
Tomi memutuskan panggilan telepon dan kembali ke ruang tamu, matanya sangat liar ia menunggu kedatangan Agnes membawa putri kecilnya , benar saja karena merasa terancam Agnes terpaksa membawa Airin turun ke bawah menemui Tomi.
" Agnes kenalin ini dokter Tomi dokter yang akan menjadi dokter pribadi nya Airin"
ucap mami memperkenalkan Tomi
"hai dokter Tomi" sapa Agnes
"hai juga nyonya " sahut Tomi sambil membungkuk kan badannya
" boleh saya lihat kondisi airin nyonya ?"
"gak!"
seketika semua mata tertuju padanya
" ohh.. maaf jadi begini"
"boleh silahkan "
Tomi tersenyum licik sambil mengambil alih untuk menggendong Airin
melihat sang istri gugup Riki menghampiri ny lalu berkata " kamu kenapa sih ? blm makan ya"
agnes menarik nafas panjang lalu berkata " udah sayang"
"jangan malu maluin depan dokter "
"iyaa sayang"
Tomi berkali kali mencium Airin dengan penuh kasih sayang , respon Airin juga bagitu bahagia saat berada di dekapan sang ayah .
"papa kangen nak" bisiknya saat pura pura mencium pipi Airin
melihat Airin begitu gembira memberi respon happy saat di gendong Tomi Agnes kembali cemas ia lalu berkata " bisa anda kembalikan anak saya "
semua mata menuju kepadanya, Tomi tetap tidak mau mengembalikan Airin, agnes merebut Airin dari tangan Tomi
" saya minta anda keluar saja dari rumah ini , lagipula kondisi anak saya sudah jauh membaik dan dia sedang tidak sakit "
" maaf Bu saya kemari "
"sudah jangan kesini lagi kecuali saya telpon dan kondisi Airin emergency "
__ADS_1
Tomi terdiam dan menuruti permintaan agnes untuk pulang .
Melihat kelakuan tak terpuji Agnes Riki menarik tangannya lalu berkata
" kamu apa apaan sih dokter Tomi itu baik tapi kenapa kamu perlakukan di sepeti tadi "
"aku gak suka kalau dia jadi dokter pribadi Airin"
"hargai pilihan aku Agnes !" bentak Riki lalu pergi untuk menghindari konflik yang lebih parah lagi .
" tok tok tok "
" tunggu sebentar " sahut suster begegas membukakan pintu ia sedang beres beres di ruang tamu.
" eh tuan muda "
"ibu mana mbak ?"
"ibu lagi di halaman belakang tuan"
" bisa tolong panggilin bilang ada saya mau ketemu"
"sebentar ya tuan "
tak berapa lama gadis pun datang
" ada apa bang ?"
"gak ada kok dek Abang pengen ketemu sama adem aja "
" Abang sehat ?"
"Alhamdulillah sehat dek mana anak anak ?"
"anak anak di halaman belakang bang"
"boleh minta waktunya sebentar"
"boleh bang"
"maaf kalau aku ganggu adek maaf sekali maaf cuma Abang minta pendapat adek gimana menurut adek kalau seandainya rumah tangga ku tak akan lama dengan Agnes ?"
"Allah membenci perceraian bang kalau bisa pertahanan kan rumah tangga Abang kasihan Airin cukup Ainun dan Adam yang merasakan hal pahit tumbuh tanpa seorang ayah "
"tapi dek " sambil meraih tangan gadis
__ADS_1
"(menepis tangan Riki dengan lembut) maaf bang jangan berharap pada apa yang tidak mungkin Abang gapai, pertahanan kan bang lupakan masa lalu kita sekarang ada Airin di sisi Abang dan Agnes cobalah mencintai mereka"
" tapi dek Abang merasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari Abang"
"di balik ada dan tidaknya yang mereka sembunyikan semoga itu hal yang baik bang, pulanglah bang sholat minta petunjuk ke pada Allah taala "
"baik lah dek kalau begtu Abang pulang saja salam buat anak anak assalamualaikum"
"walaikumsalam"
Riki pun kembali dengan rasa hampa, sesampai dirumah ia melihat mobil Tomi yang terparkir di depan rumah " kenapa dokter Tomi datang gak kabari aku dulu ya ?" ucap nya
Kebetulan hari ini rumah kosong mami dan yang lain sedang berada di luar rumah dengan kesibukan nya masing masing hanya ada Agnes Airin dan Tomi
perlahan Riki masuk ke dalam rumah
tak ada siapa siapa, dia naik ke kamar dan tak sengaja mendengar suara ******* kenikmatan dari dalam kamar nya, Riki mengintip dari lobang pintu kamarnya dan jelas terlihat Agnes sedang berada dalam puncak kenikmatan bersama Tomi sedang Airin tidur di sebelah nya.
Penuh kemarahan Riki mendobrak pintu dengan mata berkaca-kaca " apa apaan ini apa yang kalian lakukan ?"
"sayang " Sambil menarik selimut di badannya menutupi sebagian tubuhnya yang sudah bugil
"apa yang kalian lakukan dikamar ku!!!"
Tomi bergegas memakai celananya dan menghampiri Riki
"pak Riki, ini bisa saya jelaskan pak"
tak menjawab Riki melayangkan tinjunya tepat di wajah Tomi sampai membuat wajah nya mengeluarkan darah dan ia terpental ke lantai
"kalian benar benar menjijikan ! mana Airin " ucap Riki mengendong Airin berniat keluar dari kamar kemudian di halangi oleh Tomi
"jangan jangan bawa Airin "
"apa hak anda melarang saya membawa anak saya "
"jelas saya melarang dia anak kandung saya "
"apa ...!" (air mata Riki menetes begitu mendengar perkataan Tomi yang menyatakan Airin anak kandungnya )
"coba kamu ulangi sekali lagi "
"Airin anak kandung ku kembalikan dia pada ku Riki"
ucap Tomi mencoba merampas Airin dari Riki.
__ADS_1