
Malampun tiba, waktu yang di tunggu sudah di depan mata dimana kedua saudara kembar ini harus terpisah dengan jarak yang sangat jauh.
Ainun yang sudah berada di bandara menunggu jadwal keberangkatan nya.
Di sana ada omah opah , papa dan tantenya, wajahnya masih saja sedih karena Adam tidak berangkat bersama dengannya .
Melihat raut wajah putrinya yang murung dan tidak tampak kebahagiaan , Riki mengerti perasaan putrinya ia menghampiri putrinya dan berkata " Ada apa sayang kok dari tadi papa perhatian Ainun murung terus kenapa nak ?"
" bang Adam gak datang pa ?"
" katanya umi sih datang sayang kita tunggu aja yah "
Ainun terus melihat ke pintu masuk ia benar benar berharap saudaranya datang mengantarnya ke bandara.
Saat melihat sekeliling bandara ia teringat kenangan beberapa tahun silam.
Keluarga nya di terpa musibah kematian sang Abi karena kecelakaan pesawat yang jasadnya tidak pernah di temukan timsar dan kepolisian.
karena ketakutan nya ia memeluk papanya dengan erat berderai air mata
" Ainun kenapa nak ?"
" Ainun ingat sama Abi pa , Ainun kangen sama Abi "
" sayang, jangan lupa doain Abi disana "
" Ainun gak jadi deh pa berangkat nya Ainun gak sanggup naik pesawat sendirian"
" Ainun sayang nak, tenangkan dirimu nak percaya sama papa semua akan baik baik saja ya "
" Ainun gak bisa pa , batalin aja pa pesawat nya "
Ainun terus merengek meminta untuk di batalkan jadwal keberangkatan nya, tiba tiba saja Adam datang bersama umi dan kedua adiknya
" Jangan di batalin pa"
Ainun menoleh ke arah suara yang tak asing baginya, begitu melihat Adam Ainun berlari menghampiri Adam memeluk abangnya.
Ainun menangis di pelukan sang Abang.
" Udah jangan nangis lagi jelek tau , ingus kamu kemana mana "
" ih Abang apaan sih bukannya adekny di bujukin biar diam malah di ejekin "
" kamu itu susah di bujuknya "
" Abang kok lama baget datangnya "
" maaf dek tadi Abang naik angkot nya nyambung nyambung kamu tau sendiri ke bandara itu susah jadi harus naik Angkot berkali kali , yang pentingkan Abang sama umi udah sampe "
"Abang nyakin gak jadi pergi "
" gak adek ku yang cantik "
" kenapa ? ayolah bang aku takut naik pesawat "
" kok takut ? kan enak naik pesawat "
__ADS_1
" takut bang, ainu ingat Abi "
Adam menoleh kearah ibunya , umi menghampiri Ainun dan berkata
" jangan takut ya nak semua akan baik baik aja kok "
"iya umi "
" disana jaga diri jangan lupa sholat , takutlah sama larangan Allah karena disana pasti banyak cobaan nya nak "
" iya umi "
Tiba tiba suara pemberitahuan keberangkatan di umumkan , Ainun pun memeluk keluarga nya satu persatu penuh haru dan suka cita setelah itu ia masuk kedalam .
" dek pakai dulu boarding pass kamu dulu "
" Makasih bang "
berkali kali ia melambaikan tangannya ke keluarga yang akan ia tinggalkan .
Ainun pun masuk kedalam pesawat.
Setelah itu mereka pun pulang .
✈️✈️di dalam pesawat
Rasa trauma Ainun semakin besar ia berkali kali memejamkan matanya untuk mengurangi rasa ketakutan nya , karena rasa takut yang lebihan sampai ia tanpa sadar meremas tangan pria di sebelahnya.
Pria itu hanya menoleh ka arah Ainun tanpa berkata kata ia seperti tau kalau Ainun ketakutan.
