
setalah mendapat kan pertolongan pertama mami berhasil selamat kalau tidak mungkin saja mami sudah pergi untuk selama nya untung saja gadis cepat membawanya ke rumah sakit.
Seluruh keluarga berkumpul di depan pintu UGD menunggu kabar dari mami antara lain
ada papi omah Erika Tania beserta suami Erika dan kedua bayi kembarnya.
tak berapa lama Riki pun datang kerumah sakit bersama Agnes, ia menghampiri gadis yang duduk di kursi dengan lemas dan mata sembab
ia meraih tangan gadis yang masih menangis
"dek gimana keadaan mami"
tak menjawab gadis menarik tangannya
Tak tahan lagi sang kakak menghampiri adiknya lalu " plaaaakkkkkkkk" suara tamparan wajah Riki di tampar keras kakaknya tak cukup sampai d situ ia kembali melayangkan tamparan ny dan mendarat di wajah agnes
"plaaaakkkk.... dasar pelacur "bentak nya sambil menunjuk Agnes yang bersikap santuyy... astaghfirullah kalau sumpah aku gregetan 😓
gak ada rasa bersalah sama sekali di wajahnya ia malah senyum senyum gak jelas masih bisa make upan ya tuhan.....
"sudah... hentikan!!! "bentakan papi menghentikan keributan
tak berapa lama sang dokter pun keluar lalu berkata " maaf permisi disini yang namanya gadis siapa ya ?
"saya dok"
"oh silakan masuk nyonya Rina memanggil manggil nama anda "
"baik dok " ucap gadis masuk ke dalam ruang UGD air mata nya tak dapat ia bendung begitu melihat alat alat medis menempel di tubuh mertuanya ia menghampirinya meraih tangan beliau dan menciuminya
"mami.. gadis disini mi"
ia terus mengulang perkataan nya berharap sang mertua bisa membuka matanya yang terus terusan mengigau namanya dan tak ada jawab apa apa gadis semakin menangis tak karuan ia terus memanggil sang mertua berharap keajaiban dari yang maha kuasa .
"mi bangun mi gadis disini "
"gadiss gadiss gadis"
"gadis di samping mami gadis mohon bangun mi kuat kalau mami juga kuat mi gadis lagi hamil mi, sebentar lagi mami punya cucu dari bang Riki mi bangun mi"
Dokter pun menghampiri gadis lalu berkata
"sepertinya tak ada respon juga non gadis kalau begitu non sudah boleh keluar tekanan darah pasien semakin tinggi saya lihat "
"iya dokter"
"gimana kondisi mami gadis ?" ucap papi yang mencemaskan kondisi mami di dalam
"mami blm sadarkan diri Pi"
"ya Allah .." papi menghantukkan kepalanya ke dinding menangis tersedu-sedu membayangkan kondisi istri nya.
tiba tiba Riki pun datang bersama Agnes melihat kedatangan mereka Erika tersulut emosi ia menarik tangan agnes untuk pergi saja
"ngapain kamu kesini ..." bentak kk Erika yang ikut tersulut emosi .
"kak tenang dulu kak kasihan mami nanti mami dengar keributan kita disini" kata Tania menenangkan Erika
"kakak gak suka dia ada disini"
__ADS_1
katanya menunjuk kearah Agnes
"dia calon istri Riki kak jadi kakak gak berhak buat usir Agnes" ucap Riki menggenggam tangan Agnes dengan erat.
"gila kamu dek mendingan kamu pergi dari sini"
"stopppp!!!!" bentak papi dan seketika suasana menjadi sunyi.
"plaaaakkkkk!!!!" suara tamparan di wajah Riki
"sadar kamu Riki, kamu sudah punya istri " ucap papi dengan wajah penuh emosi dengan mata tajam ia melihat ke arah papinya lalu berkata
"Maafin Riki Pi, Riki sudah talaak gadis tadi siang"
"ya Allah..." seketika papi lemas mendengar perkataan Riki
"dan Riki sudah resmi menceraikan gadis Riki juga akan menikahi Agnes Pi "
"gila lu bang, dalam keadaan hamil lu talaak kak gadis "
"apa kamu bilang Tania ?"
"kak gadis lagi hamil bang lu tega jatuhin talaak saat kak gadis lagi hamil gitu"
Riki menghampiri gadis meraih kedua tangan gadis "apa yang mereka katakan benar dek?"
tak menjawab gadis memalingkan wajahnya lalu menarik kembali tangannya
"jangan sentuh gadis bang kita sudah bukan suami istri lagi"
"dek jawab apa betul adek sedang mengandung anak Abang?"
