
"kakak yang seharusnya trimakasih udah mau nemenin kakak 🤭"
"hihi kebetulan malam ini Tania gak ada aktivitas kak makanya dari pada boring d kamar Tania kesini"
"dek kakak boleh tanya sesuatu ?"
"boleh kak mau tanya apa kak"
"adek kenal sama Agnes ?"
"ooh Agnes kenal kak dia mantan pacar bg Riki"
"iya kakak tau"
"hah.. kakak tau dari mana ?"
"kemaren kakak sama mami sama Oma ke mall trus tiba² dia datang "
"what!!! dia udah di Indonesia "
"emangnya dia selama ini dimana dek"
"gini ceritanya kak, dulu kak Riki itu pacaran sama dia sampai 6 tahunan lebih lah dari SMP sampai SMA kak, udh gitu mereka putus "
"gara gara apa dek"
"hmm... kalo gak salah gara gara kak Agnes milih kulyah di luar negeri trus kak Riki di Indonesia, dulu keluarga kita udah sepakat buat jodohin mereka kak apalagi omah sayang baget sama Agnes kakak harus banyak sabar deh ngadepin omah"
"iya dek, trus "
"habis itu, waktu kak Agnes mau brangkat di larang sama kak Riki kak Riki gak mau pacaran jauhan gitu dia maunya kak Agnes tetap di Indonesia bareng dia tapi kak Agnes ngotot mau kuliah di luar negeri aja dan di kasih pilihan sama orangnya yaaa kak Agnes milih kulyah dan mutusin kak Riki di depan mami papip makanya mami gak suka lihat dia kak sekarang"
"oh gitu.."
"dan, aku juga gak suka dari dulu sama dia kak"
"kenapa ?"
"dia seksi baget kak , kayak orang gak mampu beli baju gitu, bajunya slalu terbuka buat aku risih lihat dia, yang paling buat aku sebel kak pas dia di ajak dinner sama papip mami kakak tau dia pakai gaun apa🤦😓 dia pakai gaun hitam seksi baget ya tuhan sampai papip gak sanggup lihat dia"
"husst udah gak usah ngomongin orang lagi gak enak entar kita jatuhnya gibah de"
"apa itu gibah kak, perasaan aku baru dengar istilah itu"
"gibah itu dilarang sama rosullulloh knp ? kita gibah itu sama aja kita makan bangkai saudara kita yang kita bicarakan itu"
"astaga, apa iya kak?"
"iya de makanya allohua'lam jangan sampai kita jatuhnya gibah ya"
"iiih jangan sampai deh kak"
*** lanjut cerita ke Riki***
sesampainya di cafe ia bercanda ria bersama teman teman nya tiba² seorang teman berkata
"ky kita punya kado spesial buat lu ky"
"kado apaan repot repot lagian udah lama kali gua nikah nya"
"gak papa dong anggap aja ini kado dari kita semua, bentar ya gua panggil kadonya"
"plak plaaak" suara tepuk tangan nya memberi kode tak berapa lama seorang wanita muncul dari balik tirai masuk menuju meja ruangan mereka yang benar saja wanita itu adalah agens jreng jreng jrengggg.... semua teman bersorak gembira sementara Riki terdiam dengan mata melotot nya ia benar benar terkejut melihat keberadaan Agnes
"haii.. "
"hai " ucapnya kembali
"apa kabar Ki"
__ADS_1
"baik nes"
"ih lu berdua kaku baget kayak baru kenal aja ky ajak Agnes gabung dong persilakan dia duduk Lo gimana sih" kata seorang teman wanitanya
hanya diam dan menuruti perkataan teman teman nya rikipun mempersilakan Agnes untuk duduk dan hanyut dalam pesta malam itu.
sebuah botol bir terhidang di depan mereka satu persatu mereka meminumnya hanya Agnes dan Riki yang blm meminumnya
"minum dong Ki, lu kan dulu suka baget minum bir"
"gak makasih "
"ayolah Ki , kalo Lo mau minum agnes juga mau itu Ki ayo Ki minum "
"ayo Ki di minum" suruh Agnes dengan wajah genitnya, ya tuhan entah setan apa yang berbisik rikipun manut dan meminum segelas demi segelas bir sampai habis dan membuat ia hilang kendali.
melihat Riki sudah mabuk dan lunglai Agnes tersenyum bahagia "thanks gays udah lancarin rencana gue "
"sama sama nes jangan lupa bagian kita kita lu transfer ya"
"siap"
"habis ini lu mau ngapain nes ?"
"gua bakal antar dia kerumah dengan keadaan mabuk gini "
"Lo gila nes ntar bininya marah gimana?"
