Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Hasil persidangan


__ADS_3

Saat yang di tunggu tunggu telah tiba, persidangan pun di gelar sakral.


Kedua orangtua yang memperrebutkan hak asuh anak kandung mereka, karena keegoisan dan keras kepala anaklah yang jadi korban nya.


sudah banyak kasus perceraian anak yang menjadi bola dalam perceraian itu, anak lah yang harus siap batin dan jasmani menerima keadaan yang harus ia terima.


Kedua mantan suami istri ini duduk di kursi masing masing di hadapan hakim dan keluarga yang menjadi saksi di persidangan.


Satu persatu pasal di bacakan oleh hakim begitu juga gugatan yang di bacakan oleh pengacara kondang yang Riki bayar untuk pengalihan hak asuh ini.


beberapa pertanyaan di lontarkan oleh hakim dan di jawab oleh pengacara yang di boyong oleh suaminya gadis.


sampailah dimana yang di tunggu-tunggu, perjuangan selama persidangan ternyata sia sia


Air mata bercucuran dari mata gadis saat mendengar keputusan hakim


bahwa hak asuh anaknya jatuh pada mantan suaminya


seketika gadis beranjak dari kursi nya dan berkata


" Saya ibunya, saya yang merawat dan mengandung nya selama 9 bulan, anak anak saya adalah hak saya sebelumnya mereka berumur 17 tahun kenapa bisa begitu ?!!" kata gadis terisak Isak menahan sesak di dadanya


"Tolong tenangkan diri anda!" balas hakim


"bagaimana saya bisa tenang anda seorang ibu , coba anda pakai hati nurani anda bagaimana kalau anda di pisahkan dari anak anak anda yang masih dalam masa pertumbuhan ini, saya tidak terima "


melihat gadis yang semakin panik dan emosinya yang tidak terkontrol, sang suami yang setia mendampingi di belakang kursinya berlari menghampiri istrinya dan memeluk nya


"sayang, sayang tenangkan diri mu sayang, istighfar sayang "


"Aku gak bisa aku gak bisaaaa...."


"bruuuuukkkkk"


Tiba tiba gadis terjatuh pingsan di pelukan suaminya , dan di larikan kerumah sakit .


sesampainya dirumah sakit, keadaan gadis masih lemah dan belum sadarkan diri.


Dokter menegur suaminya kenapa hal seperti ini bisa terjadi


" kenapa istri anda bisa seperti ini ?"


"maaf dok, ini di luar kemampuan saya, istri saya lepas kontrol karena persidangan tadi"


"ya ampun pak, apa tidak bisa di undur dulu nunggu istri anda benar benar pulih ?"


"saya gak bisa ngomong apa apa dok , intinya lakukan yang terbaik untuk istri saya "


"baiklah pak "


...----------------...


Suami siaga suami sabar suami penyayang , suami seperti ini Nemu nya dimana ?


kalau ada Mimin mau 1 bungkusss 🤣


Setia menemani istrinya yang masih tidak sadarkan diri, sambil membaca kan ayat Alqur'an di sebelah sang istri mengharapkan keajaiban datang untuk kesembuhan sang istri .


Tiba tiba pintu kamar berbunyi menandakan ada orang masuk , benar saja yang masuk Riki orang yang sudah menyebabkan istrinya seperti sekarang ini.


anhar memasang badan untuk menghalau Riki mendekati istrinya

__ADS_1


"Ada apa lagi, bukannya kamu sudah menang sudah dapat apa yang kamu mau kan, kenapa datang lagi mengganggu istri saya lagi "


"maaf bro,saya kesini cuma mau mastiin kondisi gadis, soal anak anak aku gak ambil mereka anak anak akan tetap disisi gadis aku gak akan ambil "


"kenapa ? "


"bukannya kamu ngotot buat rebut anak anak dari kami karena kamu takut anak anak celaka seperti apa yang sudah menimpa anak ku ?"


"Bukan begitu maksud ku dulu"


"Lalu apa maksud anda ?, anda pikir saya siap kehilangan bayi saya asal anda tau saya kehilangan bayi saya karena kelakuan anda !"


bentak anhar memaksa Riki untuk mundur


Riki menelan ludahnya ia menunduk kata kata anhar seolah olah menamparnya dengan kejadian kemarin.


"Ok, maaf bro kalau begitu saya pamit "


"silahkan pintu disana pergi karena kedatangan anda juga tidak saya harapkan "


Riki menarik nafas dan berbalik badan pergi meninggalkan kedua suami istri ini.


