
Kehamilan itu memang benar terjadi , dan bukan omong kosong, meskipun Riki membantah bahwa ia ayah dari anak yang Agnes kandung, kabar buruk ini pun terdengar di kedua keluarga ini .
mami sangat marah begitu juga papip ia benar benar marah berkali kali ia menampar sang anak meluapkan kekecewaan nya. bahkan ia mengancam untuk menarik semua fasilitas yang papip berikan untuk Riki .
"demi apapun, bukan aku Pip yang menghamili Agnes "
" yatuhan... ini anak masih bisa bohong sudah jelas jelas Agnes hamil" cetus papip
"mi Riki tau mami pasti percaya bukan Riki yang menghamili Agnes "
"maafin mami ky mami kecewa "
ucap mami lalu pergi
Riki menghampiri sang kakak lalu berkata " kak bukan Riki yang menghamili Agnes kakak percayakan "
"maaf dek kakak juga kecewa sama kamu"
ucap kakak lalu pergi
Riki menghampiri omah dengan air mata terus mengalir di pipinya
"omah omah sayangkan sama Riki"
"sayang baget cucu omah yang paling omah sayang ya cuma kamu Riki"
"omah pasti percaya bukan Riki yang hamili agnes omah"
omah terdiam lama lalu memeluk Riki dan berkata " omah minta kamu nikahi Agnes biar masalah ini bisa selesai soal anak anak mu nanti juga kan kamu bakal punya anak dari agnes "
Riki mendorong badan omah dari nya menatap omah penuh kemarahan lalu ia pergi berlari keluar rumah.
ternyata ia menghampiri gadis Yang sedang berjemur dengan kedua bayinya .
"assalamualaikum dek" ucapnya dengan terbata-bata
__ADS_1
"walaikumsalam eh ada papa dek " sahut gadis membukakan pintu pagar rumahnya tiba² Riki berlutut di kakinya lalu berkata " maafkan abang dek maafkan abang"
ia terus berulang ulang mengucapkan kata maafnya sambil berlutut di kaki gadis tak ingin melihat ayah dari anak anaknya melakukan hal bodoh itu gadis membimbing Riki untuk berdiri
"jangan seperti ini bang, gadis udah maafin Abang gadis udah ikhlas sama semua yang Abang lakuin ke gadis "
Riki meraih tangan gadis lalu menciuminya penuh penyesalan " maafkan Abang dek"
Seketika gadis menarik tangannya "jangan lakukan ini lagi bang , gadis mohon
maaf bang gadis bukan istri Abang lagi, gadis bukan mahram Abang lagi"
sambil melangkah mundur dari hadapan Riki kemudian ia memanggil mbak
"mbak mbak Melda "
"saya disini non gadis "
"tolong mbak jangan pergi tetap disini ya "
"saya takut terjadi fitnah , jadi saya mohon mbak tetap disini"
"oh baik baik non"
"maaf bang sebaiknya Abang pulang dulu, ambil wudhu mohon ampun kepada Allah SWT bertobat bang maaf ya bang gadis tinggal dulu gadis mau ngurusin Ainun sama Adam dulu assalamualaikum "
"walaikumsalam "
gadis pun masuk kedalam rumah meninggalkan Riki di luar .
malam semakin larut Riki tetap berdiri di depan rumah gadis menunggu jawaban gadis agar menerima rujukannya kembali.
mungkin ini rencana Tuhan sebelumnya langit begitu cerah seketika malam itu turun hujan sangat deras dan petir bercampur angin yang kuat , sesekali si mbak melihat ke luar rumah menyingsing gorden di rumah ia begitu terkejut melihat majikan nya masih berada di luar rumah sementara jam sudah menunjukkan pukul 11 malam ia berlari ke kamar gadis ia mengetuk pintu kamar berkali kali
"assalamualaikum Bu gadis assalamualaikum"
__ADS_1
gadis beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu ia berjalan perlahan lahan menghindari anak anaknya terbangun karena suara ketukan pintu si mbak dari luar .
"walaikumsalam mbak ada apa mbak?"
"itu Bu , itu"
"itu apa bi, tolong bicara pelan gadis kurang paham apa yang bibi bilang"
"itu tuan muda masih di luar Bu blm pulang dari tadi"
"astaghfirullah , kamu serius ?"
"iya Bu saya gak bohong coba ibu lihat tuan masih d luar hujan hujanan bu"
"coba telpon mami ya mbak kasih tau mami kalau bang Riki ada disini"
"apa gak sebaiknya ibu temui tuan saja Bu"
gadis terdiam mendengar saran dari asisten rumah tangga nya
ia pun akhirnya menemui Riki ,
hujan semakin deras gadis berdiri di hadapan gadis dengan payung di tangan nya
menyadari kedatangan gadis Riki langsung berdiri ia tersenyum kearah gadis
"kenapa bang lakuin hal bodoh seperti ini?"
"Abang mau buktikan kalau Abang benar tulus dan benar benar ingin berubah dek"
"tapi bukan dengan cara konyol seperti ini bang, gadis mohon Abang pulang kerumah jangan ganggu kami dulu, ini semua gak semudah apa yang Abang pikirkan ini hal yang sulit untuk gadis dan anak anak bang"
"gadis mohon berhenti lakuin hal hal konyol seperti ini pulanglah kerumah, jadi lah lelaki yang bertanggung jawab bang cukup aku Ainun dan Adam yang Abang sakiti jangan di sakiti lagi bayi yang tidak bersalah di dalam rahim Agnes maaf bang gadis tinggal , kalau Abang mau tetap disini silahkan kalau mau pulang silahkan "
ucap gadis lalu pergi kembali masuk kedalam rumah . air matanya menetes melihat apa yang ia alami saat ini , tapi apa mau di kata semua sudah terjadi yang harus ia lihat kedepan untuk masa depan anak anaknya kelak.
__ADS_1