Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
3 hari menuju hari pernikahan Riki dan Agnes


__ADS_3

Papa mendengar kabar kehamilan Agnes dari media hanya masih ia sembunyikan untuk tidak di publik kalau putri semata wayangnya hamil bukan anak dari calon suaminya tapi dari pria lain papa sangat marah begitu mendengar kabar itu .


Siang hari, omah berkunjung ke gedung tempat dimana akan di gelar acara pernikahan cucunya 3 hari mendatang, omah orang paling sibuk dalam hal mengurusi soal persiapan pernikahan cucunya ini dia ambil bagian garda terdepan ia menginginkan pernikahan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan bahkan ia menolak untuk mengundang gadis ke acara pernikahan tsb. dengan alasan ia takut gadis membuat kacau acara yang sudah ia rancang jauh jauh hari , ya tuhan... nenek tua 🤦🤭😅


Sesampainya di gedung yang sedang di dekorasi oleh para petugas pendekor ruangan omah masuk dengan santainya ternyata oh ternyata ia gak sengaja mendengar pembicaraan papi nya Agnes dengan putrinya


sebagai berikut


"papi sudah tau semua papi tau dari media kalau anak yang ada dalam kandungan mu itu bukan anak Riki ayo jawab jujur jelaskan sama papi"


"gak Pi itu semua bohong cuma cara mereka buat jatuhin pamornya aku"


"jujur Agnes papi sudah tau semua papi juga sudah pegang bukti buktinya papi cuma minta kejujuran mu saja "


"Agnes mohon ngomongnya jangan kuat kuat Pi nanti keluarga mas Riki dengar "


"apa betul yang media bilang kalau Riki bukan ayah biologis dari anak yang di kandunganmu ?"


Agnes tak menjawab ia mengangguk kan kepalanya seraya membenarkan apa yang papinya katakan


seketika papinya menepuk jidatnya ia tak habis pikir kenapa putrinya sekejam itu.


"papi gak habis pikir , kalau keluarga Riki tau bisa panjang ceritanya "


"Agnes mohon papi bantu Agnes jaga rahasia ini sampai anak ini lahir "


"ya Tuhan ... tega sekali kalian buat cucu ku untuk menutup malu keluarga kalian" ucap omah tiba tiba hadir di tengah pembicaraan Agnes dan papi nya


"omah, ini gak seperti yang omah dengar "


"cukup Agnes , saya salah sudah bela bela kamu mati matian saya pikir kamu wanita berpendidikan dan terhormat tapi ternyata saya salah kamu licik kamu munafik, syukurlah Tuhan tunjukkan kebusukan kamu sebelum pernikahan ini di gelar saya pastikan pernikahan ini tak akan pernah terjadi "


ucap omah lalu pergi ia tak dilepaskan begitu saja oleh Agnes, Agnes terus menghalangi omah untuk pergi dan tiba tiba ia menarik baju omah sampai omah terjatuh ke trotoar jalan gedung


"astaga !"


ucap Agnes saat melihat omah tergeletak dengan darah di kepala nya


"apa yang kamu lakukan nes "


"Agnes gak sengaja papi"


"ayo bawa kerumah sakit " ucap papi


merekapun membawa omah kerumah sakit kondisi omah masih blm sadarkan diri.


"apa yang sebenarnya terjadi sama omah aku nes jawab !!" ucap Riki sangat emosi begitu melihat kondisi omah

__ADS_1


"aku gak apa apain omah , omah tadi jatuh waktu mau masuk ke gedung kepleset kepalanya ke pentok sama trotoar sayang"


"kami bohong !"


"yang tenang sayang, kasihan Agnes dia lagi mengandung loh" ucap mami mencoba menenangkan putranya .


Tak berapa lama omahpun sadarkan diri


"aku dimana ?"


"mama ada di rumah sakit " sahut papip yang duduk di sebelah ibunya


"mama mau ngomong sesuatu tolong suruh keluarga Agnes keluar "


"ngomong aja ma kalau ngomong " sahut mami


"ini hal penting mama gak mau mereka disini"


papip melihat ke arah papi nya Agnes dan Agnes kemudian keluarga Agnes pun mengalah untuk keluar dari ruangan omah di rawat.


setelah berada di luar ruangan


"mampus aku Pi, pasti tua Bangka itu bakal bongkar semua "


"kamu yang tenang , papi jamin keluarga mereka gak akan bisa berkutik "


"ya mami, aset kita di perusahaan mereka 80% mereka bisa bangkit kembali karena aset aset papi"


"aku takut Pi"


"kamu yang tenang ya nak"


ucap papi mengusap kepala putrinya.


sementara di dalam ruangan omah bercerita apa yang telah terjadi dan meminta maaf sudah mendukung penuh hubungan mereka


"mama mau ngomong apa ?"


"mama minta batalkan pernikahan ini"


"loh kok aneh sih ma , bukannya mama yang ngotot pernikahan ini harus terjadi " ucap mami


"maafkan mama, mama sudah salah mendukung Agnes sebenarnya dia itu wanita munafik dan busuk"


"kenapa bicara seperti itu ?"


"anak yang dia kandung bukan anak Riki"

__ADS_1


" apaaa..." ucap mereka bersamaan kemudian omah menceritakan kronologi dan apa yang dia dengar hanya saja papip mami dan Riki tidak mempercayai sepenuhnya perkataan omah di karenakan omah tidak punya bukti nyata .


"gitu ceritanya dan karena dia mama seperti ini"


"ya sudahlah kalau begitu mama istirahat saja dulu ya kita mau keluar dulu " ucap papip


"tanggapan kalian cuma itu nyuruh aku tidur "


"trus kita harus gimana ma?" sahut mami


"ya kalian marah dan batalkan acara pernikahan itu"


"udahlah omah, lagian omah juga blm sehat betul soal pernikahan kan masih lama nanti aja kita omongin lagi ya" ucap Riki


"percuma aku jelasin ke mereka toh mereka gak akan percaya apa yang aku bilang kan" celetuh omah setelah di tinggal keluar kamar.


"gimana kondisi omah sayang?"


"Alhamdulillah udah baik lagi kok"


"syukurlah,,"


"kamu kenapa sayang mukanya kok kayak panik gitu "


"oh, ga..gak kenapa kenapa kok sayang mungkin aku kecapean "


"ooh.. aku antar pulang ya "


"gak usah sayang aku bareng papi aja"


"papi gak keberatan kan kalau riki antar Agnes pulang ?"


"silahkan hati hati di jalan"


"tuh papi aja boleh boleh aja pulang bareng aku kamu kok malah nolak "


"ya udah deh sayang aku ke toilet dulu"


untuk mengurangi rasa gemetar karena ketakutan nya Agnes meminta izin untuk ke toilet dan di ikuti calon bumernya 🤭 sampai ke toilet .


ia berdiri di depan kaca toilet sambil berkata


"semoga aja nenek tua itu gak ngadu apa apa ke Riki kalau sampai Riki tau bisa habis "


" apanya yang habis Agnes "


kata mami yang tiba tiba muncul agnespun terkejut melihat kemunculan ibu mertua nya secara tiba tiba

__ADS_1


"gak kok mi, Agnes lagi benerin makeup Agnes yang kebetulan lagi habis mi"


__ADS_2