon lu ternyata gue kira calon gue maaf ya "
" yaa... "
" maaf lama menunggu"
" gak papa pak ,begini maksud ke datangan kami kesini ingin melamar putri bapak yang bernama Ainun untuk keponakan kami Arya , kira kira nak Ainun menerima pinangan kami?"
Ainun melihat papanya yang duduk di sebelahnya , papa menggenggam erat tangan Ainun.
" Maaf sebelumnya saya minta waktu beberapa menit lagi , berhubung ibu saya blm ada disini "
" baik lah nak Ainun "
"(menghela nafas) huuuuh... gue kira dia mau Nolak lamaran lu bro"
" ngaco lu " ucap Arya berbisik
" serius kalau dia nolak gue sambung gantian gue yang lamar mana tau di trima ya kan "
__ADS_1
" Jangan macem-macem lu "
" Gak gue becanda dia punya adik gak ?"
" ada bentar lagi nyampe bareng ibunya "
" ahhh.. lu serius cantik juga kan ?"
" cantik kayak dia lebih cantikan adiknya "
" gue mau dong , biar kita jadi keluarga kan"
" ntar deh nyampe dulu "
" lu serius ya kasihani lah sahabat mu ini yang masih menjomblo sampai saat ini "
" yaaa..."
Umi dan Adam pun tiba , begitu melihat Adam masuk kedalam rumah Ainun beranjak dari kursinya dan berlari menghampiri Adam dan ibunya .
" Masyaallah cantik nya anak gadis umi "
" trimakasih umi , Ainun pikir umi sama Abang gak akan datang "
" datang dong, masa adik aku yang tunangan gak datang "
" ayo duduk umi Abang , kamu sudah menunggu "
Ainun mengiringi ibu dan abangnya untuk duduk
" Sudah bisa di mulai nak Ainun ?"
" sudah Tante "
" baik saya ulangi apa kira kira nak Ainun menerima lamaran kami ?"
Ainun menoleh ke kanan melihat abinya dan menoleh ke kiri melihat uminya keduanya tersenyum , Ainun menghampiri abangnya dan berlutut di hadapan nya Ainun berkata
" apa Abang mengizinkan Ainun untuk menerima tunangan ini bang ?"
Adam menangis ia benar benar terharu melihat adiknya
" Iya dek Abang merestui dan menginzinkan "
keduanya saling berpelukan dengan haru
ainunpun menjawab
" bismillahirrahmanirrahim saya menerima lamaran ini "
" Alhamdulillah " semua bersorak bahagia bersama sama .
Selamat untuk Ainun , dan selamat untuk Arya 🥰🥰🥰
__ADS_1