
mami keluar kamar penuh kemarahan bang Riki sepertinya tidak menyadari apa yang ia lakukan.
ia trus memaksa ku untuk menjelaskan apa yang terjadi
"Abang kenapa tadi malam de , apa bener abang tadi malam mabuk de, jawab de"
"udahlah bang sebaiknya Abang istirahat aja, kan udah dokter saranin juga tadi, gadis mau ke bawah dulu ya bang kalo ada apa apa Abang bunyiin bel nya aja "
Akupun turun ke bawah sebenarnya hatiku masih kecewa tapi apa yang harus aku lakukan aku takut bang Riki berpaling hati ke wanita di masa lalu nya itu.
ya Tuhan.. ujian apa lagi selanjutnya apa aku kuat menghadapi nya.
saat aku merenung di teras rumah tanpa aku sadari mami datang lalu berkata " yang sabar ya nak , yang kuat ngadapin ujian dalam rumah tangga kalian ini"
aku kaget dan langsung menoleh ke arah mami
"ia mami trimakasih mami"
"mami nyakin kamu istri yang sabar dan kuat"
"ia mami trimakasih mami" ucap ku lalu memeluk mami.
Siang harinya, hal yang tak terduga terjadi lagi. Agnes semakin berani datang kerumah ia tau Riki sedang sakit karena sebelum nya ia chatting dengan Riki melalui WhatsApp Riki mengabarkan bahwa ia sedang sakit, dengan sigap ia datang kerumahnya membawa sebuah buket bunga dan roti untuk Riki.
"Ting nong Ting nong" suara bel dari dalam rumah
seorang pekerja langsung berlari membukakan pintu
"mau cari siapa non?"
"aku Agnes kamu gak kenal sama aku?
"maaf non Agnes ternyata saya pangling non Malik cantik sekali non Agnes"
"trimakasih loh bi, oh ia aku bisa masuk"
"boleh boleh non silahkan"
"trimakasih lo ya"
__ADS_1
"ia non mari saya antar ke dalam non "
"boleh mari "
si bibipun menggiring Agnes untuk masuk kedalam rumah
saat itu bang Riki sedang menonton tv di sana ada aku, mami omah Tania dan kak Erika .
"permisi nyonya , ini ada tamu" kata bibi seketika kami menoleh ke arah tamu yang di maksud bibi mami terkejut begitu melihat tamu itu langsung berdiri dan berkata " Agnes , mau ngapain kamu kesini"
"mi , Riki yang undang Agnes ke sini"
"what!! apa an sih lu bang udah punya istri juga" sahut Tania
"maksud agneskan baik dia pengen jeguk aku mami dek, gak salah kan?"
"salah dong Ki , kan ada istri kamu "
"mami dia cuma jeguk , gak papa kan dek kalo agnes jeguk Abang"
"mmm .."
"gak papa kan dek"
"makasih gadis udah kasih aku ya"
"kalo gitu mami aja yang pergi "
"Tania juga mau pergi aja "
"Erika juga males disini jadi suasana nya gak enak"
mami pergi di susul Erika dan Tania.
melihat satu persatu pergi Agnes tersenyum manis ke arah omah yang masih duduk .
"oh ia udah gimana keadaan kamu?"
"ya.. seperti yang kamu lihat aku tinggal lemasnya aja sih "
__ADS_1
"oh syukurlah"
"kamu balik ke Indonesia kok gak ngomong² sih" ucap Riki
"ya... gimana ya aku mau nelpon kamu tapi aku takut" kata Agnes melihat ke arah gadis
"kamu tau gak sih, aku itu terpukul baget begitu tau kamu udah nikah, padahal aku terbang ke Indonesia lagi buat nangih janji kamu, kamu masih ingat kan janji kamu itu"
"maaf nes, aku pikir kamu udah lupa sama aku lagi pula waktu itu kamu yang ninggalin aku dan putusin hubungan kita"
Agnes semakin berani keberadaan gadis semakin gak mereka anggap, Agnes meraih tangan Riki lalu di genggam nya, mendapat perlakuan Agnes Riki melotot melihat ke arah gadis yang dari tadi sudah gelisah.
"maafin aku ky, aku pikir juga waktu itu kamu bakal susul aku juga"
Tau sang istri sedih Riki melepaskan tangannya dari genggaman Agnes
" maaf nes, itu cuma masa lalu kita sekarang aku sudah punya istri dan fokus ke rumah tangga ku juga"
"oh ya udah , kalau gitu aku pamit pulang aja deh semoga kamu secepatnya pilih kembali ya"
"aamiin makasih nes"
"omah, Agnes pamit pulang dulu ya"
"kok buru buru sih sayang nanti aja pulangnya sore"
"Agnes masih ada aktivitas lain omah"
"oh ya udah hati hati d jalan ya sayang sering sering main kesini"
"iya omah"
stelah Agnes pergi, gadis langsung pergi meninggalkan Riki menuju kamar mereka.
"kasihan baget kak gadis ya kak"
"gak tau tu dek, kakak merasa si Agnes memang sengaja deketin Riki lagi "
"memang gatel baget itu perempuan heran deh"
__ADS_1
"tapi semoga aja cinta mereka gak tergoda sama godaan si Agnes itu, dan semoga aja ini perasaan kakak aja "
"semoga aja kak, kalo sampai kejadian gak tau lagi ngomong apa"