
Sejak hari itu Anhar sering datang kerumah gadis membawa makanan untuk nya ia slalu ada saat gadis membutuhkan bantuan.
Pagi itu, musibah menimpa gadis anaknya Adam mengalami demam tinggi sampai kejang gadis sangat panik melihat kondisi anaknya
tiba tiba Anhar datang kerumah gadis melihat gadis yang panik dan menangis melihat kondisi bayi nya Anhar ikut panik dan langsung membawa bayi tsb. kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Beberapa jam di rumah sakit dan si bayi juga sudah mendapatkan pertolongan pertama dari dokter kondisi nya sudah jauh membaik hanya saja efek dari obat tidur membuat sang bayi tertidur pulas di atas ranjang
"makasih ya har, udah tolongin bayi adam tadi"
"sama sama gadis, lain kali kalau ada apa apa kamu telpon aku"
tak menjawab gadis hanya mengganggukkan kepalanya, melihat kedekatan sang kakak Khalifah menarik kakak nya menjauh dari Anhar.
"kak, aku ngerasa kak Anhar kayaknya ada perasaan deh sama kakak "
"apaan sih itu perasaan kamu aja dek"
"gak mungkin kak, Khalifah tau gimana ciri khas nya orang lagi jatuh cinta itu gimana"
"udah ah.. jangan ngomong orang gak baik loh"
"ihh.. kakak kan gitu"
"dek, untung ada dia bantuin kakak bawa Adam kerumah sakit kalau gak dia bisa bisa ya Allah.. entahlah kakak juga udah panik baget"
"iya deh ... o iya kakak udah kabari Abi ?"
",ya Allah belum dek kakak lupa"
"ya Allah kak.. telpon Abi geh"
"iya iya bntar kakak telpon ya"
" Tut ... Tut .... Tut "
"hallo assalamualaikum "
"walaikumsalam Abi lagi gapain Bi?"
"Abi lagi di kebun teh sayang ad apa nak?"
"hmmm... gini bi,gadis lagi dirumah sakit "
"astaghfirullah gadis sakit apa ?"
" bukan gadis yang sakit bi tapi Adam"
"Adam? ya Allah... sakit apa cucu Abi"
"demam bi demam nya tinggi jadi gadis bawa kerumah sakit tapi udah mendingan kok bi udah tidur lagi"
"Ainun bagaiman keadaan nya ?"
"tadi sempat panas juga bi tapi udah baik an kok"
"baiklah Abi dan yang lain segera kerumah sakit"
ucap Abi memutuskan telpon nya ,
"apa kata Abi kak?"
"Abi dan yang lain mau datang kesini dek"
__ADS_1
"ooh... syukur deh kak"
"Ainun masih tidurkan?"
"Ainun tidur kak di dalam badan nya juga udah mendingan, o iya kakak gak ngabarin kak Riki?"
" astaghfirullah iya kakak lupa, bentar kakak kabari dulu ya"
"iya kak"
Tak ingin bicara langsung pada mantan suami gadis memilih mengirim kan pesan singkat untuk ayah dari anak anak nya
"assalamualaikum bang, gadis mau ngabarin kalau Adam lagi d rumah sakit "
ia pun mengirimkan pesan singkat tsb. tak ada jawaban ternyata sang adik ipar mengetahui keberadaan keponakan nya dari stori WhatsApp Khalifah .
dengan segera mereka menghampiri gadis ke rumah sakit antara lain mami, papip , Erika , suami Erika, Tania dan omah
tak mau ketinggalan nih si omah pasti mau buat keributan lagi karena ia tau Riki sudah menjaga jarak dengan Agnes calon cucu keinginannya.
Setibanya umi dan Abi di rumah sakit ,
umi menangis nampak mencemaskan kondisi sang cucu yang tertidur di dalam ruangan rawat inap rumah sakit .
"ya Allah , sembuhkan cucu ku ya Allah"
"aamiin" ucap gadis dan Khalifah
umi seketika memeluk gadis lalu berkata " yang kuat ya nak, Allah sayang sama kamu nak, Allah uji gadis berulang kali karena Allah tau gadis anak yang kuat"
"trimakasih umi , insyaallah gadis kuat umi"
"apa kata diaknosa dokter soal Adam ?"
"Alhamdulillah jadi kondisi cucu Abi sudah gimana sekarang "
"Alhamdulillah sejauh ini Adam udah baik demam nya juga udah turun tadi sempat Ainun juga ikut demam tinggi tapi Alhamdulillah udah turun juga"
"Alhamdulillah " ucap keduanya jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Tiba tiba keluarga sang mantan suamiku. tiba di rumah sakit
"gimana keadaan cucu papip"
"Alhamdulillah udah baik papip" ucap gadis
papip berdiri mencemaskan cucunya dari balik kaca ruangan dimana Adam di rawat ia tampak menyesal tidak memfokuskan soal cucunya
"maafkan opah , opah janji selepas ini opah akan lebih perhatian sama kalian sayang"
ucap papip meneteskan air mata penyesalan nya.
"Ceroboh kamu, ibu macam apa kamu anak bayi kok bisa demam tinggi "
cetus omah dengan nada ketus nya ciri khas dari si nenek paling bener ini .