"Allohuakbar"
" astaghfirullah ,maaf mas maaf saya gak sengaja "
" gak papa gak papa "
" sebentar saya minta obat dulu buat lukanya"
" udah gak usah mbak "
"(melambaikan tangannya ) Excuse me flight attendant, may I have some medicine for the wound (Permisi pramugari, bolehkah saya minta obat untuk lukanya)"
"Of course you can, wait a moment"
"thanks "
pramugari kembali ke kabin untuk mengambil obat untuk luka pria itu .
lalu kembali lagi membawakan obat untuk Ainun dan pria itu .
Ainun meminta pria itu yang mengobati lukanya sendiri ia takut menyalahi , karena mereka bukan mahram.
"maaf , saya gak bisa kasih obatnya "
" iya mbak gak papa saya aja yang obatin sendiri "
pria itu mengoleskan obat ke luka tangannya, ia melirik ke arah Ainun yang masih malu malu
__ADS_1
" maaf ya, saya gak tau kalau saya udah bikin tangan kamu sampai luka gitu "
" iya gak papa, saya perhatikan tadi kamu kayak takut banget waktu pesawat mau terbang kamu ada trauma ?"
"( menghela nafasnya )huuh... Abi aku meninggal karena kecelakaan pesawat makanya aku masih trauma sama pesawat"
" ya ampun turut berdukacita ya, nama aku Arya , nama kamu siapa?"
" nama aku Ainun "
" tujuan kita sama apa kamu mau kuliah atau kerja ?"
" aku kuliah , kalau kamu ?"
" aku juga kuliah jangan jangan kita kuliah di universitas yang sama "
" oyah ? bisa jadi tapi gak papa sih aku senang punya teman dari Indonesia"
" ( tertawa kecil ) salam kenal ya , ngomong ngomong cengkraman kamu lumayan "
" ( tertawa malu) maaf aku gak sengaja "
" udah gak papa besok juga lukanya hilang sendiri".
Perkenalkan singkat Ainun dengan seorang pria bernama Arya .
mereka sama sama dari Indonesia dengan tujuan yang sama ingin melanjutkan pendidikan ke negeri orang.
Yang membuat mereka semakin tidak menyangka ternyata Ainun dan Arya kembali berjumpa besok harinya saat pertama sekali masuk ke universitas.
kedekatan keduanya mulai terjalin , menumbuhkan rasa cinta di antara keduanya.
tapi Ainun slalu menolak untuk menerima cinta Arya ia slalu bilang pacaran itu di larang sama Agama.
Pertama sekali masuk ke kampus , Ainun memilih jurusan yang ia inginkan. lagi lagi mereka di pertemukan di universitas.
" Loh, Ainun ya ?"
Ainun menoleh sambil tersenyum
" astaga Arya , kamu kuliah di sini juga ?"
" iya aku kuliah disini aku jalur beasiswa"
" waaahhh hebat kamu, aku juga kembaran lolos jalur beasiswa tapi gak di ambil sama kembaran aku "
" o ya aku baru tau kalau kamu punya kembaran , wahh... cewek apa cowok ?"
" cowok nama nya bang Adam dia sosok yang bijak pintar dan contoh yang baik buat adik adik nya "
" Adik kamu masih ada ?"
" Sebentar nya sih panjang ceritanya kalau aku ceritain latar belakang keluarga aku, umi sama papa udah pisah udah lama perceraian nya gak tau karena dasar apa, intinya mereka berpisah begitu kami di lahirkan kedunia setelah itu umi menikah lagi sama Abi di saat umi mengandung adik ku Maryam Abi meninggal dalam kecelakaan pesawat itulah sebabnya aku takut naik pesawat"
" Ya ampun sedih baget kisah hidup mu , tapi kamu hebat sih aku juga gak punya orangtua lagi ayah ibu aku udah meninggal udah lama sejak aku masih berusia 5 tahun"
" ya ampun , orangtua kamu sakit ?"
__ADS_1
" gak sama seperti Abi kamu kecelakaan cuma bedanya orangtua aku kecelakaan nya naik motor aku di besarin di panti asuhan, kamu masih enak punya saudara aku gak punya cuma sebatang kara "
" ya ampun yang sabar ya kamu juga hebat ternyata "