
Malam harinya, gadis bermimpi di datangi oleh mantan suaminya .
Di dalam mimpi gadis di datangi oleh suaminya.
Suami nya tiba tiba muncul dari kebulan asap berdiri tegak mengenakan jubah putih dengan wajah yang bersih senyum manis dari wajahnya .
gadis berlari menghampiri suaminya sambil memeluknya, gadis menangis di dalam pelukan suaminya .
" jangan menangis dek"
" hapus air mata mu"
" aku kangen mas "
" kalau adek kangen doakan mas, insyaallah rasa kangen adek akan terobati "
" hapus air matamu dek "
Keduanya saling bertatapan, perlahan anhar mengelus wajah gadis menghapus air mata nya.
"lihat mas , mas sudah bahagia, sudah saatnya adek dan anak anak bahagia menikahlah dek untuk anak anak kita "
" gadis gak bisa mas "
Anhar melepaskan pelukan gadis perlahan menjauh tanpa sepatah katapun ia pergi menjauh dari gadis menghilang bersama dengan angin.
Ia pun tersadar dari tidurnya , air mata gadis mengalir deras di pipi nya .
" astaghfirullah"
" sekian lama baru kali ini aku mimpi sama mas anhar, dia terlihat bahagia sekali , tapi kenapa mas anhar tiba tiba datang ya Allah minta aku buat nikah lagi, aku gak bisa kalau harus menikah lagi mas aamiin aku mas "
Perasaan gadis semakin kacau, ia terus terbayang mimpinya tadi malam.
perubahan wajah ibunya, di sadari oleh Ibrahim.
" umi kenapa umi ?"
" gak ada apa apa sayang "
" kenapa umi diam saja, apa yang umi pikirkan ?"
gadis menghela nafas panjang melempar senyuman .
" umi baik baik saja nak "
Berusaha terus menutupi perasaan nya tak ingin orang tau mimpi nya tadi malam .
...----------------...
Di rumah Riki, termenung kepikiran mimpi nya tadi malam .
Ia bermimpi bertemu dengan mantan suami gadis.
"Kenapa tiba tiba aku mimpi bertemu dengan mantan suami gadis gak ada bicara sama sekali dia cuma senyum ke aku, pertanda apa ini "
Ainun yang lewat dari sebelah papanya berhenti dan menghampiri beliau .
" papa kenapa pa ? Lagi mikirin apa ?"
" gak ada mikirin apa apa nak , papa cuma gak nyangka anak anak papa sudah dewasa Adam sudah menemukan pelabuhan cintanya begitu juga kamu, papa rasa masih terlalu singkat waktu yang Allah berikan untuk papa mengurus kalian nak "
" pa , bagi Ainun papa itu udah luar biasa baget mengurus kami, terutama umi Ainun bersyukur banget punya orang tua seperti kalian, walaupun nasib Ainun gak seberuntung teman teman yang lain "
...****************...
Terlepas dari mimpi yang membayangi keduanya, Ainun dan adam berencana kembali mempersatukan orangtua mereka .
" Sebentar lagi aku udah mau nikah bang, aku gak mau kalau umi sama papa jauh jauhan kayak waktu Abang nikah "
" Kita doain aja semoga mereka masih berjodoh dek "
"aamiin "
" bang kalau kita nyusun rencana biar orangtua kita bersatu lagi yuk "
__ADS_1
" gimana ya bukannya Abang gak mau cuma kalau umi tau bagaimana "
" Ainun yang tanggung jawab bang"
" ya udah terserah Ainun aja "
Ainun pun pulang dari rumah Adam, frisly yang tak sengaja mendengar rencana kedua kakak beradik ini melarang suaminya untuk melakukan sesuatu yang di luar batas wajah terutama melaksanakan rencana adiknya .
" Ainun udah pulang mas ?"
" udah sayang"
" maaf mas bukannya Ainun melarang cuma apa gak sebaiknya mas bilang sama Ainun jangan terlalu memaksa kan kehendaknya kasihan umi, aku tau perasaan umi bagaimana "
" iya sayang, aku juga berpikir gitu dek, tapi kamu tau sendiri kan Ainun itu watak nya gimana , aku gak bisa nolak apa permintaan dia kalau aku nolak pasti dia nekat sayang dari dulu dia seperti itu "
" tapi sayang kalau tetap menurutinya yang ada sayang gak mikirin umi kan kasihan umi "
" entahlah sayang aku juga bingung harus bagaimana "
" aku serahkan semua sama umi, apapun keputusan umi dek "
" iya mas , sebaiknya memang harus kita dukung "
" iya sayang "
Kabar sakitnya gadis terdengar sampai ke telinga kedua orangtua nya , karena rasa khawatirnya Abi dan ummi datang untuk memastikan kondisi gadis .
" gadis kenapa abi?"
Ucap ibu khawatir begitu mendengar kabar gadis sakit dari Ainun.
