
Agnes merasa di tampar di sadar kan oleh kata kata kak Erika kakak pertama Riki yang memintanya untuk menjauh dan jaga jarak dari adiknya.
" mungkin memang aku harus menjauh dari Riki, dan membuka lembaran baru di dalam hidupku untu Airin dan kehidupan kami gak ada juga gunanya aku berharap pada yang tak pasti "
Agnes kembali kerumah orangtuanya, semenjak pisah dengan Riki, ia tidak pernah pulang kerumah orangtuanya.
kebetulan papa dan mamanya sudah lama tinggal di luar kota karena bisnis papanya yang memaksa untuk pindah ke luar negeri,2 hari sejak kejadian penolakan untuk rujuk dengan sang istri Agnes mendapat kabar bahwa papa nya akan kembali ke Indonesia. betapa paniknya dia apa yang harus ia katakan nantinya kalau sampai papa mamanya
Tak ingi kembali lagi kerumah pemberian Riki yang akan mengingatkan dia pada sosok lelaki yang ia sayangi itu akhirnya , agnes terpaksa kembali kerumah orangtuanya
" tok tok tok "
pintu di buka oleh asisten rumah tangga
" non Agnes silahkan masuk non "
Agnepun masuk kedalam rumah sambil menggendong Airin dan koper di tangannya
" Ada apa ini ?" ucap papa terkejut melihat kedatangan putrinya, tidak mampu menjelaskan Agnes berlari mendekap papanya menangis terseduh seduh
" Ad apa nak ? ceritalah ke papa mana suamimu kenapa hanya kau dan Airin yang datang ?"
Tidak menjawab Agnes hanya menggeleng kepalanya,
__ADS_1
" bi bi tolong ambilkan minum untuk putri saya "
" baik tuan "
" ayo duduk nak tenangkan dirimu "
Mama pun keluar dari dalam kamar melihat putrinya menangis mama menghampiri dan memeluk nya
" what happened son why are you crying?" (apa yang terjadi nak, kenapa kamu menangis ?)
"where is your husband? why did you come alone with your daughter? (mana suamimu ? kenapa kamu datang hanya berdua dengan putrimu ?)"
"We've separated, ma pa, Agnes, she's divorced, right? (kami sudah berpisah ma pa, agnes sudah dia cerai kan )"
"how long have you not lived in the same house?(berapa lama kalian sudah tidak tinggal satu rumah )"
"it's been almost a year!(sudah hampir satu tahun )"
"oh my god... why have you been hiding it from us all this time
( ya tuhan kenapa selama itu kamu sembunyikan itu dari kami )"
"maafkan aku ma, pa aku masih berharap ia mau menerima aku, segala cara aku lakukan tapi tetap saja dia menolak untuk merujuk ku"
__ADS_1
Tak kuasa melihat kesedihan yang di rasakan putrinya mama memeluknya untuk memberikan rasa nyaman pada putrinya .
" .calm down dear.. ( tenanglah sayang) mama dan papa akan slalu bersama mu ".
"Ma, you better allow your daughter to rest pity her tomorrow we'll ask her again what happened(ma , sebaiknya izinkan putrimu untuk beristirahat kasihan dia besok saja kita tanyakan kembali padanya apa yang terjadi )"
" baiklah,, istirahat lah di kamar mu nak tenangkan dirimu kasihan Airin kalau sampai kamu stress produksi asimu juga akan menurun kualitasnya kan "
" iya ma , Agnes sama Airin ke kamar dulu ya ma "
" iya sayang "
Agnes masuk kedalam kamar , mama dan papa masih berbincang diluar rumah, mengenai permasalahan yang terjadi pada cucu dan anak mereka.
" mama pusing pa, mama gak nyangka selama itu anak kita tanggung sendiri beban nya seorang diri ya tuhan.... apa artinya kita sebagai orangtuanya bencana yang menimpa putri kita, kita sendiri tidak tau "
" tenanglah ma, papa akan coba besok kerumah Riki menanyakan apa yang terjadi "
" ok ok mama ikut "
" jangan ! kalau mama ikut yang ada bukan solusi tapi masalah "
" plies pa mama janji gak akan buat ribut "
__ADS_1
" haaaaa.... oklah terserah mama aja "