Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Khawatiran Ainun


__ADS_3

Semua berjalan lancar, perlahan mereka pun bangkit dari keterpurukan.


Adam dan ibunya mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya.


Demi menutupi kebutuhan anak anaknya gadis bekerja di sebuah toko supermarket di dekat kontrakan nya.


Sementara butik di pegang kendali oleh ibu mertua.


" Loh kok nenek Lampir yang datang bukan ibu ya ?" ucap salah satu karyawan butik


" aku dengar dengar sih ibu sama anak anaknya sudah pindah rumah udah gak tinggal di rumah nya dulu "


" Loh kenapa ?"


" katanya sih selisih paham sama itu nenek lampir "


" hussst udah udah dia mau masuk ke butik kita kerja lagi yuk "


Ibu mertua masuk kedalam butik memeriksa sudut sudut butik .


" Kenapa kaca butik blm di lap ? mana nih tugasnya untuk ngelap kaca "


salah satu karyawan maju kedepan menghampiri ibu mertua


" saya Bu "


" kamu saya gaji mahal mahal itu bukan buat gosip ! kalian semua kemari kumpul di depan saya "


Seluruh karyawan mendekati si ibu mertua


" kalian dengar kalian saya gaji mahal mahal bukan untuk santai santai dan bergosip di sini jadi tolong yang bukan ada urusannya dengan butik saya jangan di campuri ngerti ?"

__ADS_1


" mengerti Bu "


ucap mereka secara serentak


" ya sudah kembali kerja , dan kamu lap kaca saya gak suka lihat kaca kotor begitu "


" baik Bu "


Satu persatu karyawan merasa tidak nyaman bekerja di butik karena peraturan kerja semakin di perketat membuat mereka tidak tahan.


Sementara Ainun, datang mengunjungi ibu dan saudara nya di rumah mereka ia tidak tau apa yang sudah menimpa ibu dan saudara nya.


" Kok tumben pagar rumah di gembok gini "


kata Ainun yang berdiri di depan rumah


Melihat Ainun tak kunjung masuk , Riki keluar dari dalam mobil


" kenapa nak katanya mau ketemu umi kok gak masuk ?"


" kamu punya nomor umi ?"


" punya tapi gak aktif dari kemarin Ainun hubungi gak bisa pa perasaan Ainun jadi gak enak pa , Ainun takut mimpi Ainun jadi kenyataan "


" nak, kita berdoa ya semoga umi dan saudaramu yang lain baik baik saja "


" aamiin pa , Ainun coba panggil aja ya pa?"


" boleh coba dulu nak "


" umii,... kak Adam... Ibrahim... Maryam... buka pintunya Ainun di depan ..."

__ADS_1


Ainun berteriak memanggil keluarga nya tapi tetap tidak menerima jawaban , tiba tiba seorang tetangga rumah mereka menghampiri Ainun dan ayahnya.


" maaf , Ainun ya ?"


" iya Bu "


" rumah itu udah kosong gak ada orang lagi"


" loh kenapa Bu , kan di dalam situ ada ibu sama saudara saya "


" Tapi sudah pergi Ainun rumah itu udah kosong gak ada orang lagi "


Ainun terdiam ia semakin panik begitu mendengar perkataan ibu di hadapannya


" ibu tau kemana umi pergi ?"


sambung papa


" saya gak tau pak , cuma yang saya dengar ibu mertuanya mengusir ibu gadis pergi dari rumah ini "


" ya Allah tega baget sih nenek kok usir umi dari rumah ini "


" tenang sayang tenang semua akan baik-baik aja "


" pa, kita cari umi sekarang , ayo pa kasihan umi pa "


" iya nak iya tenang ya , Bu trimakasih untuk informasi "


" sama sama pak "


" kalau begitu Kami pamit dulu assalamualaikum"

__ADS_1


" walaikumussalam "


Ainun dan papa buru buru pergi untuk mencari umi , mereka berkeliling di kota selama seharian tapi tetap hasil nya nol, mereka terus mencari sampai esok harinya, Ainun mendatangi sekolah abangnya yang ternyata sudah libur selama 3 hari ini tanpa kejelasan Ainun semakin menagis ia benar benar khawatir dengan keberadaan mereka.


__ADS_2