
# Suasana di kediaman Riki
Pagi hari sekali, Agnes sudah datang menyambangi rumah mantan suaminya sambil membawakan kue kesukaan mantan mama mertua dan mantan suami.
"Ting nong Ting nong " suara bel rumah berbunyi
seorang pembantu rumah tangga membuka kan pintu untuk ny
" Eh ada mbak Agnes , ada apa non pagi pagi udah datang aja kesini"
"(sambil menghela nafas) Suka suka saya mau datang berapapun saya mau, tugas kamukan ada kenapa ngurusin hidup saya "
"Aduuuhh... cetus baget mulutnya mbak, kan udah berhijab udah syar'i kok mulutnya masih kayak dulu, kalau udah mutusin berhijab Istiqomah mbak, segala tingkah laku perbuatan ucapan itu di jaga biar sesuai sama penampilan juga "
" Udah deh gak usah ceramahin aku gak usah ngajarin aku tugas kamu ada, ayo di lanjutin , kamu ingat ya kalau sampai aku jadi nyonya lagi di rumah ini kamu bakal aku pecat "
"ooh,, pengen jadi nyonya toh, tapi mbak kalau mimpi jangan ke tinggian nanti jatuh mbak juga yang kesakitan "
"isssst.... kurang ajar baget sih kamu "
"saya kebelakang dulu ya mbak "
"iiih dasar pembantu kurang ajar seenaknya sama aku, iih... awas aja nanti kalau aku udah berhasil jadi nyonya, bakal aku pecat kamu "
Ucapnya penuh kekesalan, tanpa di minta masuk iapun segera masuk ke dalam rumah
Hari ini kebetulan Riki tidak masuk kantor , karena kantor sedang libur
Melihat dari jauh Riki sedang bersantai di dekat kolam di samping rumah nya, Agnes menghampiri nya
"hemm... hemm"
berpura-pura batuk untuk mengalihkan perhatian Riki yang sedang membaca majalah di tangannya
Tak dapat respon baik, malah Riki berdiri dan membentaknya merasa terganggu dengan kehadiran nya
" Bisa pergi gak mbak saya lagi pengen sendiri"
"heemm..."
"mbak gak dengar bisa pergi gak " kata Riki yang tiba tiba terdiam begitu melihat keberadaan Agnes yang awalnya ia kira asisten rumah tangga nya
"Maaf, tadi aku kira mbak yang gangguin "
"iya gak papa kok "
"Ada keperluan apa ?"
"Gak, aku kesini antar kue kesukaan mami sama kamu "
"oh ya trimakasih "
"iya,, oiya kamu gak kerumah sakit ?"
" rumah sakit ? emangnya siapa yang sakit ?"
"suaminya gadis "
__ADS_1
"haa.. kok bisa ?"
"katanya sih kecelakaan ya , tapi gak tau deh jelasnya gimana "
"ya ampun, aku harus kerumah sakit ini sekarang juga "
"aku ikut dong "
Tak menjawab Riki berlari naik ke kamar nya untuk bersiap siap menuju rumah sakit , beberapa menit kemudian, saat ingin berangkat Riki terdiam melihat Agnes yang sudah duduk menunggu di dalam mobil nya
"kamu mau kemana ?"
"mau ke rumah sakit juga , gak boleh ya "
Tak menjawab Riki masuk ke dalam mobil menuju kerumah sakit .
Selama di perjalanan Agnes diam diam mencuri pandangan ke Riki yang duduk di sebelahnya .
"Ada apa kenapa kamu lirik lirik aku ?"
"ee...gak aku gak ngelirik kamu "
beralasan karena malu ketahuan melirik secara diam diam.
Setibanya dirumah sakit , Riki menuju ke bagian resepsionis untuk menanyakan kamar dimana anhar di rawat, setelah mendapatkan informasi Riki bergegas ke kamar yang perawat paparkan tadi .
Dari kejauhan ia melihat gadis yang sedang berbincang dengan kedua orangtuanya, Agnes pun tidak tinggal diam, saat gadis memperhatikan mereka Agnes merangkul tangan Riki secara tiba tiba, gadis pun melihatnya .
" Apa apaan sih kamu, brani braninya rangkul tangan ku "
"lepasin gak jangan buat aku buruk di mata mantan mertua ku "
" Udah deh kamu gak usah berisik "
Gadis terdiam tampak jelas di matanya ada rasa cemburu begitu melihat kedekatan mantan suami dengan mantan istrinya yang menjadi madunya dulu.
" assalamualaikum umi Abi"
" walaikumussalam eh ada nak Riki rupanya " sapa Abi
"iya Abi maaf Riki baru dengar kabarnya tadi pagi "
"Bukannya ini nak Agnes ya mantan madunya anak saya ?"
"iya umi, saya Agnes "
"masyaallah sudah berhijab cantik sekali "
berulang kali umi memuji Agnes melihat peningkatan nya
" trimakasih umi , hai gadis " sapa Agnes sambil menjulurkan tangannya, gadis hanya diam tidak menyambut tangan Agnes
" Nak, ayo berjabat tangan dengan Agnes jangan diam saja "
Begitu mendengar teguran dari ibu, gadis perlahan menjabat tangan Agnes
", assalamualaikum"
__ADS_1
"walaikumussalam ,apa kabar nya ? maaf ya waktu itu aku gak datang lihat kamu aku turut prihatin "
"iya gak papa, kamu sehat ?"
"sehat "
" sudah menikah lagi ?"
Agnes tersenyum nakal
" doakan saja secepatnya"
"oh aamiin "
Rasa puas terpancar di wajah Agnes begitu melihat kecemburuan dari pancaran mata gadis .
"bagaiman kondisi anhar umi ?"
"begitulah beliau blm sadar "
" ya Allah , apa yang sebenarnya terjadi umi"
"umi tak tau apa yang terjadi hanya saja umi tau penyebabnya "
"maksud umi "
"umi boleh bicara 4 mata dengan kamu nak "
" tentu saja boleh umi "
"maaf Abi , boleh umi bicara empat mata dengan mantan menantu kita ?"
"tentu saja boleh umi "
"trimakasih Abi , mari nak Riki "
"baik Bu "
"mau bicara apa sih mereka kok aku jadi kepo ya, apa mau bicara soal gadis yang mulai mencintai Riki dan lebih mencintai mantan suaminya dari pada suaminya sendiri ? ih gimana caranya aku bisa nguping pembicaraan mereka ya "
kata Agnes di dalam hati,
" Ada apa Agnes kok kamu gelisah gitu ?"
"o,oh aku mau ke toilet dulu deh ya maaf ya "
"ya"
dengan beralasan ke toilet, Agnes diam diam mengikuti keduanya sambil menguping pembicaraan mereka .
"maaf sebelumnya bukannya umi ikut campur atau umi keterlaluan, dan dulu juga umi yang minta untuk berpura-pura menjadi suami gadis maafkan umi , karena kebodohan umi membuat gadis berpikir kalau kamu memang suaminya bukan anhar , sudah berbagai cara umi lakukan untuk menyakinkan dia kalau anhar suaminya tapi hasilnya tetap nol, dia slalu menjauh dari anhar dan menolak bersentuhan dengan anhar mungkin itu salah satunya penyebab anhar ingin pergi dari rumah "
"lalu apa yang harus aku lakuin umi ?"
"nak , umi butuh bantuan kamu tolong selamat rumah tangga anak umi nyakin dia kalau hubungan kalian sudah lama berakhir "
Riki menelan ludah ny, sebab keinginan bertolak belakang dengan permintaan sang mantan mertua
__ADS_1