
Setelah selesai mendampingi putrinya, mama meminta frisly untuk pulang kerumah bersama dengan dirinya .
" Makasih ya ma udah dukung keputusan frisly , udah nemenin frisly Juga "
" iya nak sama sama, kita pulang ya sama sama lagi "
"(menghela nafas ) frisly gak bisa ma, kalau papa tau frisly sudah jadi muslim yang ada papa semakin marah sama frisly "
" Mama nyakin papa gak akan marah "
Tiba tiba handphone mama berdering
" siapa ma ?"
" papa , sebentar ya mama angkat dulu "
" iya ma "
Mama menjauh dari putrinya ,
" hallo pa "
" mama dimana ? mama gak lagi arisan kan mama dimana ? Kenapa mama bohong sama papa "
" maaf pa, mama lagi di toko kosmetik putri kita "
" ngapain, papa kan sudah bilang jangan pernah cari dia kenapa mama gak mau nurut sama papa "
" pa, kalau papa suruh mama untuk mati mama siap tapi kalau papa larang mama untuk bertemu dengan putri semata wayang ku maaf pa,mama gak akan terima sampai kapanpun "
" mama udah berani bantah papa ? "
" maaf pa, untuk kali ini mama terpaksa ngelakuin ini semua "
Tanpa sengaja Papa melihat masjid di belakang mama
" Mama lagi dimana , kasih tau papa biar papa kesana "
" Mama lagi sama frisly "
" share lokasi nya papa kesana sekarang "
Papa segera menuju lokasi, sesampainya disana papa turun dari dalam mobil
melihat frisly di dekat istrinya papa menarik tangan istrinya dan memaksa nya untuk masuk kedalam mobil.
" lepasin pa lepasin "
Tak tega melihat ibunya kesakitan frisly menarik tangan papanya .
"lepas pa ! Jangan sakiti mama "
Papa melepaskan tangan mama, dengan tatapan tajam papa
" Kamu masih anggap kami orangtua mu ? "
" pa udah ayo pulang jangan terus terusan salahin putri kita "
"Dia bukan anakku lagi"
" (menangis ) Maafin frisly pa, ma karena frisly udah jadi anak durhaka sama mama sama papa, frisly cuma minta ridho orangtua frisly, kalaupun papa gak anggap frisly anak papa lagi, frisly gak papa kok pa, frisly tau papa benci baget sama frisly maafin frisly pa"
Frisly seketika berlutut di kaki papanya untuk meminta maaf, kebencian yang menguasai diri papa nya membuat papa memalingkan wajah dan tidak memperdulikan ucapan maaf dari frisly .
__ADS_1
"Ayo kita pulang "
Papa menarik tangan mama untuk masuk ke dalam mobil, dan melepaskan tangan frisly di salah satu kaki papa kemudian mereka pergi.
Sementara Frisly masih bersujud di tanah,
" Maafin frisly pa ma maafin frisly udah gak nurut apa kata mama sama papa "
Beralih ke permasalahan anak dan kedua orangtua ini, malam harinya saat Adam dan ibunya baru pulang dari rumah sakit, di tengah perjalanan mereka berhenti untuk melaksanakan sholat di sebuah masjid di tengah perjalanan mereka.
Begitu juga dengan frisly yang ikut singgah untuk melaksanakan sholat magrib di masjid yang sama.
Saat sedang di kamar mandi ingin berwudhu, mama tidak sengaja berpapasan dengan frisly yang ikut mengantri untuk mengambil air wudhu .
" nak frisly ?"
" tante "
Frisly meraih tangan ibu nya Adam lalu menciumnya
" Nak frisly mau wudhu ?"
"( tersenyum ) iya Tante mau wudhu "
" masyaallah, ayo ayo Tante bantu "
" trimakasih Tante "
Keduanya sama sama berwudhu dan sama sama melaksanakan sholat , setelah selesai sholat dan berdoa frisly menangis
melihat gadis baik itu menangis umi mengelus pipi frisly dan berkata
" Frisly kenapa ? Kenapa menangis "
" frisly ingat sama mama sama papa tante"
" Alhamdulillah sehat Tante "
" lalu kenapa frisly menangis ?"
" frisly kasihan lihat mama yang terus menerus di salahkan sama papa karena keputusan frisly untuk masuk Islam "
"ya Allah nak, semoga Allah memberikan jalan keluar dari masalah frisly ya ?"
" makasih ya Tante "
" percaya dan nyakin Allah gak pernah tidur nak "
" iya Tante "
" kalau begitu tante duluan ya "
" iya Tante "
" assalamualaikum "
" walaikumussalam "
Seperti nya umi mulai melonggar dan mungkinkah umi akan menyetujui hubungan antara putranya dan frisly yang awalnya menentang mereka.
Sembari menunggu Adam , umi menunggu di depan masjid, frisly pun bergegas keluar dari dalam masjid dan mungkin juga ini takdir tuhan mempertemukan mereka kembali
Frisly tidak sengaja bertabrakan dengan Adam yang sama sama mengambil sendal .
__ADS_1
tabrakan itu membuat Bros di baju frisly tersangkut dengan sarung di leher Adam, karena insiden itu membuat keduanya saling bertatapan dengan jarak yang cukup dekat
Mata frisly melotot begitu melihat wajah Adam di depan matanya begitu juga Adam
"frisly " ucap Adam lembut , umi yang melihat kejadian itu berlari menghampiri keduanya dan berusaha membuka Bros yang menyangkut di kain sarung Adam
" Ya Allah kenapa bisa tersangkut begitu "
Terus berusaha membuka pengait Bros , akhirnya terlepas .
" maaf Adam, tadi aku gak sengaja "
" gak papa kok "
melihat penampilan frisly yang mengenakan hijab Adam terpesona .
" kamu gak papa kan dam ?"
Adam terus memandangi wajah frisly tanpa berkedip
" Hallo Adam ?"
" Adam " umi menyodok pundak Adam untuk menyadarkannya .
" iya umi "
"di panggilin tuh sama frisly "
" oh, oh iya gak papa kok "
" syukurlah"
" kamu ngapain disini ?"
" habis sholat dam "
" sholat , apa kamu udah "
" iya udah "
" Alhamdulillah "
" maaf ya nak frisly , Tante sama Adam mau pamit pulang dulu kondisi Adam juga blm stabil "
" iya Tante gak papa , maaf ya dam ?"
" iya gak papa kok fris , kami pulang dulu ya assalamualaikum "
" walaikumussalam "
selama di perjalanan Adam hanya diam sambil senyum senyum sendiri
" kamu kenapa sih , dari tadi umi perhatikan senyum senyum sendiri ada apa ?"
" hmmm... Gak ada apa apa kok umi"
" kamu suka ya sama frisly ?"
"(memalingkan wajahnya ) gak kok umi"
" nyakin ?"
" Adam senang aja lihat frisly pakai hijab gitu"
__ADS_1
"iya umi juga senang lihat nak frisly "
" Apa umi udah gak marah ya sama frisly ? Kayaknya umi udah welcome sama frisly gak marah lagi" ucap Adam di dalam hatinya