Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
kecewa kedua kali nya


__ADS_3

"maafin Riki selalu ngecewain mami"


"gak sayang kamu gak salah "


"maafin Riki juga gak pernah mau dengar nasehat mami sama papi "


"sudah nak jangan nangis lagi "


"yang paling buat aku sakit sakit banget mi"


"apa sayang cerita kemami"


"Airin"


" kenapa dengan Airin nak?"


"Airin ternyata bukan anak kandung ku mi"


"ya Allah.. bagaimana maksud mu nak Airin bukan anak kandungmu gimana ?"


"Airin anak dokter Tomi dan Agnes sengaja jebak aku buat gantikan posisi dokter Tomi mi"


Mami menangis sejadi jadinya langsung memeluk putra semata wayangnya.


"apa ini karma untukku mi"


"jangan ngomong begitu nak tuhan sayang sama Riki mungkin lebih cepat lebih baik tuhan tunjukkan semua nya kan"


Mami terus mencoba menenangkan Riki, untuk sementara satu bulan kedepan Riki akan cuti di kantor dari kantor ia berencana menenangkan diri dan mengajak gadis dan anak anaknya untuk pergi berlibur bersama.


"pip , papip lagi sibuk ?"


"ada apa ? sudah gimana keadaan kamu ?"


"ya... sudah mendingan pip cuma Riki lagi cari referensi buat ubah kamar Riki sedikit "


" bagus kalau bisa kamu pindah kamar aja gimana ?"


"setuju Pip, ide papi bagus banget cuma aku bisa minta waktu untuk cuti beberapa waktu kedepan Pip?"


"mau kemana kamu ?"


"mau ajak Ainun Adam jalan jalan pip bolehkan pip"


"tentu saja boleh ajak dulu kedua cucu papip kesini "


"trimakasih pip"


"nanti aku bawa ke sini bi kalau gitu aku ke rumah gadis dulu ya pip"


"ya hati hati d jalan"


Segera mungkin Riki menuju ke rumah gadis untuk mengurangi rasa sakit hati yang ia rasakan sesampainya di depan rumah gadis Riki terdiam sejenak melihat keramaian di rumah gadis, iapun menghampiri Khalifah adik gadis yang sedang bermain main dengan kedua putra putrinya di depan rumah


"dek Khalifah" ucap Riki dari balik pagar rumah


Khalifah pun membukakan pintu untuk Riki


"iya bang Riki ada apa ?" ucap Khalifah


"ada apa ini kok rumah gadis ramai gini"


"loh kak gadis gak kasih tau Abang kalau hari ini kakak gadis bertunangan"


"tunangan ?"

__ADS_1


"iya kak tunangan"


"sama siapa dek ?"


"sama bang anhar bang, memang sih semua serba dadakan "


"oh..." ucap Riki badannya tiba tiba lemas lunglai harapannya untuk bisa rujuk dengan gadis sia sia


"ayo masuk bang " ajak Khalifah


dengan kaki lemas dan bergetar Riki masuk ke dalam rumah jelas di sana gadis sedang foto foto bersama keluarga anhar dan keluarga nya, langkahnya terhenti begitu melihat anhar dan gadis terlihat penuh kebahagiaan.


menyadari kehadiran Riki sang mantan suami gadis menghampirinya di susul oleh calon suaminya


" assalamualaikum bang"


"walaikumussalam dek"


"se..selamat ya dek semoga kalian bahagia "


gadis tersenyum di balik cadarnya ia tau di balik kata selamat yang di berikan Riki tersimpan rasa kecewa untuknya


di kecewa kan kedua kalinya, Riki dengan jentel berjabat tangan dengan anhar sambil berkata " jaga gadis bro, sayangi dia jangan sakiti dia, jaga anak anak ku juga , aku titip mereka untukmu, jika suatu saat nanti aku dengar mereka di sakiti olehmu, ke lobang semut pun akan ku cari " ucapnya dengan mata berkaca kaca


anhar menepuk pundak Riki sambil berkata " jangan khawatir bro mereka pasti akan aku jaga "


" trimakasih bro"


"kalau gitu aku minta izin bawa anak anak jalan jalan dulu boleh ?"


