
dengan berat hati mami mengalah untuk mengantar Adam pulang ke kontrakan gadis.
sesampainya di sana mami menolak untuk turun dari dalam mobil.
"ayo turun mi"
"gak deh mami disini aja kamu aja yang kasih Adam ke gadis"
"serius mami gak ikut masuk ?"
"gak deh mami gak kuat harus pisah sama Adam "
"maaf ya mi"
Riki dan Adam turun dari dalam mobil kedatangan mereka di sambut oleh gadis dan keluarga nya begitu melihat sang ibu, Adam meronta kegirangan.
"Adam.."
gadis berlari menghampiri Adam memeluk dan mencium nya
"maaf dek Abang kesini mau antar Adam lagi"
gadis melempar senyum an untuk mantan suaminya dan berkata " trimakasih banyak bang sudah antar Adam lagi"
"maaf kan mami ya dek maafkan semua perlakuan mami kemaren "
"udah gadis maafin kok bang"
"Alhamdulillah,.kalau begitu Abang pamit pulang" Riki berjalan menghampiri Adam di pelukan gadis mengecupnya penuh haru lalu berkata " papa pulang ya nak ".
rikipun kembali pulang dengan perasaan hampa dan sedih meninggalkan Anak anaknya meskipun sejujurnya ia mengharapkan bisa bersama kembali dengan gadis.
Namun harapannya sia sia gadis mempercepat tanggal pernikahan nya dengan anhar.
Sementara Agnes terus berusaha untuk mendapatkan maaf dari Riki segala cara ia lakukan demi mendapat kata maaf dari Riki.
Pagi itu, Riki bergegas kekantor ia segera keluar dari dalam rumah di luar rumah Agnes sudah berdiri menyambut kedatangan Riki.
dengan wajah senyum memelas ia melihat kearah Riki , melihat keberadaan Agnes Riki menghindari nya seakan tak memperdulikannya ia memalingkan wajah dan pergi.
mendapat perlakuan buruk, Agnes berlari menghampiri Riki menarik tangannya lalu berkata " sayang tunggu sayang "
__ADS_1
"ada apa lagi ? "
Agnes meraih tangan Riki yang kemudian di hempas kan oleh Riki
"kamu blm bisa maafin aku ya ?"
"aku sudah maafkan!"
"trus kenapa sikap kamu ke aku seperti ini ?"
Riki melihat Agnes dengan dalam ia menghela nafas dan berkata " jadi mau mu aku bagaimana ?"
"aku mau kamu kayak dulu "
"kamu mau aku kayak dulu,hahahaha"
Riki tertawa terbahak-bahak.
"sudah terlambat "
"terlambat gimana sayang aku mohon buka hatimu untukku"
"sudah cukup agnesss!!! kisah kita sudah selesai aku mohon jangan ganggu aku "
Riki membantu Agnes untuk berdiri kembali ia menatap mata Agnes.
"aku sudah maafkan kamu kok, kamu gak perlu ngelakuin kayak barusan "
"apapun akan aku lakukan demi kata maaf dari kamu "
"aku udah maafkan"
"serius ?"
"iya serius "
Agnes memeluk tubuh Riki di hadapannya penuh suka cita meskipun dekapannya tidak mendapat balasan dari Riki.
"kasih aku kesempatan kedua aku mohon"
"aku mohon kasih aku kesempatan kedua sekali lagi aku janji gak akan kecewain kamu"
__ADS_1
Tak menjawab Riki hanya diam dengan mata berkaca-kaca "sudahlah ... pulang sana aku mau istirahat "
"tapi "
"aku minta kamu pulang "
Agnes tertunduk sedih ia lagi lagi harus berjuang kembali .
Riki masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedih dan gelisah.
ia bingung dengan perasaannya
di satu sisi ia mulai mencintai Agnes meskipun ia di kecewakan di sisi lain ia masih mencintai gadis yang pernah ia sia siakan dahulu .
Melihat gelagat dan keresahan di diri sang anak mami menghampiri nya lalu berkata
"kenapa sayang ?"
"gak kenapa kenapa kok mi"
"lagi mikirin apa ?"
"gak kok mi"
"jangan tutupi dari mami tadi mami udah lihat sendiri dari balkon kamar mami "
"entahlah mi... satu sisi aku masih mencintai gadis dan sisi lain aku mulai mencintai Agnes walaupun aku di kecewakan begini"
"kalaupun aku mencintai gadis gak mungkin aku kejar dia sementara dia sudah ada yang punya juga kan mi"
"sabar ya nak mami nyakin apapun itu pilihan kamu itu yang terbaik untuk hidupmu sayang"
"maksud mami?"
"kalaupun seandainya kamu rujuk lagi sama Agnes mami restui dan mami juga kangen sama Airin, udah lama mami gak ketemu Airin juga kan"
"tapi mi"
"gak ada salah nya sayang buka lembaran baru mungkin setelah kejadian ini Agnes bisa berubah lebih baik dan jadi istri yang baik untuk mu nantinya "
"makasih mi udah kasih solusi buat Riki"
__ADS_1
"iya sayang itu udah jadi tugas mami "