
" Harus kemana lagi Ainun cari umi sama Abang kalau tau ini terjadi Ainun gak akan ninggalin kalian "
kata Ainun di tengah keputus asaannya , di sisi lain gadis tiba tiba teringat Ainun ia terus kepikiran Ainun .
" astaghfirullah"
" kenapa umi ?"
" umi lupa kabari adikmu Ainun nak sebentar ibu kabari dia dulu "
ucap gadis lalu masuk kedalam kamarnya untuk mengambil handphone nya yang ternyata sudah mati karena kehabisan baterai
" Ya Allah, ternyata handphone nya mati "
" kenapa umi ?"
" handphone umi mati nak, umi lupa bawa charger nya ketinggalan dirumah kita "
" ya ampun umi ya udah Adam jmpt aja ya umi"
" jangan nak gak usah nanti yang ada nenek lihat kamu lagi nenek marah "
" ya udah umi jadi gimana umi mau kabari Ainun ?"
" umi juga gk tau , ya sudahlah kita lanjut aja buat adonan lagi ya "
" iya umi "
Gadis mencoba usaha donat yang dulu ia di ajari oleh ibunya membuat donat .
Setelah selesai gadis dan ketiga anaknya keliling kampung menawarkan donat mereka warung ke warung .
__ADS_1
Berhenti di warung pertama gadis menawarkan donatnya sambil menggendong Maryam .
"Assalamualaikum permisi "
Seorang ibu keluar dari dalam " ada apa ? mau minta sumbangan lagi?"
" maaf Bu saya gak minta sumbangan saya mau nawarin dagangan saya Bu "
Si ibu keluar dari dalam warungnya menemui gadis , setelah ia melihat penampilan gadis ia terdiam dan terus melihat gadis dari atas sampai bawah , setelah melihat wajah gadis si ibu mundur dari posisinya semula
" Ini donat saya Bu, boleh gak kira kira saya titip di warung ibu "
" titip disini ? di warung saya ?"
" iya Bu, donat saya enak Bu coba ibu cicipi dulu "
" gak gak gak sana sana saya takut "
" sudah pergi sana jangan jangan kamu bawa bom "
Gadis terdiam, dalam hati ia sakit sekali di tuduh demikian oleh si ibu pedangan. tak terima ibunya di sepelekan Adam berkata
"ibu saya bukan ******* Bu "
Gadis menggenggam tangan Adam memberi tanda untuk Adam diam
" Terserah mau ******* mau gak yang penting saya gak mau udh pergi sana "
Si ibu mendorong mereka untuk pergi dari warungnya .
" sombong sekali ibu itu, semoga Allah menurunkan hajab untuknya "
__ADS_1
" astaghfirullah, Adam jangan berdoa buruk nak pada orang lain doakan beliau yang baik meskipun mereka sudah menyakiti perasaan kita , lagi pula ibu gak papa di katanya seperti itu, sudahlah, ayo kita jalan lagi mana tau ada warung lagi yang mau menerima dagangan kita "
" ayo umi "
Merekapun berjalan sampai jauh tiba tiba mereka melihat warung kedua, segera mungkin mereka menghampiri dan menawarkan dagangannya
" permisi , assalamualaikum "
" walaikumussalam, mau beli apa neng ?"
" saya gak mau beli bu saya mau nawarin dagangan saya Bu"
" dagangan apa itu boleh saya lihat ?'
" boleh Bu, donat nya coba ibu cicipi mana tau ibu Suka "
" boleh deh gak papa nih mbak saya Cicipi"
"gak papa Bu, ayo silahkan Bu "
Perlahan donat dagangan mereka di borong oleh si pedagang karena suka dengan tekstur kelembutan dan rasanya
" ini mah enak sekali donatnya saya borong deh besok kalau sudah habis saya beli lagi kita langganan "
" masyaallah trimakasih Bu "
" sama sama "
merekapun pulang kerumah dengan perasaan senang,
" Tukan apa umi bilang kalau dagangan kita gak laku pasti akan ada balasan di hari esoknya "
__ADS_1
" iya umi maaf in adm (jl