"mama...! " tegur papip
"mama ngomong apa adanya , kenapa coba anak bayi sekecil itu bisa sakit kalau bukan keteledoran orangtuanya" sambungnya lagi bukannya berhenti bicara malah terus menyalahkan gadis .
"mama udah, ini bukan saat nya saling menyalah kan kasihan gadis juga pasti panik"
Mendengar si nenek tua terus menyalahkan gadis sambil menunjuk nunjuk kearah gadis Anhar ambil badan lalu ia berkata
__ADS_1
"saya rasa setiap anak bayi pasti pernah demam Bu, maaf bukannya saya lancang hanya saja cara ibu menyalahkan ibunya itu bukan hal yang benar silakan ibu salahkan wanita yang penuh kesalahan ini nanti stelah keadaan baik jangan menyalahkan orang di hadapan orang banyak itu sama saja ibu mencoreng muka wanita ini " ucap anhar yang siap pasang badan di depan gadis .
"udah Anhar , udah malam kamu pulang aja " cetus gadis menghalau keributan
Anhar menoleh ke arah gadis lalu ia melihat gadis dengan tatapan dalam ia menghela nafas
lalu lagi lagi si nenek tua ini kembali melayangkan pertanyaan " anda siapa? berani beraninya nasehati saya "
Anhar melihat ke arah si omah lalu berkata
"siapa pun saya itu bukan urusan anda , yang terpenting coba belajar membaca situasi"
"mama... udah" cetus papip kembali
"sudahlah nak Anhar , pulang saja ini rumah sakit jangan buat keributan disini" sambung Abi
akhirnya Anhar menuruti permintaan abi mengalah dan pulang
saat akan meninggalkan rumah sakit tak sengaja ia berpapasan dengan Riki berlari dengan wajah paniknya Anhar menarik tangannya lalu berkata " saya unggul lagi bro ingat janji kita "
tak merespon Riki melepaskan tangannya dan ia kembali berlari menemui gadis dan anak anaknya.
"gimana kondisi Adam dek?" ucap Riki yang tak sadar meraih kedua tangan gadis mendapatkan perlakuan demikian gadis melepaskan tangannya dari tangan Riki
"sudah mendingan bang" ucapnya memalingkan wajah nya
"Alhamdulillah ya Allah" rikipun berjalan ke kaca melihat kondisi anak nya di dalam ruangan.
"maafin papa nak"
ia terus meminta maaf pada anak anaknya dari balik kaca dengan mata berbinar ia seperti menyesali perbuatan nya menyesali keegoisan nya.
Semalaman dua keluarga ini ikut menjaga kedua anak Riki dan gadis di rumah sakit hanya omah dan erika dan Tania pulang kerumah Karen rumah sakit melarang pembesuk terlalu banyak dirumah sakit .
Besok paginya , melihat kondisi Adam dan Ainun sudah membaik dan ceria kembi dokter sudah mengizinkan untuk kembali ke rumah dengan di antar mantan suami menaiki mobil mantan suaminya
Dengan mesra Riki membukakan pintu pada sang mantan istri yang akan memasuki mobilnya
"silahkan " ucapnya sambil tersenyum ke arah gadis
jauh di lubuk hati keduanya masih ada rasa cinta walaupun di hati gadis rasa kecewanya lebih besar dari pada rasa cintanya berbanding terbalik dengan Riki setelah perpisahan rasa cinta di hati nya tumbuh semakin besar .
Sejak saat itu, mami mengutus pembantu pribadi mereka untuk mengurusi keperluan gadis dan anak anaknya meskipun awalnya di tolak oleh gadis tapi sang mantan mertua yang begitu baik terus memaksa gadis pun tak bisa berbuat apa apa .
2 bulan berlalu,
Riki memberanikan diri untuk merujuk gadis kembali ia terus kepikiran wajah anak anak dan istrinya
tapi rujukannya di tolak oleh gadis karena ia tau Riki sudah menghamili Agnes dan saat ini Agnes sudah mengandung selama 8 Minggu
ia mengetahui kehamilan itu dari pesan singkat yang Agnes kirim melalui WhatsApp pribadinya, kehamilan Agnes pun di bantah oleh Riki karena dia tau bukan dia yang sudah menghamili Agnes.
3 bulan sudah berlalu, masa Iddah gadis pun habis, mereka satu sama lain sudah menjadi orang lain dan sudah di perbolehkan untuk menikah lagi jikalau memang ingin menikah lagi tapi Riki terus terusan mengejar gadis agar mau rujuk dengannya
"Abang mohon dek buka pintu hati adek untuk Abang bisa masuk lagi dek demi anak anak kita"
"maaf bang , satu hal yang buat gadis gak suka sama Abang kalau Abang buat alasan anak anak kita untuk bisa rujuk dengan gadis "
"bukan gitu maksud Abang dek maksud Abang juga karena cinta dan sayang Abang yang tulus buat adek , Abang janji gak akan nyakitin adek lagi"
"dulu juga Abang prnh janji ke umi dan Abi tapi apa .. Abang ingkari kan bang ? berjanji pada Allah bang jangan berjanji sama gadis "
ia terus menerus di tolak oleh gadis , rasa trauma di dalam diri gadis begitu besar ia seakan akan terluka begitu dalam berkali kali di saat luka dalam hatinya mulai sembuh ia di sakiti lagi dengan kabar kehamilan Agnes.
__ADS_1