
Ia masih bertanya tanya siapa sebenarnya lelaki itu kenapa umi memberi izin ia tidur di dalam satu kamar dengan umi dan aku sementara umi paham tentang agama.
Siang harinya, saat memberi makan gadis umi kembali di serang pertanyaan oleh gadis
"umi "
" iya sayang makan yang banyak ya biar kita cepat pulang "
"iya umi, suami aku dimana umi ?"
"suami kamu lagi keluar Nebus resep obat sayang"
"umi, jawab jujur kenapa gadis bisa ada disini ?"
"kamu mengalami keguguran nak "
"keguguran ? adiknya Adam sama Ainun mi ?"
"iya nak maka dari itu kamu harus banyak makan jaga pola makan dan kesehatan kamu lagi kasihan anak dan suami mu "
"iya umi, satu lagi umi jawab jujur pria itu siapa umi, gadis tau umi paham agama gak mungkin umi seenaknya kasih izin ke orang lain termasuk Ikhwan yang bukan ada ikatan mahram sama kita menginap di satu kamar bersama gadis dan umi "
Umi menghela nafas dan berkata " nanti juga kamu tau dia siapa umi gak bisa kasih tau sekarang umi takut nyakitin kamu "
"maksud umi"
"nanti juga kamu tau yang sebenarnya ya nak yang terpenting jaga kondisi kamu dulu, "
"ya umi "
Tiba tiba anhar masuk dalam kamar
"assalamualaikum "
ucapnya yang berdiri di depan pintu
"walaikumussalam masuk nak"
"nak ? kenapa umi panggil pria itu nak dia siapa umi "
Anhar berjalan mendekati gadis sambil berkata
"aku saudara laki-laki mu"
Mendengar perkataan anhar umi terkejut melihat anhar dengan mata melotot
Begitu mendengar anhar mengakui bahwa dia saudara laki-laki nya gadis tersenyum
__ADS_1
"pantes aja umi mengizinkan ada pria asing di dalam kamar ternyata saudara sendiri"
Wajahnya tersenyum manis sambil menggenggam tangan umi.
"Kalau boleh tau nama Abang siapa ?"
"Anhar dek "
"oh, maaf bang gadis lupa "
"iya gak papa dek, oh iya udah makan ?"
"udah bang Abang dari mana ?"
"ini Abang habis Nebus obat adek di apotik diminum ya"
"loh suami gadis mana ? kok Abang yang bawa obat bukannya umi bilang tadi suami gadis yang Nebus obat?"
Anhar dan umi saling melihat
"oh ia tadi suami kamu buru buru ke kantor ada urusan mendadak katanya makanya Abang di suruh Nebus obat adek "
"oh, makasih ya bang, tapi kok gadis ngerasa aneh ya biasanya kalau suami gadis pergi slalu pamit dulu seburu buru apapun itu gak prnh lupa pamitan sama gadis "
Anhar tersenyum, ia tau sedikit banyak tentang dirinya masih tersimpan di hati istrinya walaupun yang istrinya tau bukan dia orangnya .
ucap anhar di dalam hatinya, ada sinar stelah kegelapan ini.
"boleh aku pinjam hp Abang ?"
"buat apa dek ?"
"mau telpon suami gadis bang, adakan nomor nya ?"
Anhar menunduk dan terdiam dengan berat hati ia memberikan handphone nya pada gadis
"pinjam ya bang nanti gadis isi pulsanya "
"ya dek pakai saja" kata anhar
Wajah nya begitu bahagia saat mendengar suara Riki dari handphone
"Abang dimana ?"
"eh gadis, Abang di kantor dek ada apa ?"
" kenapa Abang pergi ke kantor gak bilang sama gadis biasanya Abang slalu izin sama gadis kalau Abang ke kantor "
__ADS_1
"buru buru dek maaf ya "
"seburu buru apapun Abang slalu minta izin gadis kan kok ini beda sih Abang kenapa ? Abang marah karena gadis teledor menjaga buah cinta kita ?"
Mendengar percakapan gadis saat telponan dengan Riki, gelas yang sedang dalam genggaman nya tanpa sadar pecah di tangannya.
"astaghfirullah " umi kaget begitu mendengar dan melihat gelas pecah di tangan anhar
"maaf umi, maaf anhar gak sengaja "
"sabar ya nak " ucap umi
"iya umi"
Gadis memunutup telponnya , melihat anhar dengan tangan masih mengepal gelas dan mata masih melihat ke arah gadis
"Abang kenapa ?"
"gak gak papa gak sengaja mungkin gelasnya udah rapuh jadi waktu Abang pegang retak dan pecah gini "
"ya ampun tangan Abang jadi berdarah gitu loh"
"iya mau gimana lagi "
"ya ampun, Abang ke UGD dulu sana ntar darahnya makin banyak "
"ini gak seberapa dek dengan luka hati Abang yang harus Abang korban kan "
"ya ampun bang masih bisa puitis gitu"
"biar suster aja aku telpon ke kamar buat obati "
"terserah Abang aja gimana enaknya "
15 menit kemudian , anhar sudah mendapat penanganan.
Darah di tangannya mulai berkurang
"kenapa darah menantu saya banyak sekali keluar sus ?"
"iya Bu, karena terkena urat nadiny makanya banyak darah tapi saya udah kasih obat menghentikan pendarahannya "
"trimakasih loh sus "
" sama sama Bu sebaiknya banyak istirahat dulu ya pak jangan banyak gerak maaf saya tinggal dulu "
" iya sus trimaksih "
__ADS_1