Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Memperebutkan hak asuh 5


__ADS_3

Kabar keguguran gadis terdengar sampai ke telinga Riki dan keluarga nya.


"Omah ikut kalau kamu mau jenguk gadis "


"ma, mama dirumah aja "


"izinkan mama ikut mama rindu sama gadis "


"sudahlah mi, biarkan saja mama ikut " ucap papip


"ya sudah terserah mama saja, tapi jangan buat onar disana "


"mami !" kata papi menengur mami.


Melihat Riki terdiam di pojok rumah mami menghampiri nya


"kamu kenapa ?"


"Riki khawatir yang terjadi ke gadis karena Riki mi "


"mami juga khawatir kan hal yang sama "


"Riki jadi merasa bersalah sama mereka mi"


"temui mereka nak minta maaf yang sebesar-besarnya "


"iya mi Riki harus tanggung jawab ini semua karena Riki "


"mami temenin ya sayang "


"apa dengan cukup minta maaf, gadis bisa memaafkan Riki mi ?"

__ADS_1


"Mami tidak bisa pastikan nak setidaknya minta maaf dulu soal keputusan dari masalah kalian mami gak bisa putuskan nak"


Dengan ketulusan hati dan rasa penyesalan Riki bersama keluarga nya menuju rumah sakit menemui keluarga gadis.


Setibanya di rumah sakit, mereka di sambut umi dan Abi yang duduk menunggu di depan ruang rawat inap .


"assalamualaikum Abi umi " menjabat tangan Abi


"walaikumussalam, eh nak Riki rupanya Abi sampai pangling gak kenal "


"iya Abi,ini Riki, gimana kondisi gadis bi ?


tadi Riki dapat kabar kalau gadis masuk rumah sakit ini semua karena keegoisan Riki bi maafin Riki " sambil bersujud di kaki Abi, dengan lembut Abi menarik tubuh Riki untuk berdiri kembali


" jangan nak jangan lakukan itu, ayo bangkit ayo berdiri nak "


"Riki menyesal bi, Riki menyesal "


Abi belum selesai bicara, Tiba tiba anhar datang bersama ibunya. melihat keberadaan Riki,emosi anhar tak terbendung ia berlari ke arah Riki dan menarij kera baju kemeja yang Riki kenakan.


Seketika seluruh keluarga panik dan mencoba melerai, anhar menarik Riki ke taman rumah sakit menjauh dari kamar inap istrinya, dan mendorong tubuh kekar Riki ketanah sampai Riki terhempas kuat , kemeja yang ia kenakan pun robek karena kuatnya cengkraman anhar yang menarik bajunya .


Matanya merah tajam melihat ke arah Riki nafasnya memburu ia sudah mengepal tangannya untuk siap siap meluncur kan tinjuan ke wajah Riki yang masih tersungkur di tanah.


Takut terjadi kekacauan ketiga keluarga inipun berlari melerai pertengkaran.


dengan sigap ibu menghampiri anhar yang masih berdiri mematung trbakar emosi, lemah lembut ibu mengelus pundak putranya sambil berkata " istighfar nak, jangan salah kan siapa siapa ini sudah jalan dari Allah, sudah ayo masuk kasihan istrimu di dalam yang masih berjuang "


Air mata anhar perlahan jatuh, tubuhnya bergetar melawan emosi nya yang sudah memuncak.


"aaaaaaaaaaaaaa........." anhar melemparkan pukulannya pada sebuah batu besar di taman berkali kali sampai membuat tangannya terluka.

__ADS_1


"sudaaah cukup nak cukuuup!!!"


"jangan sakiti dirimu nak sudah cukuppp!"


"plaaaaaakkk!!" (suara tamparan)


Ibu menampar wajah anhar, yang pada akhirnya membuat ia menangis dan menghentikan pukulannya, ia tersungkur bersujud sambil menangis jelas terlihat betapa sakitnya hati nya atas bencana yang menimpa keluarga kecilnya.


"maafkan ibu nak " kata ibu sambil memeluk anhar dan ikut menangis.


"istighfar nak, istighfar jangan salahkan siapa siapa ini sudah jalan yang maha kuasa "


Setelah keadaan membaik, anhar di tangani dokter , untuk mengobati lukanya.


Ibu yang melihat Riki berdiri menundukkan kepalanya di ruang tunggu rumah sakit menghampiri nya dan tiba tiba saja "plaaaakkk!"


( suara tamparan )


Ibu menampar wajah Riki sambil berkata


"itu blm sebanding dengan rasa sakit kehilangan anak yang dirasakan oleh menantu dan anak ku "


ucap ibu kemudian masuk kembali ke dalam ruangan anhar yang masih di tangani dokter.


" bajingan itu masih di luar Bu ?"


"iya nak, sudahlah jangan turuti nafsu setan"


"iya Bu anhar terbawa emosi Bu"


"iya gak papa "

__ADS_1


__ADS_2