Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
cobaan kedua


__ADS_3

Sehari setelah pemakaman,


Suasana rumah masih dalam suasana duka cita , banyak perubahan yang terjadi di dalam rumah , anak anak yang biasanya periang sekarang berubah pendiam bahkan Ibrahim sering merengek meminta jalan jalan bersama Abi karena biasanya Abi sebelum berangkat kerja slalu membawa Ibrahim keliling komplek terlebih dahulu sbelum ke butik.


Bahkan butik Abi , sudah 2 Minggu tutup, umi sengaja menutup dulu aktivitas suaminya sampai ia benar benar merasakan tenang dan dapat berdamai dengan keadaan nya .


1 Minggu kemudian ....


" Nak gadis "


" iya Bu "


" sudah hampir 2 Minggu tapi nama si kecil belum ada , apa nak gadis sudah persiapkan nak ?"


gadis terdiam ia belum menyiapkan nama untuk putrinya


" belum ada Bu, gadis juga blm kepikiran buat nama anak gadis Bu"


" ya Allah nak"


Tiba tiba Adam berteriak memanggil umi nya


" umiiiii umiiiii sini umiii"


"Ada apa itu gadis Adam teriak teriak "


" gak tau Bu, ayo Bu kita lihat kedalam"


Gadis berlari menghampiri Adam di dalam ruang kerja ayahnya.


" ada apa nak ? kenapa Adam teriak teriak ?"


" umi sini umi lihat dulu ada pesan abi di dalam laptop untuk umi dan adik adik "


" tolong putar nak ibu pengen lihat "

__ADS_1


Adam memutar video rekaman abinya sewaktu masih hidup .


"assalamualaikum, apa kabar kalian hari ini ? mungkin waktu umi lihat video ini abi sudah gak ada lagi di samping kalian, jangan sedih ya umi, Abi slalu ada didekat kalian, sebelum nya Abi sudah siapkan uang di dalam berangkas di dalam lemari ada kartu debit untuk masa depan anak anak kita, dan untuk anak anak sudah abi buatkan pengacara buat urus warisan untuk anak anak kita nanti, jaga kondisi kesehatan umi ya, jaga anak anak kita ya sayang , assalamualaikum "


Seperti aliran air yang deras keluar dari mata gadis saat menyaksikan rekaman video suaminya yang sudah mempersiapkan semuanya seakan tau ajal akan menjemput nya .


Gadis benar benar rapuh ia tidak bisa terus berpura pura tegar di depan anak anaknya, Ia memeluk ketiga anaknya yang ikut menonton video Abi mereka .


Ainun memeluk ibunya " Umi.... Ainun gak mau harta umi Ainun cuma mau Abi "


" Yaa Allah ,, hamba tau ini sudah takdir dari engkau yang maha pencipta, tapi kali ini aku benar benar tidak sanggup melihat anak anakku seperti ini aku benar benar terluka "


suara hati gadis melihat wajah anak anaknya,


Lagi lagi ia di uji oleh Allah,


Setelah ibu mertuanya dan orangtuanya kembali ke rumah masing masing, Di tengah malam tiba tiba tubuh Ibrahim panas tinggi,


Di rumah hanya ada Anak anak dan mbak yang membantu gadis mengurus anak anaknya.


" Ibrahim kenapa Bu ? dari tadi saya dengarin nangis trus ?"


" ya Allah, banyakin sabar ya Bu semoga bapak di tempat kan di tempat yang terbaik"


" aamiin trimakasih ya bi,boleh saya pegang kening Ibrahim dulu Bu ?"


" boleh bi "


" astaghfirullah, badan Ibrahim panas banget bu, Ibrahim kayaknya lagi demam Bu "


" ya Allah, saya harus gimana Bi ?"


" kita bawa kerumah sakit aja gimana Bu?"


" ayo bi kita pergi sekarang "

__ADS_1


Rasa kehilangan yang begitu dalam juga di rasakan oleh Ibrahim , balita yang masih berumur 5 tahun ini.


sesampainya dirumah sakit ,gadis kembali dibuat menangis,


" biasanya kalau anak anak lagi sakit, beliau yang paling khawatir tentang kondisi anak anak, tapi sekarang aku hanya sendirian, dan harus bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk ke empat anak ku , astaghfirullah, apa apaan aku ini, kalau terus aku menangis mengingat beliau yang ada suamiku tersiksa disana, maafkan adek sayang, aku sudah belajar ikhlas tapi tetap saja aku tidak bisa untuk mengikhlaskan kepergian nya"


Suara hati seorang istri yang di tinggal suaminya untuk selama lamanya.


...----------------...


Melihat raut wajah majikan nya , bibi menghampiri nya dan berkata " Bu, sebaiknya ibu pulang saja , biar Ibrahim bibi aja yang jaga malam ini, kasihan si kecil dirumah "


" Gak papa kok bi, gadis gak bisa ninggalin Ibrahim dalam keadaan seperti itu "


handphone pun berdering " kringggg kringgg"


" maaf Bu, ini ada telpon dari nak Adam "


" hallo umi assalamualaikum "


" walaikumussalam nak , ada apa ?"


" umi dimana ? kok gak ada dirumah"


" maaf nak, umi gak pamit sama kalian dulu, Ibrahim badannya panas jadi umi sama bibi buru buru kerumah sakit "


" astaghfirullah, udah gimana kondisi Ibrahim saat ini umi ?"


" Alhamdulillah sudah turun panas nya nak, Adik kecil masih tidur kan ?"


" adik kecil tidur sama Ainun umi sejauh ini masih aman umi, apa Adam perlu kerumah sakit umi ?"


" gak usah nak, umi minta bibi pulang aja ya, biar umi aja yang jaga Ibrahim di sini "


" biar Adam aja umi, umi sama bibi pulang Adam yang kerumah sakit sekarang juga "

__ADS_1


kata Adam mematikan telpon dan bergegas kerumah sakit menemui ibu dan adiknya.


Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak terlihat dari perilaku anak nya, sejauh ini Adam benar benar menggambar kan dirinya menjadi pelindung untuk ibu dan adik adiknya meskipun ia tidak akan bisa seperti sosok ayahnya yang bertanggung jawab dan berhati mulia.


__ADS_2