
Berkecamuk berjuang melawan antara hidup dan mati, akhirnya frisly berhasil melewati masa masa kritisnya meskipun ia blm sepenuhnya sadar ia sudah berangsur-angsur merespon apabila di ajak berbicara.
Terpukul melihat putrinya terbujur tak berdaya di atas kasur rumah sakit , papa hanya bisa menyesali apa yang telah ia lakukan.
Perlahan lahan ia meraih tangan putrinya yang di hujani jarum sebelum nya tangan yang pucat itu ia angkat dan cium berkali kali seolah olah meminta maaf apa yang telah ia lakukan itu salah .
" Nak, ini papa sayang , ayo nak buka mata frisly kasih tau papa kalau frisly dengar suara papa "
Perlahan frisly menggerakkan salah satu jari tangan nya
" Papa lihat pa frisly gerakin tangannya "ucap mama senang begitu melihat gerakan tangan frisly
" syukurlah, berarti frisly dengar papa ngomong ma "
" iya pa ajak trus anak kita ngobrol pa "
" Frisly, sayang ini papa, maafkan papa nak, papa berjanji kalau frisly sehat lagi, papa akan dukung keputusan frisly apapun itu "
Setelah puas meluapkan isi hatinya, mereka keluar dari dalam ruangan nicu papa menghampiri Adam yang masih setia menunggu kabar wanita yang ia sayangi itu.
"(menepuk pundak Adam ) masuklah nak, frisly pasti menunggu mu di dalam "
" trimakasih om "
" masuklah nak "
Adam menoleh ke arah ibunya untuk meminta persetujuan ibunya, gadis mengedipkan matanya memberi tanda bahwa ia mengizinkan Adam untuk masuk kedalam, setelah mendapat persetujuan dari ibunya adam masuk kedalam kamar .
Begitu kedua kakinya berada di dalam ruangan, Adam terdiam ia benar benar terpukul melihat kondisi frisly di hadapannya .
" ya tuhan ... Aku gak kuat lihat wanita yang aku sayangi harus seperti ini , angkat penyakit nya tuhan aku mohon " ucap Adam melangkah perlahan mendekati ranjang frisly.
__ADS_1
Keadaan di dalam tiba saja sunyi hanya terdengar bunyi monitor patient.
Adam mengusap air matany ia tidak mau frisly tau kalau dia sedih melihat kondisi nya.
" assalamualaikum, apa kabar fris, kamu baik baik aja kan, aku nyakin kamu pasti dengar suara aku fris, aku ada disini nemenin kamu sampai kamu sadar aku janji gak akan tinggalin kamu, fris, aku mau jujur satu hal yang waktu itu sempat tertunda, fris aku gak tau ini perasaan apa, aku juga minta maaf kalau perasaan ini menganggu kamu, buat kamu gak nyaman, semakin lama perasaan ku ini semakin gak menentu fris, bismillahirrahmanirrahim, apa kamu mau menikah dengan ku fris, kalau kamu mau bantu aku kasih respon kalau kamu juga punya rasa yang sama seperti aku "
Adam fokus untuk melihat respon yang akan frisly tunjukkan padanya, perlahan air mata frisly mengalir dari sudut matanya yang terpejam .
" Kamu gak mau fris, apa cuma aku yang punya perasaan ini ? "
perlahan lahan jari manis frisly bergerak,
Begitu melihat jari manis frisly bergerak Adam terkejut bahagia ia meremas kedua tangannya karena bahagia .
" Jari , jari manis kamu bergerak fris itu tandanya kamu mau ? Kalau ia plies gerakin lagi sekali lagi "
Perlahan lahan kembali frisly menggerakkan jari manisnya kembali Adam tersenyum bahagia .
" Alhamdulillah, aku tunggu kamu sembuh fris , apapun keadaan kamu bagaimana pun kondisi kamu aku trima kamu apa adanya "
Setelah meluap kan isi hatinya , Adam menekan bel untuk memberi tahu kemajuan perkembangan frisly yang sudah bisa menggerakkan jari tangan nya.
Kedua keluarga ini panik begitu melihat dokter dan suster masuk kedalam ruangan frisly , kemudian di susul Adam yang keluar setelah para tenaga kesehatan masuk kedalam.
" Ada apa nak Adam ?"
" itu om, tadi frisly gerakin jari tangannya, jadi Adam panggil suster buat mastiin kondisi frisly "
" syukurlah pa, makasih ya nak Adam "
Ucap ibunda frisly yang ikut senang mendengar perkataan Adam .
" sama sama Tante ibu juga berkat pertolongan Allah "
__ADS_1
Karena malam semakin larut umi meminta izin untuk pulang lebih awal, karena khawatir meninggalkan Ibrahim dan Maryam bersama suster di rumah .
" Maaf Bu, pak, saya pamit pulang dulu soalnya anak saya dua masih ada dirumah "
" iya Bu, trimakasih ya sudah ikut antar dan jaga anak kami "
" sama sama pak , semoga ibu sama bapak di beri kesabaran menghadapi cobaan ini "
" aamiin "
", semoga juga nak frisly secepatnya siuman "
" trimakasih ibu nya Adam kalian memang baik sekali, saya bahagia tuhan mempertemukan putri saya dengan keluarga kalian "
" Umi, Adam antar ya "
" gak usah sayang, umi naik gojek aja "
" udah umi Adam gak mau umi kenapa kenapa "
" Sudah, biar supir om aja yang antar mama kamu pulang " sambung papa
" gak usah pak, repot repot "
" gak kok Bu, kebetulan supir saya juga ada di rumah sakit ini "
" Ya udah deh, umi pulang dulu ya nak, jaga frisly , salam. buat nak frisly "
" iya umi "
" terus kabari umi ya "
" iya umi "
__ADS_1
" assalamualaikum "
" walaikumussalam "