Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Perkataan yang menyakiti hati umi


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, kedua anak gadis sudah selesai berdandan, mereka bertiga bergegas ke butik almarhum suaminya.


perjalanan dari rumah ke butik memakan waktu 15 menit kalau terjebak macet biasanya hanya memakan waktu 10 menit .


Sesampainya di depan butik, gadis berdiri menghadap butik sambil menggendong Maryam dan Ibrahim di tangan kanan nya.


" Aku pasti bisa, aku pasti bisa "


ucapnya di dalam hati sambil berdiri menghadap butik suaminya , butik yang di rintis sejak dari nol ini, sekarang sepeneuhnya menjadi milik sekaligus tanggung jawab gadis.


" kenapa butiknya gelap umi ?"


Ibrahim berlari ke butik ia menempelkan wajahnya ke kaca butik untuk melihat keadaan di dalam butik .


" Umi butiknya kok gelap umi, Abi dimana umi?"


" Ibrahim sayang yang tenang ya nak, kita buka dulu pintunya "


Ibrahim mundur dan memberikan ruang untuk ibunya membuka pintu butik.


Ketika kakinya menginjakkan kaki di butik air mata gadis menetes ia teringat kembali dengan almarhum suaminya .


"kenapa umi menangis ?"


Ibrahim yang merasa bersalah sedih melihat sang ibu menitikan airmatanya.


gadis berlutu di hadapan Ibrahim


" umi gak kenapa Napa kok nak, nanti kalau Ibrahim sudah besar umi akan ceritan apa yang terjadi biar Ibrahim mengerti ya nak "


" emangnya apa yang terjadi umi ? tadi umi bilang Abi ada di butik , mana Abi umi?"

__ADS_1


" Abi sudah tenang di surga nak bersama Allah , kehidupan kita dengan Abi sudah berbeda "


" Ibrahim gak mau , Ibrahim mau ketemu sama Abi umi "


Ibrahim meronta ronta meminta bertemu abinya , sambil menangis berteriak memanggil Abi berkali kali, teriakan Ibrahim penuh di dalam butik membuat Maryam bayi kecil didalam gendongan ibunya ikut menangis ,kedua anak ini menangis bersamaan membuat gadis ikut menangis melihat kedua putra dan putrinya .


" sayang, jangan nangis lagi umi mohon"


bukannya diam Ibrahim malah semakin berteriak dalam tangisnya.


" abiiiiiii...... aaabiiiiii.... Ibrahim mau sama Abi"...


gadis menangis ia tidak mampu mendiamkan Ibrahim , di saat kepanikan tiba tiba Ainun dan Adam datang dengan sigap mengendong Ibrahim yang mulai membanting barang di butik .


" ibrahim dek yang tenang dek "


" bang kayaknya Ibrahim lebih baik di bawa ke luar deh kasihan Maryam ikut ketakutan "


Saat ingin membawa adik nya keluar butik tiba tiba papanya datang mengambil alih Ibrahim dan menggendong nya,


" sini biar papa aja yang gendong "


seketika Adam terdiam ia melihat wajah pria didepannya itu, dan perlahan mengusap wajah papa dengan lembut, bukannya menangis lagi Ibrahim malah memeluk papa dengan eratnya .


Melihat Ibrahim dan papa yang langsung dekat membuat Adam Ainun dan umi kaget .


" wah.. papa hebat bisa diemin Ibrahim gitu "


" Alhamdulillah adik Ibrahim langsung diam "


sambung papa berbalik memeluk Ibrahim di gendongan nya.

__ADS_1


sementara umi yang kaget dengan kedatangan papa dan kedekatan Ibrahim yang secara tiba tiba membuat umi tidak nyaman .


" maaf, sebaiknya Abang diluar "


" oh iya saya lupa maaf, saya keluar dulu , anak anak papa di luar ya "


" ya pa "


Adam menghampiri ibunya dan berkata


" Maryam udah tenang umi ?"


" udah nak "


" umi kenapa cetus ke papa ?"


umi terdiam dan memalingkan wajahnya ia tidak ingin menjawab pertanyaan putranya.


" apa umi masih marah umi " sambung Ainun


" gak, umi gak marah sama sekali ,cuma umi ingin menjaga Marwah umi Sekarang umi sudah menjadi janda, jadi umi gak bisa menerima laki laki yang bukan mahram umi berada dalam satu atap dengan umi, apa kata orang nantinya , umi takut terjadi fitnah"


" kalau memang umi takut ada fitnah kenapa umi dan papa gak bersama lagi aja ?" sambung Ainun mengungkapkan isi hatinya


Betapa kagetnya gadis begitu mendengar perkataan putrinya yang memintanya untuk kembali dengan ayah mereka , sementara baru 1 bulan kemarin suaminya meninggal dunia .


" Umi mohon jangan berharap terlalu jauh, dan umi.mohon pergunakan pola pikir dan bahasa kalian sesuai umur kalian " cetus ibu beranjak dan masuk kedalam ruang kerja suaminya .


Melihat reaksi ibunya yang marah, Adam memarahi adik nya karena ucapannya


" keterlaluan kamu Ainun, ucapan mu sudah menyakiti hati umi, masuklah minta maaflah pada umi sekarang !"

__ADS_1


__ADS_2