"Gadis sakit umi, demam kata ainun "
" apa gak sebaiknya kita ke sana aja Abi , kasihan dia gak ada yang urusin "
" iya umi , Abi pikir juga kasihan kalau gadis sakit siapa yang ngurus disana cuma ada Ibrahim sama Maryam kan "
" iya Abi, ayo kita kesana aja "
Setibanya di kota, kedatangan mereka bersamaan dengan sampainya Riki di depan rumah gadis bersama Ainun cucu mereka .
melihat Ainun yang baru turun dari mobil, nenek menghampiri nya
" Ainun " ucap nenek sambil memeluk Ainun
" ya ampun nenek, kok gak kabari Ainun dulu kalau mau kesini , kan bisa Ainun jmpt sama papa "
" gak papa nak, yang terpenting nenek sama kakek sampai disini "
" assalamualaikum Bu " ucap Riki sambil menjabat tangan mantan mertuanya
" walaikumussalam nak Riki "
" apa kabar ibu ? "
" Alhamdulillah baik, ibu sama bapak kesini dengar kabar kalau gadis sakit "
" iya Bu"
" apa sudah lama ibumu sakit Ainun ?" tanya kakek
" gak tau kek, soalnya sebelum umi sakit Ainun sudah di luar negeri kek , jadi Ainun cuma dengar kabar umi sakit dari bang Adam makanya gadis Landung cekin malam itu juga "
" ya Allah nak , ya sudah kita masuk saja kita pastikan kondisi ibu mu didalam "
" iya nek "
Mereka bersama sama masuk kedalam rumah, saat akan memasuki pintu rumah gadis langkah kaki Riki terhenti .
" kenapa berhenti nak Riki ayo masuk " ajakan ibu yang tidak tau maksud dan alasan Riki berhenti dan menolak untuk masuk kedalam.
" Riki tunggu disini aja Bu "
Bapak mertua yang peka maksud Riki menolak untuk masuk karena ia tidak mau menodai kehormatan gadis sebagai janda masuk kedalam rumahnya sementara dia hanya seorang mantan suami gadis .
__ADS_1
Abi menghampiri Riki, seraya menepuk pundak nya sambil berkata " masuklah nak, tenang saja ada bapak sama ibu Disni insyaallah tidak akan jadi fitnah "
Tatap kenyakinan dari mata mantan. Ayah mertuanya rikipun akhirnya menyetujui untuk masuk ke dalam rumah untuk pertama kalinya .
Mereka bersama sama masuk kedalam rumah , begitu melihat gadis yang tergeletak lemas dengan tangan di infus. Riki meneteskan air matanya .
" papa nangis ?" bisik Ainun melihat papanya menangis
" papa kenapa nangis "
" gak, papa kelilipan aja "
" eleeh... Papa bohong ih, udah sana tanyain umi "
" nanti aja "
" udah sana "
Ainun menyodok papanya dengan pundaknya sehingga Riki terpaksa masuk kedalam kamar , begitu melihat keberadaan Riki gadis memalingkan wajahnya yang saat itu tanpa cadar
" Ibrahim , tolong ambilkan cadar umi nak "
" baik umi "
Ibrahim mengambil kan cadar ibunya didalam lemari dan memasangkan nya ke wajah beliau.
" maaf dek sudah ganggu kenyamanan adek "
Gadis tidak menjawab permintaan maaf Riki, sedikit rasa dongkol di hatinya untuk Riki karena terlalu lancang masuk kedalam kamarnya saat dia sedang tidak memakai cadar.
" maaf nak, Abi yang ajak nak Riki ikut masuk kedalam , jadi Abi mohon jangan salah paham sama nak Riki "
" dan Ainun yang tadi dorong papa supaya papa masuk kedalam kamar umi, maafin Ainun umi, Ainun mengaku salah "
ucap Ainun menunduk kan kepalanya.
" yaaa... Sudahlah, gak usah di bahas lagi, dan buat mas Riki trimakasih sudah jenguk gadis"
" Ainun mohon umi maafkan papa "
" sayang , umi sudah maafkan , lain kali jangan begitu ya "
" iya umi "
" kalau begitu saya pamit aja pak, ibu , dek cepat sembuh ya semoga Allah angkat penyakitnya aamiin "
" aamiin " ucap Abi dan ummi bersamaan
" assalamualaikum "
" walaikumussalam , hati hati nak Riki "
" iya Bu "
Rikipun keluar dari dalam kamar , dan di susul oleh Ainun .
"tunggu pa "
" ada apa nak ? Papa mau pulang aja besok papa kesini sama omah sama opah jaga mama kamu ya , kamu kan seorang dokter rawat mama kamu , papa mohon "
Ainun mulai menangis
" kenapa kamu menangis nak ?, apa papa salah ngomong ?"
" papa minta maaf nak kalau omongan papa salah "
" papa gak salah tapi takdir tuhan yang salah, kenapa musti keluarga Ainun sih pa kenapa gak keluarga orang lain aja, Ainun pernah mimpi pengen jadi dokter dan tuhan kabulkan tapi kenapa mimpi Ainun punya keluarga utuh ibu dan bapak bersama kenapa susah sekali tuhan kabulkan pa"
" Ainun pengen kayak orang orang, bareng bareng keluarga nya bahagia walaupun cuma hidup sederhana , bukan harta yang Ainun inginkan pa, Ainun cuma mau kalian bersama kembali seperti dulu "
Tak tega mendengar keluhan putrinya , Riki memeluk putrinya dan ikut menangis bersamaan dengan Ainun .
" Maafkan papa nak maafkan papa "
Riki terus berbisik meminta maaf di telinga putrinya walaupun ia tau permintaan maafnya tidak ada artinya lagi .
__ADS_1