Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Bertemu orang baik


__ADS_3

Mereka berjalan bersama sama menyusuri kampung ke kampung untuk mencari rumah kontrakan untuk mereka tempati.


Melihat peluh di wajah umi nya Adam berinisiatif untuk mengambil alih menggendong Maryam


" umi biar Adam aja yang gendong Maryam"


" gak papa nak umi aja kasihan kamu blm bawa koper blm tuntun Ibrahim di tambah lagi gendong Maryam , gak papa umi baik baik aja"


" umi pasti capek maafin Adam umi "


" maaf untuk apa nak ? justru umi yang harusnya minta maaf sama kalian karena umi gak bisa kasih kebahagiaan sama kalian nak "


" Punya ibu seperti umi aja Adam udah seneng baget udah bahagia baget "


" Ibrahim juga umi "


" masyaallah trimakasih nak sudah baik sama umi "


Di tengah jalan mereka bertemu ibu tetangga rumah orang tua anhar dulu .


beliau menghampiri gadis dan anak anaknya


" assalamualaikum "


" walaikumussalam "


" ini bukan nya istrinya almarhum anhar ya ?"


" iya Bu "


" mau kemana nak, sore sore begini kok keluyuran sama anak anaknya lagi mau kemana ?"


" mau cari kontrakan Bu "


" loh bukannya anhar sudah sukses dan punya rumah sendiri ? "

__ADS_1


" ya sudah ikut ibu aja ibu punya rumah kontrakan gak jauh dari sini kalian bisa di tinggal disana "


" brapa ongkosnya Bu ?"


" udah gak usah pikirin , masalah ongkos belakang aja yang penting anak anak mu gak kehujanan , cuaca juga lagi gak bagus udah mendung kan ayo ikut ibu "


" makasih ya Bu "


" sama sama "


Si ibu baik hati itu bernama ibu Ros ia tetangga rumah ibu mertua anhar ia sedih melihat gadis dan anak anaknya .


Sesampainya dirumah kontrakan ibu Ros,


" ini rumah kontrakan nya nak yaa... beginilah kondisinya apa adanya "


" Alhamdulillah , ini udah mendingan Bu dari pada kami tidur di jalan malam ini "


" astaghfirullah , jangan sampai nak, apa yang terjadi kenapa kamu dan anak anakmu terlantar begini ?"


"Gak ada apa apa kok Bu saya cuma pengen mandiri "


" ya Allah nak, ya sudah mungkin kamu juga gak enak cerita ke ibu ya udah gak papa istirahat aja dulu ya "


" iya Bu makasih ya Bu kebaikannya "


" sama sama nak, gak usah pikirin soal uang kontrakan nya yang penting kesehatan anak anak mu dulu ya "


" makasih banyak Bu "


" iya nak, Adam jaga ibu dan adik adikmu ya nak"


" iya nek trimakasih ya nek "


" iya nak sama sama , ibu pamit dulu assalamualaikum "

__ADS_1


Beliau pun pergi meninggalkan gadis dan anak anak gadis di depan rumah kontrakan miliknya .


" Umi , maaf ibu tadi siapa umi ?"


" itu tetangga di rumah Abi dulu waktu masih tinggal sama nenek "


" berarti tetangga rumah nenek umi"


" iya nak , ayo kita masuk hujannya udah mau turun umi lihat "


" iya umi"


Setelah selesai menyusun pakaian mereka di dalam lemari yang sudah tersedia di dalam kamar kontrakan , gadis menghampiri Adam yang berdiri di depan pintu rumah sambil termenung memperhatikan air hujan yang jatuh .


" Adam "


" umi, loh umi gak istirahat umi ?"


" gak sayang, sebaiknya Adam aja yang istirahat kasihan Adam capek ya kan "


" Adam gak capek kok umi "


" tadi umi perhatikan kamu lagi termenung mikirin apa ?"


" gak mikirin apa apa umi, umi bulan depan kan Adam udah lulus sekolah boleh gak Adam cari kerja aja disini "


Gadis meraih kedua tangan putranya dan berkata " Bukannya Adam bilang, Adam mau ke luar negeri? kenapa kok tiba-tiba berubah pikiran karena ini semua yang terjadi ?"


Gadis tersenyum meletakkan kedua telapak tangan putra nya di kedua pipinya dan berkata


" Adam tugas nya sekolah , yang bertugas mencari nafkah itu umi ya kamu harus fokus "


" tapi umi keadaan kita juga gak memungkinkan begini mana mungkin Adam menyusahkan umi "


" umi sama sekali tidak merasa di Bebani dan di susahkan , umi ikhlas ini sudah jalan dari tuhan jadi umi harus siap "

__ADS_1


" tuga kamu itu sekolah bukan untuk cari uang yang bertugas mencari uang itu umi kalian masih tanggung jawab umi "


__ADS_2