"kapan bang ?"


"ya .. sekarang dek "


Tiba tiba kedua orangtua gadis menghampiri Riki lalu berkata " loh ada nak Riki rupanya " ucap Abi sambil berjabat tangan dengan Riki


"iya bi"


"kenapa datangnya terlambat nak?" sambung umi


"tadi Riki ke kantor dulu minta izin sama papip"


"oh ... orangtua kamu sehat kan ?" sambung umi


"sehat umi, rencananya saya mau ajak Ainun Adam jalan jalan keluar negeri beberapa hari ini itupun kalau gadis izinkan"


"gimana gadis apa boleh Ainun dan Adam jalan jalan bareng papanya ?"


"Abang liburan sama siapa bang ?"


"rencana cuma bertiga sama anak anak"


"loh Agnes gak ikut bang"


Riki menundukkan kepalanya terdiam seolah olah ia membisu begitu dengar Agnes kenapa tidak ikut ?


"maaf, Abi umi , anhar boleh gak aku izin ngobrol 4 mata aja sama gadis ?"


"maaf sebelumnya ada hal penting yang ingin aku ceritakan ke dia "


anhar terdiam melihat ke arah gadis lalu tersenyum


" boleh "


ucap anhar

__ADS_1


"makasih bro udah kasih izin"


"iya bro lanjut aja bro kalau gitu kita ke dalam dulu "


"siap bro "


Merekapun meninggalkan gadis dan Riki berbincang bincang berdua


"gimana kalau kita duduk di teras aja "


"boleh bang"


Riki menarik nafasnya panjang


"Abang mau ngomong apa bang ?"


"selamat ya dek "


"iya bang trimakasih, tadikan di dalam udah "


"Abang bodoh "


"bodoh kenapa bang ?"


"Abang bodoh udah sia siakan adek begitu saja "


gadis terdiam lalu berkata " Abang gak bodoh kok di mata gadis Abang itu pintar dan tegas"


air matanya mulai tak bisa ia bendung lagi


"Abang bodoh dek , Abang sia siakan adek cuma demi wanita yang sama sekali tidak penting "


mendengar perkataan Riki wajah gadis berubah


" tidak penting ? ada apa sih bang ?"


Riki menangis "setelah Abang dari sini waktu itu sampai dirumah Abang dapati Agnes sedang berduaan di kamar "


"astaghfirullah dengan siapa bang?"


"dokter Tomi dokter pribadi Airin "


"kok bisa bang ?"


"Abang bodoh dek Abang bodoh,kenapa sama sekali gak ada rasa curiga di dalam diri Abang begitu Tomi mengajukan diri untuk jadi dokter pribadi Airin waktu itu coba, yang paling buat Abang sakit ternyata Airin bukan anak kandung Abang "


"astaghfirullah yang benar bang ?"


"iya deh bener "


"ya Allah yang sabar ya bang trus kalau bukan putri kandung Abang Airin anak siapa ?"


"Airin itu anak dari dokter Tomi dek merek menjalin hubungan gelap di belakang bang sebelum kami resmi menikah "


"Allahuakbar"


"ini karma untuk Abang dek ini karma "


"jangan bicara seperti itu bang, mungkin Allah ada rencana lain untuk Abang yang lebih indah "


"entahlah dek ini karma untuk Abang yang sudah menyakiti istri dan anak anak Abang dulu seandainya aku tidak tergoda waktu itu pasti sampai sekarang kita berempat masih kumpul dan penuh kebahagiaan kan tapi sekarang apa hanya cerita dek sekarang adek sudah bersama pria lain"


"sabar bang, jodoh kita hanya sampai waktu itu saja bang semoga kelak Abang bertemu jodoh Abang yang jauh lebih baik lagi"


Riki terus menangis di sebelah gadis ia begitu menyesali apa yang telah terjadi nasi sudah jadi bubur pak Sabar ya pak Riki nikmati saja hanya tinggal tambah suwiran ayam dan bawang goreng plus kerupuk nya pasti nikmat 🤭🤭🥰

__ADS_1


__ADS_2