
Sesampainya dirumah sakit, umi terus menggenggam tangan putrinya.
"Kamu kuat kan nak ?"
bisik umi
"kuat umi"
Melihat kedatangan menantu ibu menghampiri nya dan menangis sambil memeluk nya
"Ibu yang tenang ya Bu"
"Maafkan ibu nak, maafkan ibu"
"ibu gak salah apa apa Bu"
"coba ibu gak kasih izin Anhar pasti ini gak akan terjadi "
"ini sudah takdir dan jalannya dari Allah Bu"
"Iya bener Bu, sebaiknya kita lihat sama sama kondisi nak anhar dulu "
Gadis berjalan perlahan mendekati kaca ICU untuk melihat kondisi suaminya.
Perlahan air matanya jatuh ia benar benar merasa bersalah satu Minggu sebelum kejadian ini, suaminya sempat mendengar doanya.
(Kembali ke kejadian satu Minggu yang lalu)
Saat itu gadis sedang melaksankan sholat malam (istikharah ) di ruang sholat di bawah didekat kamar asisten rumah tangga.
Kejanggalan terjadi saat sang istri bangun dan menuju ke ruang bawah untuk sholat
"tumben gadis sholat di bawah biasanya kan sholat slalu di kamar " kata anhar yang terbangun dari tidurnya ia diam diam mengikuti istrinya ke bawah menyaksikan istrinya sholat sampai selesai .
"Ya Allah, hamba pengen cerita, saat ini hamba Gunda harus gimana hamba tau ini salah karena hamba akan menyakiti suami hamba tapi hamba gak bisa bohongi perasaan ini, kalau hamba sangat menyayangi dia, kenapa perasaan dulu engkau tumbuhkan lagi ya Allah,,
hamba bersusah payah untuk melupakan masa lalu itu tapi kenapa engkau ingatkan lagi "
anhar yang tak sengaja mendengar doa dari istrinya tiba tiba tubuhnya lemas, ia tidak bisa berkata apa apa lagi.
__ADS_1
Semenjak hari itu anhar menyadari alasan kenapa setiap ia ingin menyentuh istrinya slalu berusaha menghindar
"ternyata karena itu kamu slalu menolak untuk aku sentuh gadis " kata anhar berbisik saat sedang mengintip dari balik tembok
Sejak mengetahui kenyataan yang pahit, anhar tak pernah memaksa gadis untuk tetap berada di sisinya karena ia tau gadis rasa ketidak nyamanan nya
Di rumah sakit gadis hanya berdiri di balik kaca dimana sang suami di rawat.
umi menghampiri nya dan berkata
" kamu gak pengen lihat kondisi suamimu lebih dekat nak?"
Gadis menggelengkan kepalanya
"ada apa nak, kenpa sedikitpun tak ada umi lihat kekhawatiran di matamu ?"
"Gak ada apa-apa umi "
Umi meraih tangan putrinya dan berkata
" Ceritalah nak, jangan pendam seorang diri"
"ada apa nak ?"
"Dia suami sah gadis secara agama dan hukum sah juga di mata Allah tapi gadis slalu menolak untuk menunaikan kewajiban gadis "
"maksudnya nak ?"
"semenjak gadis tau kebenaran, gadis gak bisa bohongi perasaan gadis umi, jujur gadis memang blm ingat sepenuhnya kisah cinta kami berdua bersama bang anhar di pikiran gadis hanya ada kisah masa lalu gadis umi"
"Nak, lupakan masa lalu mu lihatlah nak, ada sosok pria bertanggung jawab dan berhati mulia terbujur membutuhkan dukungan dan cinta darimu dia suamimu nak , bukan Riki lagi "
"entahlah umi... rasanya aku gak bisa bohongi perasaan ku"
"nak, umi tau sulit sekali, tapi apasalah nya untuk mencoba nak lihatlah kasihan dia "
"Iya umi"
"ayo masuk nak temui suami mu "
__ADS_1
"iya umi"
perlahan-lahan gadis melangkah masuk ke dalam ruang icu dengan berpakaian yang sudah lengkap.
Air matanya menetes membasahi kain cadar yang ia kenakan .
Ia menggenggam tangan pria yang sedang berjuang melawan hidup dan matinya
Ia menggenggam erat tangan anhar sambil berkata
"Aku minta maaf , aku sudah kecewakan kamu, aku tau aku salah , aku tau aku bodoh, aku masih butuh kamu, bangunlah kita mulai lagi semua dari awal "
Air mata nya ikut berjatuhan mengenai tangan anhar.
ia larut dalam kesedihan, ia benar-benar merasa bersalah penyesalan dan kekesalan mulai menghantui nya
"kalau aku tau ini akan terjadi sedikit pun aku gak akan izinkan kamu untuk pergi dan meninggalkan aku "
sambungnya sambil membelai helai rambut suaminya
Ingatan yang tak menyimpan memories cinta mereka tapi hati gak akan pernah bisa salah.
ibu mertua yang melihat dari balik kaca jauh lebih tenang melihat kedekatan kembali keharmonisan rumah tangga anak anak mereka.
"Saya senang lihat keharmonisan rumah tangga anak kita ya umi"
"Alhamdulillah Bu, saya juga senang sekali, apa gak sebaiknya ibu pulang dulu baju yang ibu kenakan masih berlumuran darah kan kotor Bu sebaiknya ibu pulang ganti baju istirahat biar saya sama gadis aja yang jaga nak anhar malam ini "
"Saya gak tenang Bu harus ninggalin anak saya dirumah sakit "
"insyaallah kami jaga Bu, ibu istirahat saja dirumah lagian kan ada nak gadis istrinya "
"Ya sudah saya pulang aja kalau gitu , saya titip anhar ya Bu kalau ada apa apa kabari saya"
"iya Bu hati hati di jalan "
"iya umi"
Dengan berat hati , ibu memutuskan untuk pulang kerumah.
__ADS_1