
Setelah mendapat restu dan dukungan dari sang ibunda Riki membulatkan tekatnya untuk merujuk kembali Agnes membuka lembaran baru bersama nya dan putri kecil mereka.
Pagi itu
Riki segera meluncur ke rumah Agnes dengan tekat bulat ia meluncur ke rumah Agnes.
sesampainya di depan rumah ia melihat Agnes bersama pria lain sedang ngobrol dan tertawa merangkul dengan mesranya.
Seketika niat hati untuk merujuk sirna sudah Riki memalingkan wajahnya mengeluarkan sebuah handphone dari jaz nya dan merekam perbuatan Agnes bersama pria itu.
Setelah puas merekam Riki turun dari dalam mobil menghampiri Agnes
" bagusss... jadi ini kelakuan kamu!"
Agnes terdiam dengan mata melotot melihat kemunculan Riki yang mengagetkan nya
" sayang" ucapnya
"kok kamu kesini gak bilang-bilang"
"aku sengaja gak kabari dulu karena aku mau kasih suprise ke kamu eh ternyata malah aku yang di kasih suprise sama kamu"
Agnes panik meraih tangan Riki mencoba menyakinkannya
"sayang aku bisa jelasin ini semua kok"
"udah lah nes semua udah jelas, tadinya aku kesini mau rujuk sama kamu tapi begitu aku lihat ini semua niatan ku rujuk pupus sudah "
Agnes semakin panik begitu mendengar rencana Riki ia mencium tangan Riki berkali kali" aku mohon dengerin penjelasan ku dulu"
"udah terlambat aku gak mau di kecewakan kedua kalinya "
ucapnya lalu pergi begitu saja.
Sejak hari itu Riki semakin terpuruk, ia benar benar menutup hati dari mantan istri keduanya bahkan ia mulai mengajukan berkas ke pengadilan agama untuk sidang perceraian nya yang kedua.
3 hari setelah kejadian itu, Agnes menerima surat undangan persidangan.
" selamat siang Bu"
"siang ada perlu apa ya ?"
"kami mau mengantar kan surat undangan persidangan Bu"
"persidangan ? maksud nya ?"
__ADS_1
"persidangan perceraian bapak Riki dengan ibu Agnes Bu"
"apa..."
Tubuhnya tiba tiba lemas begitu ia menerimanya surat undangan sidang di tangannya dengan mata berkaca kaca Agnes berkata " ini benar buat saya pak ?"
"yaa... buat ibu Agnes kalau begitu saya pamit dulu Bu masih banyak tugas yang harus saya selesaikan selamat siang "
Tak menjawab salam Agnes menangis di kursi depan rumahnya sambil memeluk undangan persidangan perceraian di tangannya
"aku gak nyangka, Riki tega melangkah sejauh ini "
Kembali ke lain cerita ke toko utama, Gadis dan anhar .
ternyata anhar diam diam menyiapkan acara kecil untuk pertunangan nya dengan gadis tanpa sepengetahuan gadis di hari ulangtahun nya hari ini.
Seharian anhar sengaja tidak mengabari gadis baik dari via wa telpon dan SMS , anhar sengaja mangkir tidak masuk butik hari ini untuk menambah rasa penasaran di hati gadis tentang keberadaan dirinya .
Benar saja, sejak pagi begitu butik ia buka sampai sore ia terus mencari anhar menanyakan nya pada semua karyawan butik
"mbak "
"iya Bu ada paa Bu ?"
"pak anhar hari ini gak masuk ya ?"
"apa pak anhar sakit ya ?"
"kurang tau juga Bu, apa gak sebaiknya ibu susul ke rumah pak bos aja Bu"
"Aku boleh minta alamat rumah nya pak anhar ?"
"loh ibu gak tau Bu ?"
"gak mbak "
"apa ibu gak pernah di bawa kerumah pak bos ?"
"gak pernah mbak "
"waah .... sosweet baget Bu mungkin nanti ibu tau kalau sudah resmi menikah Bu"
"masyaallah semoga aja mbak "
"sebentar ya Bu biar saya cek dulu di buku toko "
__ADS_1
"iya mbak trimakasih ya mbak "
Tak berapa lama si mbak kembali datang sambil membawa secarik kertas kecil di tangannya
"ini bu" ucapnya sambil menyodorkan kertas tadi
"makasih mbk"
"sama sama Bu semoga ketemu ya Bu"
"iya mbak trimakasih ya "
bermodal secarik kertas yang berisi alamat anhar gadis bergegas menuju alamat menaiki sebuah taksi online.
Ternyata jarak butik dan rumah tidak terlalu jauh .
sesampainya di depan rumah gadis terdiam lama berkali kali melihat rumah dan secarik kertas di tangannya .
"apa ini rumah nya ?"
"bismillahirrahmanirrahim semoga bener ini rumahnya "
kata gadis perlahan mengetuk pintu pagar yang begitu tinggi .
Tiba tiba sebuah monitor di sisi kanan pagar hidup dan terlihat jelas wajah seorang asisten rumah tangga
"Cari siapa ya?
"mohon maaf Bu apa betul ini rumah bapak anhar ?"
"ya... betul sekali "
"pak anhar ada ?"
"pak anhar sedang berada di luar kota"
Tiba tiba monitor mati dan gelap
"ya Allah, kenapa tumben keluar kota gak kabari aku biasanya kasih kabar terus apa aku ada salah, apa kesalahan ku yang buat anhar begitu marahnya "
tiba tiba handphone nya berbunyi
"hallo ?"
"hallo apa benar ini nomor calon istri pak anhar maaf Bu pak anhar sedang berada di rumah sakit."
__ADS_1
mendengar kabar buruk dari anhar calon suaminya kaki gadis bergetar air matanya berlinang menetes satu persatu.