
Mereka berjalan bersama sama menyusuri kampung ke kampung untuk mencari rumah kontrakan untuk mereka tempati.
Melihat peluh di wajah umi nya Adam berinisiatif untuk mengambil alih menggendong Maryam
" umi biar Adam aja yang gendong Maryam"
" gak papa nak umi aja kasihan kamu blm bawa koper blm tuntun Ibrahim di tambah lagi gendong Maryam , gak papa umi baik baik aja"
" umi pasti capek maafin Adam umi "
" maaf untuk apa nak ? justru umi yang harusnya minta maaf sama kalian karena umi gak bisa kasih kebahagiaan sama kalian nak "
" Punya ibu seperti umi aja Adam udah seneng baget udah bahagia baget "
" Ibrahim juga umi "
" masyaallah trimakasih nak sudah baik sama umi "
Di tengah jalan mereka bertemu ibu tetangga rumah orang tua anhar dulu .
beliau menghampiri gadis dan anak anaknya
" assalamualaikum "
" walaikumussalam "
" ini bukan nya istrinya almarhum anhar ya ?"
" iya Bu "
" mau kemana nak, sore sore begini kok keluyuran sama anak anaknya lagi mau kemana ?"
" mau cari kontrakan Bu "
" loh bukannya anhar sudah sukses dan punya rumah sendiri ? "
__ADS_1
" ya sudah ikut ibu aja ibu punya rumah kontrakan gak jauh dari sini kalian bisa di tinggal disana "
" brapa ongkosnya Bu ?"
" udah gak usah pikirin , masalah ongkos belakang aja yang penting anak anak mu gak kehujanan , cuaca juga lagi gak bagus udah mendung kan ayo ikut ibu "
" makasih ya Bu "
" sama sama "
Si ibu baik hati itu bernama ibu Ros ia tetangga rumah ibu mertua anhar ia sedih melihat gadis dan anak anaknya .
Sesampainya dirumah kontrakan ibu Ros,
" ini rumah kontrakan nya nak yaa... beginilah kondisinya apa adanya "
" Alhamdulillah , ini udah mendingan Bu dari pada kami tidur di jalan malam ini "
" astaghfirullah , jangan sampai nak, apa yang terjadi kenapa kamu dan anak anakmu terlantar begini ?"
"Gak ada apa apa kok Bu saya cuma pengen mandiri "
" ya Allah nak, ya sudah mungkin kamu juga gak enak cerita ke ibu ya udah gak papa istirahat aja dulu ya "
" iya Bu makasih ya Bu kebaikannya "
" sama sama nak, gak usah pikirin soal uang kontrakan nya yang penting kesehatan anak anak mu dulu ya "
" makasih banyak Bu "
" iya nak, Adam jaga ibu dan adik adikmu ya nak"
" iya nek trimakasih ya nek "
" iya nak sama sama , ibu pamit dulu assalamualaikum "
__ADS_1
Beliau pun pergi meninggalkan gadis dan anak anak gadis di depan rumah kontrakan miliknya .
" Umi , maaf ibu tadi siapa umi ?"
" itu tetangga di rumah Abi dulu waktu masih tinggal sama nenek "
" berarti tetangga rumah nenek umi"
" iya nak , ayo kita masuk hujannya udah mau turun umi lihat "
" iya umi"
Setelah selesai menyusun pakaian mereka di dalam lemari yang sudah tersedia di dalam kamar kontrakan , gadis menghampiri Adam yang berdiri di depan pintu rumah sambil termenung memperhatikan air hujan yang jatuh .
" Adam "
" umi, loh umi gak istirahat umi ?"
" gak sayang, sebaiknya Adam aja yang istirahat kasihan Adam capek ya kan "
" Adam gak capek kok umi "
" tadi umi perhatikan kamu lagi termenung mikirin apa ?"
" gak mikirin apa apa umi, umi bulan depan kan Adam udah lulus sekolah boleh gak Adam cari kerja aja disini "
Gadis meraih kedua tangan putranya dan berkata " Bukannya Adam bilang, Adam mau ke luar negeri? kenapa kok tiba-tiba berubah pikiran karena ini semua yang terjadi ?"
Gadis tersenyum meletakkan kedua telapak tangan putra nya di kedua pipinya dan berkata
" Adam tugas nya sekolah , yang bertugas mencari nafkah itu umi ya kamu harus fokus "
" tapi umi keadaan kita juga gak memungkinkan begini mana mungkin Adam menyusahkan umi "
" umi sama sekali tidak merasa di Bebani dan di susahkan , umi ikhlas ini sudah jalan dari tuhan jadi umi harus siap "
__ADS_1
" tuga kamu itu sekolah bukan untuk cari uang yang bertugas mencari uang itu umi kalian masih tanggung jawab umi "