
"sebaiknya kalian pulang saja "
"kenapa bang, gadis pengen nemenin Ainun dirumah sakit "
"gak usah, biar aku aja sama mbak , pikirin kehamilan kamu gak bagus juga kalau banyak begadang kan "
"sayang" anhar meraih tangan istrinya
"apa yang Riki bilang ada bener nya juga, kita pulang aja kasihan baby kita juga kan lagian kan ada Riki sama si mbak yang jaga "
"kalau gitu Adam aja kami bawa pulang "
"ya udah sebentar aku telpn si mbak "
Riki pun meminta mbak untuk datang membawa Adam, tak lama menunggu mbakpun datang bersama Adam
"ada apa pak ?"
"Adam sudah tidur ?"
"sudah pak"
"kasih ke ibunya aja biar di bawa pulang sama ibu "
"baik tuan "
ucap si mbak menuruti perintah tuannya, gadis dan suamipun berpamitan untuk pulang, Riki masih tetap berdiri melihat gadis dan suaminya pergi sampai jauh
"pak "
"eh iya ada apa ?"
"bapak, maaf kalau saya lancang saya boleh nanyak satu hal ?"
"boleh mau tanya apa ?"
"kalau seandainya Tuhan kasih bapak dua pilihan bapak mau pilih yang mana , rujuk dengan ibu atau menikah lagi ?"
"(tersenyum tipis ) percuma Tuhan kasih pilihan itu toh kan cuma seandainya"
"tapi kalau seandainya itu jadi nyata apa salahnya tuan "
"haaa... sudahlah mbak saya gak mau berharap lebih saya mau ke keluar dulu sebentar ya nanti saya balik lagi "
ucapnya lalu pergi
"iya tuan "
Di benak nya ia masih tergiang kata si mbak, pilihan yang harus di pilih adalah rujuk kembali dengan gadis tapi ia menepis pikirannya untuk berhenti berharap dengan hal yang tak pasti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sesampainya dirumah gadis masih blm memejamkan matanya ia terus merenung memikirkan keadaan putrinya .
"Sayang kok blm tidur ?"
"(menghela nafas ) blm bisa tidur sayang"
"ya ampun, ini udah malam sayang gak bagus buat kondisi kamu yang lagi hamil, pasti lagi mikirin Ainun kan ?"
"(mengangguk kapal)"
"(menggenggam tangan istrinya) sayang, udah sholat kan ?"
__ADS_1
"(mengangguk kepala) sudah sayang"
"udah doain Ainun kan ?"
"udah sayang "
"Allah pasti menjaga Ainun percaya deh"
"iya sayang"
"lagi pulakan ada papanya pasti di jaga "
"iya sayang (memeluk suaminya) "
"bobok yuk"
Karena terlalu menguras pikiran dengan kondisi yang menimpanya, pagi harinya sewaktu menjaga Adam memberi makan Adam, gadis pingsan tak sadarkan diri.
Mengetahui gadis jatuh pingsan dari cctv rumah yang terhubung ke telpon genggam nya, anhar langsung bergegas pulang kerumah.
"pak mau kemana pak ?"
"saya mau pulang butik saya titip kamu"
kata anhar lari menuju mobil nya.
Benar saja, sesampainya dirumah gadis sudah tergeletak di lantai di dekat Adam yang menangis .
"astaghfirullah " anhar menggendong istrinya ke dalam mobil lalu kembali ke dalam rumah menggendong Adam membawanya ke mobil
mereka segera menuju rumah sakit .
......................
dokter menyatakan " kondisi ibu gadis sangat lemah begitu juga kandungannya walaupun begitu saya kasih obat penguat kandungan dan vitamin untuk ibunya juga "
"tapi kondisi istri sama anak saya baik baik aja kan dok"
"saya sejauh ini baik baik saja pak, tolong jaga kondisi ibunya agar tidak stres dan di jaga kondisinya "
"baik dok trimakasih dok"
"sama sama pak "
Anhar kembali menghampiri sang istri yang sudah sadarkan diri
"kata dokter sayang jangan banyak pikiran kasihan dedeknya di dalam lemah jadi ikut stres "
"maaf in aku ya sayang, aku janji gak akan banyak pikiran lagi "
"iya sayang "
Hari ini, Ainun sudah bisa pulang kerumah, Hanya saja masih dalam pengawasan dokter.
