
Riki hanya diam, ia benar benar menolak memerankan perannya, tapi ini demi kesembuhan mantan istrinya.
" Baiklah kalau memang itu permintaan mu bro aku bisa apa, aku cuma bisa mengikuti alur ceritanya dan skenario yang gadis mau"
" tapi tolong dalam memerankan peran mu jangan pakai perasaan sedikit pun, aku takut ada cinta yang tumbuh kembali"
"( sambil menepuk pundak anhar ) tenang saja bro, aku sudah lupakan cerita kami bagiku itu cuma masa lalu "
", huuuu...h... syukurlah"
"iya kalau gitu aku pamit dulu, nanti kalau gadis nanyak aku pandai pandai saja menutupinya "
"iya silahkan"
dengan berat hati Riki pergi meninggalkan gadis
" sejujurnya aku pengen rawat dia jaga dia cuma gak akan mungkin" ucapnya saat akan meninggalkan rumah .
" Nak Riki" ucap umi keluar dari dalam pintu samping yang terhubung dengan dapur.
" Eh umi, ada apa umi"
" Umi pengen ngomong sesuatu boleh ?"
"boleh umi boleh umi mau ngomong apa umi?"
Umi membawa Riki sedikit menjauh dari rumah agar tak ada satu orangpun yang mendengar perbincangan mereka nanti.
" maaf nak ini sedikit menyangkut pribadi kamu nak"
" ada apa umi ?"
" Maaf sebelumnya, umi sudah lancang, apa di dalam hati nak Riki masih ada anak ibu gadis ?"
Riki terdiam ia tak tau harus jawaban apa yang ia siapkan untuk menjawab pertanyaan si ibu
" Entahlah Bu, Riki juga bingung harus jawab apa "
"kenapa bingung, apa nak Riki masih mencintai nak gadis ?"
"Jujur sih Bu masih bagaimana pun juga dia ibu dari anak anak Riki sampai kapan pun Riki gak akan bisa mengganti kan posisi dia Bu"
" tapi nak Riki tau kan posisi nak Riki sekarang bagaimana ?"
" saya tau Bu "
" Alhamdulillah, begini nak gadis mengalami lupa ingatan karena sempat terbentur hebat di kepala saat keguguran waktu itu "
"iya Bu "
" Yang gadis tau cuma Riki cuma masa masa bersama nak Riki, jadi ibu mohon tolong jaga posisi mu nak, karena pasti ada hati yang berkorban karena ini yaitu menantu ku anhar"
"iya Bu Riki tau "
" ibu mohon untuk saling menjaga ya nak"
" iya Bu, insyallah saya akan melakukan yang terbaik demi kesembuhan gadis "
" Trimakasih nak"
" sama sama Bu, maaf Riki harus pulang dulu Bu kalau ada apa apa tolong ibu kabari Riki"
" iya nak hati hati di jalan "
" iya Bu"
keduanya pun berpisah, Riki pergi dengan beban yang masih ia bawa.
Ia benar benar gak tau harus berbuat apa kalaupun ia mengikuti alur cerita ia takut rasa yang coba ia munuh balik membunuh nya sampai membuat nya jatuh cinta,
" apa yang harus aku lakukan ya tuhan ?"
__ADS_1
gumamnya di dalam hati sambil menyetir mobil, pikirannya terbelah dua.
"Aku gak mungkin trus ngikuti cerita yang gadis buat itu sama saja aku mengorbankan diriku dan perasaan ku, tapi kalau tidak ku ikuti kasihan anak anak ku dan kasihan juga dia "
Sesampainya dirumah, mobil di parkiran olehnya di garasi rumah, di depan rumah langkahnya terhenti begitu melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah. dan tak berapa lama suara tangisan bayi jelas terdengar dari dalam rumah.
Disana ada mami papip dan kedua saudaranya sedang menggendong bergantian bayi yang ada di pelukan mami.
"Itu anak siapa mi ?"
" coba kakak tebak ini siapa ?"
kata adik bungsunya
"gak tau makanya kakak nanyak itu anak siapa ?"
" masa gak tau sih dek, gak kenal sama suaranya ?"