Ia benar benar tidak bisa meninggalkan gadis dengan keadaan seperti itu.


ia mengintip gadis dari kaca jendala luar kamar nya


tak terasa ia meneteskan air. matanya


"Maaf kan Abang dek, Abang benar benar jahat dari dulu Abang slalu jahat sama adek Abang gak pernah bahagiain adek maafkan Abang "


ucapnya sambil menyapu air matanya yang menetes di pipi ..


Rikipun meninggalkan rumah sakit, ia melanjutkan perjalanan nya ke rumah.


sambil mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil ia berkata " kamu ngapain disitu, bisa minggir gak, saya mau masuk "


"gak saya gak.mau "


"ada apa lagi sih ini perempuan "


Riki keluar dari dalam mobil perasaan dongkol


" Kamu bisa minggir gak "


"gak aku gak mau "


"kamu mau apa ? ngapain kesini ?"


"Aku kesini mau kasih tau Airin sakit badannya panas "


"mana Airin ? Airin sama siapa ?"


"Airin sama mami sama papi aku tinggal dirumah"


Tiba tiba Agnes meraih tangan Riki dan menciumnya sambil menangis ,


" Apa apaan ini !" Riki menarik tangannya


" Aku mohon ikut aku ketemu saya Airin mana tau setelah dia ketemu kamu panasnya turun dan baik lagi aku mohon "


"Aku gak bisa "

__ADS_1


"Aku mohon, aku tau dia bukan anak kandung kamu tapi aku mohon dia butuh kamu "


mereka saling bertatapan, karena merasa iba Riki menuruti kemauan mantan istrinya dan bersedia kerumah Agnes bersama sama.


sesampainya di rumah Agnes, Riki terdiam sementara Agnes sudah berdiri di depan pintu rumahnya menyadari Riki masih berdiri di depan mobilnya Agnes berbalik badan dan berkata


"ayo masuk "


Riki menutup matanya dengan kejadian beberapa tahun lalu, ia menghela nafasnya dan perlahan masuk kedalam rumah.


ia bertemu dengan mantan mertuanya dan putihnya Yang sedang menangis histeris di pelukan sang nenek.


Seketika Riki berlari meraih Airin memeluk dan menciumnya berkali kali


"sayang sayang papa disini Airin kenapa sayang "


"aaaaaaaaaaaaaaaaaa.....aaaaaaaaa"


"Airin , papa disini nak Airin mau apa nak papa beliin mainan apa sayang ?"


melihat kedatangan Riki, mami menarik tangan Agnes dan berbisik


"kok bisa kamu berhasil bawa nak Riki kesini ?"


"Agnes tau , kalau soal Airin Riki lemah mi"


Riki menimang Airin sambil bersalawat tak berapa lama usahanya untuk menenangkan Airin berhasil Airin tertidur di dekapannya,


" Saya akan bawa Airin ke dokter, sekarang juga "


" aku ikut "


Riki menoleh ke Agnes memandang nya dengan tajam


" Ki, aku ibunya aku wajar kalau ikut "


Tak menjawab Riki menuju mobil terus mendekap Airin yang sudah tertidur pulas, dan di ikuti oleh Agnes.


mereka pun pergi bersama sama kedokter anak.


Sesampainya di dokter anak, dan Airin sudah selesai di periksa, hasil diagnosa dokter Airin terkena tifus.


Mendengar penjelasan dokter, Riki naik pitam ia memarahi Agnes


" Kamu gimana sih ngurus anak satu aja kamu gak bisa ,bisa bisa nya anak bayi kayak gini kena penyakit seperti itu, kerjaan kamu apa sih ,setiap bulan loh kebutuhan Airin aku penuhi masa bisa dia kena penyakit itu haduuuh aku gak habis pikir sama kamu "


" aku minta maaf "


"Udah kelewat tau gak, aku gak bisa diam, mualai hari ini Airin akan di urus sama suster titik "


Agnes hanya diam, di dalam hatinya ia senang kalau ada suster yang 24 jam mengurus anaknya jadi dia bisa lebih banyak waktu untuk metime tanpa anak dan tanpa susu .


selama perjalanan, suster duduk di sebelah Riki dan Agnes duduk di belakang.


" Aku dengar hari ini sidang pengalihan hak asuh si kembar ya ?"


"bukan urusan kamu"


"kamu kenapa sih slalu dingin sama aku, apa aku salah nanyak hasilnya ?"


"Aku udah bilang bukan urusan kamu !"

__ADS_1


"Aku nyakin pasti sidang kamu yang menangkan , jadi si kembar ikut sama kamu ? apa gadis bisa hidup tanpa anak anak nya "


"kamu bisa diam gak ! saya gak fokus nyetir gara gara.kamu !!" Riki membentak Agnes memintanya untuk diam di depan suster.


__ADS_2