Tampa sengaja Riki bertemu anhar di rumah sakit, anhar yang sedang menggendong Adam dan bermain dengan Adam di depan ruangan rawat inap, Riki menghampiri nya dan berkata " kalian kok ada dirumah sakit" kata Riki
"bro, ini kita lagi jagain gadis yang lagi sakit "
"gadis sakit ? (dengan wajah penuh kepanikan ) sakit apa dimana dia ?"
Anhar terdiam melihat kecemasan di diri Riki dan wajahnya yang panik mencemaskan kondisi gadis, menyadari anhar mengatahui kepanikannya Riki terdiam mencoba tenang dan menutupi kepanikannya
"Maaf, maksud saya kenapa gadis bisa masuk rumah sakit "
__ADS_1
"Kelelahan dan stres "
"astaga kamu gimana sih kok bisa istri kamu sampe stres gitu "
"iya saya memang gak ada gunanya bro, tapi gadis begini karena gugatan hak asuh dari kamu bro yang mencoba merebut anak nya dari sisinya, (menghela nafas ) tolonglah bro cabut gugatannya biarlah anak anak besar ditangan ibunya "
"(mendekatkan wajahnya ke wajah anhar ) jangan ikut campur ini urusan aku dan gadis "
ucapnya lalu pergi.
"kepala batu sekali " kata anhar sambil menggelengkan kepalanya.
langkah Riki terhenti, ia tak bisa membohongi perasaan nya ia sangat mengkhawatirkan kondisi gadis,
"mbak tunggu sebentar saya mau ke dalam dulu ada yang tertinggal "
"baik pak "
untuk memastikan kondisi gadis Riki kembali ke dalam rumah sakit menghampiri gadis.
"pasti bapak mau lihat kondisi ibu lagi, ya ampun jelas baget kalau bapak masih sayang sama ibu"
melihat kedatangan Riki dari kejauhan anhar berdiri sambil menggendong Adam di pelukannya.
"ada apa bro, apa bro berubah pikiran?"
"saya mau lihat kondisi gadis "
ucapnya ingin masuk ke dalam rumah tanpa menunggu persetujuan dari anhar selaku suaminya, dengan sigap anhar menahan tangan Riki agar tidak masuk
"jangan masuk istri saya sedang tanpa mengenakan cadarnya, biarlah saya masuk dahulu untuk meminta istri saya memakai cadarnya setelah itu anda baru boleh masuk "
Riki melangkah mundur menjauh dari pintu memberi ruang untuk anhar masuk ke dalam kamar.
Tak berapa lama anhar pun keluar dari dalam kamar.
"silahkan masuk"
saat Riki akan masuk anhar menahan dadanya yang kekar dengan tangan nya
"tolong jangan tekan istri saya dan jangan buat dia semakin stres "
"ya saya hanya ingin memastikan kondisi nya saja "
"ok "
Riki berdiri di sebelah gadis yang terbaring lemas
" gimana kondisi mu dek ?"
"Alhamdulillah sudah mulai membaik bang"
"jaga lah kondisimu kasihan bayimu "
"iya bang "
"maafkan Abang sudah buat adek seperti ini "
"ya bang gadis mohon biarlah anak anak gadis yang besarkan bang, cabut tuntutaan Abang di pengadilan "
"maaf dek, sudah terlanjur jadi harus tetap kita lewati ini juga demi kebaikan anak anak, Abang gak bisa lama lama Ainun dan mbak ada di prkiran nungguin Abang, cepat sehat Abang pamit pulang assalamualaikum "
"walaikumussalam " sahut keduanya .
__ADS_1