"gak kak "
"ayo.mi balik badannya biar dia bisa lihat anak siapa yang mami gendong "
Mamipun berbalik badan, ternyata anak itu anak nya bersama Agnes yang sudah tubuh besar.
"haa.. Airin ?" katanya berlari menghampiri mami mengambil alih Airin memeluk dan mencium nya
"kangen ya nak ?"
"kangen baget mi"
"udah gedekan Airin ?"
" iya mi sampai Riki gak bisa ngenalin"
"mami juga kangen sama Airin "
"Airin ke sini sama siapa mi?"
Tiba tiba Agnes keluar dari dapur, penampilan nya jauh berubah, ia sekarang sudah berhijab dan bergamis ia terlihat sopan sekali.
bahkan kabar burung berkata Agnes sedang menimba ilmu belajar mengaji di padepokan pondok pesantren ternama.
" Hai assalamualaikum mas ?"
Riki terdiam mulutnya tak bisa berkata apa-apa ia begitu kaget melihat perubahan Agnes.
"walaikumussalam "
"apa kabar mas ?"
"Alhamdulillah baik"
"Alhamdulillah, maaf aku ke sini gak kabari kamu dulu tadi kebetulan lewat jadi aku singgah "
"i,iya gak papa"
"Pip, Rika, dek (si adik bungsu) kita ke belakang yuk bawa Airin" kata mami
Merekapun secara bersamaan pergi ke belakang rumah meninggalkan keduanya .
" silahkan duduk "
Agnes pun duduk, mereka terdiam lama,
"aku mau tanya " ucap keduanya secara bersamaan
"kamu aja duluan "
"mas aja "
"kamu aja "
__ADS_1
"mas aja deh"
"ya udah mau tanya apa ?"
"bukannya mas duluan ya ?"
" oh ia, aku cuma mau tanya kamus sehat ?"
" sehat mas"
" Alhamdulillah, suamimu ?"
" suami ? " Agnes tersenyum menutupi mulutnya
" aku blm menikah mas, aku masih fokus ngurusin Airin dan kehidupan kami"
"ohh, bagus, apa kabar si dokter ?"
"maksud kamu dokter waktu itu ? kami sudah gak ada hubungan apa apa lagi mas sudah lama "
" Tanggung jawab dia ke Airin aman ?"
"Alhamdulillah aman mas, kabar nya juga dia sudah menikah dan istrinya sedang hamil"
"oh bagus "
" kalau kamu gimana kabar gadis ?"
" gadis, dia sedang sakit "
" sakit apa mas ?"
"keguguran"
" astaghfirullah , kok bisa ?"
"yaa... gara gara aku"
"haa.. apa mas masih ada hubungan sama dia bukannya dia sudah menikah ?"
"iya sudah menikah tapi aku hadir di sela sela pernikahan mereka untuk merebut anak anak ku ternyata apa yang aku lakukan malah membuat dia seperti sekarang ini "
" trus gimana kondisi gadis sekarang"
"ya... dia hilang ingatan "
"astaghfirullah, kok bisa mas ?"
" sewaktu dia jatuh karena kehilangan banyak darah kepalanya sempat terbentur ke dinding kuat sekali "
"ya Allah, "
"itulah penyebab dia koma begitu sadar dia cuma ingat masa lalu bersama aku"
Agnes terdiam mulutnya merapat,
" Aku terpaksa ikut alur cerita yang dia buat aku harus berpura pura jadi suami dia "
" apa gak sebaiknya mas cerita aja gimana hubungan mas dengan dia ?"
"mau nya, cuma umi meminta aku untuk menutupi dulu sampai ingatannya kembali"
" Mas, coba mas jawab jujur apa mas masih sayang sama mbak gadis ?"
Riki terdiam ia memalingkan wajahnya memejamkan mata nya berkali kali untuk menyiapkan jawaban dari pertanyaan Agnes barusan
"entahlah aku juga bingung dengan diriku"
" berarti mas masih menyimpan ruang di hati mbak gadis "
" entahlah,,, aku masih mencoba melupakan nya tapi kenapa pilihan yang datang semakin mempersulit aku untuk melupakan ny."
__ADS_1
Agnes sudah tau jawaban apa yang akan ia terima dari pertanyaan nya dia hanya diam untuk memendam rasa kecewanya.