"secara agama gadis masih istri Abang hanya saja secara hukum Abang sudah jatuhkan talaak ke gadis selepas melahirkan anak ini gadis siap kalau Abang cerai " ucap gadis lalu pergi meninggalkan mereka.
"puas kamu, nyakitin dia puaskan !" bentak Erika ke Riki dan Agnes
Rasa penyesalan pun menghantui Riki, kondisi mami sudah membaik dan sudah sadarkan diri orang yang pertama beliau cari ya itu gadis menantu kesayangan nya .
Gadis yang merawat mami di rumah sakit di bantu Tania dan papip
"sebaiknya kakak pulang aja istirahat dirumah dulu kasihan ponakan aku kak kecapean ngurusin omah dirumah sakit "
"gak papa kok dek, lagian kakak dirumah sama siapa ?"
"kan ada kak Erika kak"
"gak usah deh kakak disini aja jagain mami "
"mmmm... ya udah deh, makasih ya kakak tetap baik sama keluarga kami walaupun bang Riki udah"
"udah gak papa, aku sayang sama kalian bukan karena bang Riki tapi aku udah anggap Tania kayak adik aku sendiri "
Tania tersenyum lalu memeluk sang kakak ipar
"makasih kak , gak akan ada yang bisa gantiin kakak di hati kami, kakak itu udah banyak baget ngajarin kami soal ibadah dari Tania gak bisa sholat dan gak pernah sholat semenjak kenal kakak Tania udah tau sholat dan bisa lebih dekat sama Allah juga"
"sama sama ... kakak juga bahagia baget miliki kalian dek"
Semenjak hari itu, gadis tak pernah kembali kerumah ia terus terusan menjaga mami dirumah sakit ia terus menghindar bertemu dengan riki.
__ADS_1
"gadis mana mi"
"lagi keluar cari buah katanya "
"oo... dek kasih tau kak gadis ya ini kakak beliin susu buat dia "
"iya nanti Tania kasih tau"
"mi,, apa gak sebaiknya gadis sama Tania pulang aja dan mami d rawat di rumah nanti Riki bawa suster juga ke rumah buat jaga mami kasihan gadis mi dia hamil muda dan harus begadang buat jagain mami"
" perduli kamu soal kesehatan gadis ? kamu saja menyakiti dia lebih dari rasa capek dia ngurusi mami "
Riki menarik nafas dan menghelanya
"maafin Riki mi, Riki pikir gadis "
"udahlah bang kondisi mami masih belum stabil kalau mau bahas masalah Abang besok besok aja"
"ya udah deh Riki pamit pulang aja ya mi Riki bawain vitamin buat mami"
Setelah Riki pulang gadispun kembali ke dalam kamar
"Kakak kenapa ngindar dari bang Riki?"
"hmmm.. blm siap aja "
"ya ampun kak pasti sakit baget ya di gituin sama bang riki"
"hmm... gak papa dek Allah uji kakak karena kakak sanggup melewati ini semua"
Hari berganti hari bulan berganti
kini kehamilan gadis sudah semakin membesar kondisi mami juga sudah jauh membaik
orang yang slalu mengkhawatirkan kondisi kesehatan gadis semasa hamil hanya mami, beliau selalu rutin memboyong menantu nya ke rumah sakit untuk melihat kondisi kesehatan ibu dan bayi.
Awalnya semua berjalan baik baik saja, hari ini saat gadis sedang berbelanja di sebuah minimarket untuk membeli perlengkapan calon bayinya ia tak sengaja bertemu Agnes dan teman teman nya.
"hai mbak gadis apa kabar ?"
"baik"
"Lagi hamil dan sebentar lagi akan melahirkan bayi kembar wooww ... seriusly? ya ya ya dia akan merebut lelaki yang aku sayang dan cinta baget "
"maksud kamu apa ?"
"hmmm... jangan berani beraninya kamu dan calon anak kamu rebut Riki dari aku lihat saja apa yang akan aku lakukan"
katanya mendorong tubuh gadis lalu ia terjatuh ke lantai seketika ia merasakan sakit keram di perutnya sementara kandungan nya baru berusia 7 bulan.
"auwww.. sakit ..."
"aduh mati gue kabuur aja "
"tolonggg..."
gadis meminta tolong sambil kesakitan air bercampur darah mengalir dari ************ nya.
iapun segera di larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
__ADS_1