Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Apa yang mereka sembunyikan


__ADS_3

Mereka sepakat untuk menutupi kabar ini dari sang ibunda sampai menunggu kabar yang pasti keluar dan sampai menunggu kondisi ibunya pulih pasca operasi melahirkan.


Mendengar kabar menantunya ikut dalam korban hilangnya pesawat kedua orangtua gadis menghampiri rumah sakit .


" Assalamualaikum Ainun Adam "


" walaikumussalam kakek nenek "


" bagaimana kondisi umi kalian ?"


" Alhamdulillah umi sudah pulih kakek, dan sekarang kita lagi nunggu kabar Abi"


" apa umi kalian sudah tau soal kabar ini?"


" kami masih menutupi nya dari umi nek "


" kenapa kalian tidak kasih tau, nenek takut ibu kalian tau dari orang lain semakin membuat ibu kalian drop "


" tapi nek,, kita juga blm tau kebenaran nya dan blm ada informasi dari pihak bandara dan kantor polisi kalaupun kita kasih tau sama umi yang ad kondisi umi menurun kalau sampai umi kenapa kenapa bagaimana nasib kami nasib adik adik yang lain nek "


" Bener kata Adam umi, sebaiknya persoalan ini kita tutup rapat rapat dari gadis Sampai kita dapat kabar dari pihak yang berwajib "


sambung Abi menyetujui perkataan Adam yang mengkhawatirkan kondisi ibunya dan mencemaskan keberadaan ayah nya.


Perasaan seorang istri mengkhawatirkan kondisi suaminya, gadis di dalam ruangan tidak bisa memejamkan matanya ia terus kepikiran dengan suaminya


" Kamu dimana mas , kenapa sampai sekarang belum ada kabar , semoga Allah selalu melindungi mas dimana pun mas berada "


" anak anak dimana ya apa mereka udah makan? kenapa masih di luar jam segini"


gadis menekan tombol bel ,jika di tekan orang yang berada di luar ruangan akan mendengar ny.


" krrrriiiiiiiinggg"


" Abang ,umi pencet bel sepertinya umi butuh sesuatu " ucap Ainun


" Maaf nenek, Adam ke dalam dulu ya nek "


" nenek ikut mau memastikan kondisi ibu kalian "


"Boleh nek tapi Adam minta tolong jangan kaasih tau umi soal ini dulu "


" iya insyaallah nenek akan menjaga "

__ADS_1


Melihat Adam masuk bersama kedua orang tua nya gadis tersenyum


" Umi Abi , kapan datang ?"


" barusaja nak, bagaimana kondisi mu nak ?"


sambil mencium kepala gadis


" Alhamdulillah sudah jauh membaik umi "


" syukurlah , dimana cucu umi "


" Adik masih di ruangan bayi nek blm bisa di bawa ke kamar umi " sambung Ainun


" Selamat ya nak buat kelahiran anak keempat kalian "


" trimakasih umi , Adam umi boleh minta handphone umi dulu, umi mau telpon teman abi yang di Surabaya nanyak kabar Abi "


" Anu umi handphone nya umi di bawa sama nenek pulang , kebetulan nenek udah pulang katanya ambil persediaan pakaian adek bayi"


" ooh, umi bawa handphone boleh gadis pinjam umi mau cari tau kabar suami gadis dimana ? dari tadi gak ada kabar umi "


umi menoleh ke arah Abi dan anak anaknya


"bawa nak "


" boleh gadis pinjam handphone nya ?"


" booo...Leh " dengan berat hati umi memberikan handphone nya untuk putrinya.


Gadis menelpon suaminya kembali menaruh harapan besar untuk mendengar suara suaminya .


" ya Allah tetap saja nomornya gak bisa di hubungi , aku harus gimana ya Allah "


"tenanglah nak, insyaallah suami kamu dalam lindungan Allah "


" aamiin Abi "


Malam semakin larut, waktunya mereka beristirahat, tapi mata dan pikiran gadis tidak bisa di ajak berdamai ia terus kepikiran suaminya yang Sampai saat ini blm tau kabar beritanya.


Ia meras seperti ada yang sedang keluarga nya tutupi dari dirinya.


" Aku merasa anak anak dan orangtuaku seperti menutupi sesuatu dari aku ya Allah kenapa perasaan ku sejak tadi gak enak apa yang terjadi pada suamiku "

__ADS_1


...----------------...


Pagi hari,


Gadis sudah selesai mandi dan akan belajar berjalan kembali bersama Ainun.


Melihat raut wajah anak anaknya murung semakin membuat hati gadis tidak karuan.


" Ainun sayang"


" iya umi "


" Ainun lagi mikirin apa ?"


" Ainun gak lagi mikirin apa apa umi"


" Ainun kita duduk dulu nak , umi capek "


" oh iya umi , mari umi Ainun bantu duduk"


" trimakasih sayang "


Gadis menggenggam tangan putrinya, dan saling bertatapan


" Sayang , umi tau kalau Ainun lagi sembunyiin sesuatu kan "


" Gak kok umi "


" umi paham betul kalau anak anak umi lagi berbohong "


dengan mata berkaca-kaca Ainun melihat ibunya


" maafin Ainun umi, Ainun sebenarnya pengen cerita tapi Ainun takut umi kenapa kenapa maafin Ainun harus bohong sama umi"


suara hati Arum saat melihat wajah ibunya.


" Ya sudah .. kalau tetap gak mau terus terang sama umi, umi gak bisa paksa juga biar Ainun mau ngomong sama umi , tapi janji ya nanti kalau udah siap cerita Ainun cerita ya sama umi"


" janji umi "


" sini peluk sayang "


Kedua nya saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2