"gak bakal gua tau gimana bodohnya istrinya"
"gila lu nes niat baget lu jadi pelakor "
"gua gak pelakor gua bakal rebut apa yang udah jadi milik gua, dia yang salah rebut Riki dari gua"
"huuuuuhhjj.... gila lu nes gua suka gaya lu" sorak seorang teman prianya
Selesai pesta, Agnes memapah Riki kedalam mobil ia tersenyum melihat Riki
ucapnya dan mengecup bibir Riki .
sesampainya di rumah, agensi menekan bel rumah nya jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari ,mendengar bel rumah berbunyi gadis buru buru membuka pintu rumah ia sudah lama menunggu suaminya pulang di sofa ruang tamu sampai ia ketiduran.
" selamat malam mbak gadis"
"malam, ada apa mbak Agnes?"
"aku mau nganterin suami mbak"
"suami aku ? dimana ?"
"itu mbak di mobil aku gak bisa turunin soalnya dia lagi mabuk mbak"
"astaghfirullah mabuk?"
"iya mbak"
"ya Allah" ucap gadis kemudian ia berlari ke mobil membuka pintu mobil penuh kepanikan
"ya Allah bang"
"mbak kuat bawa Riki, mau saya bantuin juga"
"gak, gak usah trimakasih"
tiba2 mang Daman melihat gadis kesusahan memapah tuan Riki ia pun menghampirinya lalu berkata " ya Allah non gadis , sini mamang aja yang bawa ke kamar"
"tolong ya mang bawa ke kamar "
"ia non"
__ADS_1
gadis berbalik badan menghampiri Agnes dengan penuh kemarahan
" trimakasih atas kebaikan mbak udah mau dan udah susah susah antar suami saya pulang"
"sama sama mbak"
"apa lagi yang mbak tunggu?"
"hmmm... mbak tau gak saya malam ini bahagia baget karena malam ini saya bisa bersama dengan lelaki yang paling saya cintai"
"apa maksud mbak "
"Riki itu milik saya gadis, saya akan ambil dia kembali"
"astaghfirullah, saya dan bang Riki sudah menikah mbak istighfar, jangan coba coba merebut bang Riki dari saya "
"hahahaha... kamu yang rebut Riki dari saya gadis "
gadis menarik nafas menahan amarahnya lalu berkata " sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum saya panggil satpam di komplek ini buat usir kamu"
tak bisa berkata kata lagi Agnes pun meninggalkan kediaman Riki dan pergi .
gadis menangis di depan pintu ada rasa takut kehilangan di dalam hatinya.
Besok paginya,
suhu tubuh diri naik, seperti nya ia terserang demam, melihat suaminya tidak enak badan gadis membuatkan jamu susu hangat untuk menurunkan panas didalm tubuh suaminya.
selesai membuat jamu ternyata mami sudah lebih dulu memanggil dokter keluarga nya untuk memeriksa bang Riki di kamar.
melihat aku membawa segeelas jamu susu dokter berkata " nah ini bagus sekali untuk tuan Riki jamu susu hangat kamu istri yang siaga sekali" puji dokter yang mengobati bang Riki
"trimakasih dok"
"ini menantu saya dok sigap orangnya dia menantu saya satu satu nya dan yang paling saya sayang " ucap mami mengelus elus pundak gadis yang sedang menyuapi suaminya
"saya senang lihat mertua dan menantu akur seperti ini" sahut dokter tersenyum
"kalo begitu saya pamit dulu pak Riki harus banyak istirahat dulu ya ingat jangan dugem lagi"
"ia dokter trimakasih" sahut Riki dengan lemas
setelah dokter pergi mami melihat ke arah Riki penuh kemarahan
" mulai bertingkah kamu ya"
"maksud nya mi"
"kemana kamu tadi malam ?"
"Riki reunian mi sama teman teman "
"Riki kamu jangan bohongi mami"
"bohong gimana sih mi mami tanya aja sama gadis kalo Riki pergi reunian emangnya ada apa sih"
"ya Tuhan, jadi kamu gak sadar apa yang udah kamu lakuin "
"gak emangnya ada apa sih de"
gadis tidak menjawab ia hanya diam dan menunduk"keterlaluan kamu Riki!!"
bentak mami
"ada apa sih mi coba mami jelasin ke Riki apa yang terjadi tadi malam"
"tadi malam kamu itu pulang dalam keadaan mabuk kamu dari mana masih bisa bilang reunian ?"
"emang Riki pulang reunian mami"
__ADS_1
"haaah... terserah kamu aja deh" ucap mami penuh kemarahan dan pergi begitu saja