
"iya.. aku beruntung baget milikin dia nes, Oya kamu gimana sekarang udah ada yang dampingi kamu?"
"kalo aku sih blm ky masih fokus ke bisnis aku dulu deh"
"o ya kamu jalani bisnis apa nes"
"yaa.. sama seperti kamu "
"ha.. maksud nya"
"aku yang undang kamu ke sini ky"
"oh ... jadi kamu clien yang inves ke perusahaan aku"
"hmmmm... Yapp benar sekali "
"kalau aku tau dia aku akan menolak ini semua" katanya dalam hati.
"gimana kita udah bisa mulai meeting nya atau kita cancel aja ?"
"bisa ayo kita masuk kedalam"
"baiklah Riki"
setelah berada di dalam cafe agnes melihat mesra ke arah Riki yang sedang menjelaskan jalan usaha yang akan mereka geluti bersama
"ada apa buAgnes , ada yang salah dengan saya"
"hmmm... gak, gak ada kok kamu masih sama kayak dulu"
"maksud nya Bu"
"oh, gak ya udah kamu lanjut aja lagi"
"baiklah saya lanjut kan ya Bu tolong ibu perhatikan saya ketika menjelaskan ya bu"
"hmmm... baik silakan di mulai "
"baiklah ..." Riki melanjutkan penjelasannya lagi lagi Agnes tidak menyimaknya ia hanya terus memandangi Riki sambil tersenyum manis ke arah Riki.
"ibu kenapa Bu kenapa dari tadi saya perhatikan cuma senyum senyum gak jelas"
"saya sepertinya jatuh cinta lagi"
"maksud ibu apa , saya gak ada waktu buat main main Bu"
"gak ada yang main main Riki mana surat kontrak nya sini saya tanda tangani "
"apa! semudah itu "
"yaa... saya udah deal dan udah cocok tunggu apa lagi coba"
__ADS_1
"Anda dari tadi tidak menyimak apa yang saya jelaskan tapi anda langsung deal, ada ada saja"
"kan saya bilang kamu gak akan mungkin ngecewain saya, sini " ucapnya merampas berkas di tangan Riki dan langsung menanda tangani nya dengan mudahnya .
"udah kan udah deal dan nanti saya transfer ya"
"baiklah trimakasih kalau begitu saya permisi dulu saya harus ke kantor permisi"
",tunggu dong, apa kamu gak kangen sama suasana ini ky"
langkah Riki terhenti
"jawab ki apa kamu gak kangen sama suasana ini ky , di tempat ini dulu kamu nyatain cinta kamu ke aku ky di tempat ini aku pergi kalau kamu jahatin aku ky ketempat ini rumah kedua bagi aku ky, asal kamu tau ky sesampainya aku ke Indonesia tempat inilah yang pertama kali aku datangi ki aku berharap kamu disini nunggu aku pulang tapi nyatanya sebaliknya kamu malah ninggalin aku begitu saja"
Riki menarik nafas menahan rasa kecewa yang ia simpan selama bertahun tahun ini ia menoleh ke arah Agnes dan mendorongnya sampai duduk di kursi
"aku yang ninggalin kamu? aku!!! kamu bilang kamu yang ninggalin aku Agnes sadar dong kamu yang udah mutusin aku begitu saja malah seenaknya kamu bilang aku yang ninggalin kamu"
"yaa.. kan maksud aku waktu itu kamu ikut nyusul ke luar negeri bukannya malah nikah gini ky"
"sekarang mau kamu apa "
"aku mau kita bersama lagi ky"
"kamu gila ya kamu gila"
"yaaa ky aku gila aku gila karena kamu aku gila tau kalau kamu udah ninggalin aku semudahnya"
"aku udah pulang ky aku udah disini aku gak pernah ninggalin kamu sedetikpun ky aku gak trima kalau harus ada wanita lain yang tempati posisi aku dulu " ucapnya sambil menangis memeluk Riki yang masih terdiam lama
kemudian perlahan ia mendekap Agnes kembali mendapat respon positif agnes tersenyum nakal di dalam hatinya semakin ingin memiliki Riki apapun itu caranya
"YESS ternyata dia masih ada perasaan sama aku bagus Riki sayang" cetusnya dalam hati.
"aku kangen kamu ky, disana aku bersusah payah Cari kabar soal kamu, kabar yang aku dapat malah kabar nikah kamu kamu bayangin aja gimana hancurnya perasaan aku ky"
"maafin aku nes, aku kira semua udah berakhir begitu kamu mutusin buat sudahi semua nya, aku minta maaf waktu itu buat kamu sakit saat tau pernikahan ku aku gak ada maksd apa apa nes aku juga sakit baget nes harus berpisah dan pulang ke rumah dari bandara dalam keadaan sakit hati nes"
"maafin aku ky, masih ada kah ruang untuk
ku di hatimu ky,izinkan aku untuk memberi warna baru di dalam ruang itu"
Riki terdiam dan melepas dekapan Agnes dan berbalik badan .
"aku tau ky ini gak mungkin terjadi, aku tau posisi kamu sekarang udah beda sama yang dulu aku bisa paham kok ky "
"maksd kamu nes"
"aku siap walaupun harus jadi yang kedua"
__ADS_1
Riki terdiam melihat ke arah Agnes dengan wajah melasnya akhirnya Riki termakan omongannya di tambah lagi bisikan setan membuatnya semakin menggebuh gebuh mengingat semua kenangan mereka, mulai hari ini mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan sang istri yang polos.
bahkan Agnes juga semakin berani datang kerumah Riki seolah olah memberi kode kalau mereka ada hubungan .
suatu ketika , saat makan malam keluarga tiba tiba Agnes datang membawa makanan kesukaan omah dan mami
lalu mengambil kan makanan untuk Riki dan menyuapi nya membuat gadis hanya bisa diam dan menyaksikan pertunjukan mantan pacar suaminya ini yang ternyata sudah menjalin hubungan dengan suaminya .
"enak kan ky itu masakan aku loh"
"enak enak , makasih nes" ucap Kiky tersenyum manja ke arah Agnes kemudian Agnes pun membalas senyuman itu
"huhukhuhkuhuk" papip tiba tiba batuk
"Agnes mau ikut makan malam ,kalau mau ikut silakan duduk kalau gak silakan tunggu di ruang tamu"
"eh ia om maaf, Agnes tunggu di ruang tamu aja deh , di makan ya omah kesukaan omah loh itu "
"makasih sayang "
"sama sama omah "
"jaga sikap kamu Riki" ucap mami melihat Riki dengan matanya yang tajam
perubahan sikap dari Riki mulai terlihat gadis ia mulai sering menjauhi gadis bahkan bersikap dingin sama gadis .
"Abang kenapa sih bang kok Sekarang jauh banget brubah"
"ya Allah, maafin Abang de apa mungkin ini efek Abang terlalu capek ya kerjanya"
"bisa jadi bang jadi buat Abang stres juga "
"bener ya sayang kalau gitu bsk kita ke puncak gimana ?"
"boleh bang"
" kakak ikut " ucap si kakak yang mendengar pembicaraan adiknya
"sejak kapan kakak disitu ?"
"heheh tadi kakak gak sengaja lewat kok serius kakak gak ngintip lagian pintu kamar kok sering baget gak d kunci "
"ya Allah iya bang gadis lupa kunci tadi "
",pantesan , kakak mau ikut kemana?"
"ke puncak dong"
"boleh kak"
"eitss,,, gak gak boleh kalau kakak mau ke puncak Sono bareng kak Ali aja"
__ADS_1
"