
Seharian gadis hanya berdiam diri di dalam kantor nya.
ia terus membayangkan bagaimana anak anak di pisahkan dengan dirinya.
" Aku gak bisa sama sekali gak bisa jauh dari Adam dan Ainun "
ia trus mengomel tak karuan di dalam ruangan .
Tiba tiba ibunya datang tanpa memberitahu kabar .
" Assalamualaikum"
melihat sang ibu di depan pintu gadis berlari menghampiri ibunya dan memeluk nya
" Kamu kenapa nak , apa yang terjadi ?"
" bang Riki Bu, mau ambil anak anak dari aku"
" istighfar nak, tenang kan dirimu dulu "
" gadis gak bisa umi gadis gak bisa jauh dari anak anak "
"iya iya umi tau tenang kan dirimu dulu nak "
Tak kuasa menahan kesedihannya, gadis meluapkan semua nya di pelukan sang ibu, bagaimana pun tempat ternyaman untuk bercerita adalah ibu .
Kembali kerumah lebih awal gadis bertemu anak anaknya yang baru saja pulang sekolah .
" duduklah Adam Ainun , umi mau bicara "
Adam dan Ainun duduk di kursi di hadapan ibu nya
" Ada apa umi ?"
" umi mau bertanya satu hal, ini mengenai masa depan kalian nak "
gadis menarik nafasnya dalam dalam
" Tadi papa datang ke butik minta umi mengizinkan kan kalian berdua untuk ikut tinggal bersama papa, jujur umi gak sanggup kalau harus berpisah dari kalian nak "
" kenapa papa gak ngomong dulu sama Adam umi ?"
__ADS_1
" mungkin papa berpikir ini jalan satu satu nak, umi gak punya pilihan lain, umi harus bisa dan ikhlas melepas kan kalian nak walaupun sebenarnya umi gak sanggup, papa berikan umi waktu sampai besok pagi keputusan ada di tangan kalian nak, apapun keputusan kalian umi akan berusaha untuk menerima nya ".
...****************...
Pagi hari nya , seperti menempati janjinya, Riki sampai di depan rumah gadis.
tak ingin masuk kedalam rumah untuk menghindari fitnahan yang terus menyerang gadis, Riki berdiri di depan pagar rumah gadis sambil melambaikan tangannya ke anak anaknya .
Adam dan Ainun berlari menghampiri papanya di susul oleh Ibrahim yang ikut kesenangan melihat kedatangan Riki.
" papa"
ia juga ikut memanggil papa pada Riki sambil berlari bersama kakaknya .
" Papa pasti kesini mau tanya kita ikut sama siapa kan ?"
" iya Ainun sayang, sudah dapat keputusan nya nak Ainun mau ikut siapa ?"
"papaaaaa!" Ibrahim yang datang belakangan menghampiri Riki , riki seketika memeluk dan menggendong Ibrahim
" Ibrahim sayang "
" papa kok berdiri disini ayo masuk kedalam "
"Ibrahim kangen sama papa " ucap Ibrahim mendekap Riki
" papa juga kangen sama Ibrahim"
" kenapa papa gak pernah datang kerumah kita lagi ?"
" MMM papa lagi sibuk sayang jadi papa gak ada waktu luang buat temui Ibrahim maaf ya sayang "
" gimana kalau papa tinggal dirumah umi aja biar Ibrahim bisa ketemu papa setiap hari "
Riki terdiam ia menoleh ke arah Adam dan Ainun
" Ibrahim , yok masuk dulu sebentar habis itu nanti adek baru Balik lagi ya "
" gak mau Ibrahim mau sama papa mas, nanti kalau Ibrahim masuk umi marah "
" sudah lah Adam biarkan dia melepas rindu nya untuk papa "
__ADS_1
Dari kejauhan , umi dan gadis memperhatikan Riki dan anak anak gadis melalui jendela rumah di balik tirai
" Nak Riki sudah datang nak, biar umi yang coba bicara sama dia ya ?"
" gak usah umi, biar aja gadis yang bicara langsung kalau boleh gadis meminta umi temani ya "
" iya nak pasti ayo kita kesana "
" iya umi "
Gadis dan umi menghampiri Riki dan anak anak, begitu melihat umi Riki menunduk kan kepalanya memberi salam
" Assalamualaikum ma"
", walaikumussalam apa kabar mu nak?"
" sehat mama , mama bagaimana keadaan nya ?"
" sehat Alhamdulillah, ada apa maksud kedatangan nak Riki kerumah gadis ?"
"Riki mau jmpt anak anak mama "
" kenapa di jmpt bukannya anak anak sudah lama bersama ibunya ?"
", betul sekali ma, cuma sudah saatnya anak anak ikut Riki "
" coba tanyakan dulu sama anak anak mau ikut kamu apa tidak , ayo nak gadis tanya Adam dan Ainun mereka mau ikut siapa ?"
Gadis menghela nafasnya dan berkata
" Adam Ainun kalian mau ikut umi atau ikut papa ?"
" Ainun mau ikut papa aja umi"
Gadis memejamkan mata begitu mendengar jawaban Ainun yang lebih memilih ikut dengan papanya .
" baik, bagaimana dengan kamu nak Adam ?"menarik nafas
Adam menunduk dengan mata berkaca-kaca ia berkata " Adam akan tetap bersama umi"
Gadis langsung memeluk Adam penuh rasa haru .
__ADS_1
" bang gimana sih kan tadi Ainun udah bilang kita ikut papa aja "
" maaf dek Abang gak bisa Abang udah janji sama Abi buat jagain umi "